9 Jam, 9 Gua Maria dan 9 Novena

Tiba-tiba saya diajak seorang teman untuk berdoa. Cara doanya sedikit unik. Dia ingin berdoa di depan 9 Gua Maria di Jakarta dalam sehari. Saya pikir ini adalah sesuatu yang tidak biasa. Saya iyakan untuk bergabung dengannya. Lagipula saya juga sangat amat jarang berdoa devosi khusus pada Bunda Maria, apalagi di depan Gua Maria. Kami berangkat, hanya berdua saja.

Setiap gereja Katholik biasanya memiliki Gua Maria. Bentuknya bisa jadi tidak berupa gua buatan, tetapi hanya patung Bunda Maria dikeliling taman. Akhirnya kami pilih 9 Gua Maria di 9 tempat berbeda. Berbekal buku Novena Tiga Salam Maria, semangat dan sedikit nekat, akhirnya Sabtu (12 April 2014) kemarin, saya dan teman saya ini menyusuri jalanan Jakarta. Panas, Hujan lebat, lapar, kucel dan ngantuk, jadi satu.

Dan inilah petualangan di 9 Gua Maria yang kami kunjungi kemarin: Baca lebih lanjut

Belajar Mempertahankan Cinta Sejati

Cover Jakarta Love Story

Cover Jakarta Love Story

Kalau dilihat dari list novel-novel yang pernah saya baca, ternyata saya tidak terlalu banyak membaca kisah cinta, apalagi yang ditulis oleh penulis lokal. Selama ini saya selalu berpikir, bahwa novel percintaan pasti ceritanya akan begitu-begitu saja, pasti akhirnya ya antara itu-itu saja. Tapi ya… mumpung ini tahun baru, saya berusaha mengubah cara berpikir. Jangan-jangan novel-novel yang kisahnya jarang saya baca itu justru memberikan banyak inspirasi kehidupan.

Dari sekian banyak novel yang saya pilih untuk membuka lembaran tahun 2014, novel Jakarta Love Story yang ditulis oleh mas Rudy Efendy adalah pilihan saya. Dari rangkuman kisah yang ada di halaman belakang novelnya, novel ini mengangkat kisah cinta yang berbeda dari biasanya. Ini adalah kisah cinta antara dua orang yang memiliki banyak pertentangan dengan kehidupan sosial masyarakat. Saya pikir, pasti penulisnya akan sangat sulit menggambarkan dua kisah cinta sesama jenis ini tanpa sebuah pengamatan dan penelitian yang cukup serius.

Dikisahkan, dua lelaki yang bertemu tidak sengaja dan akhirnya mereka merasakan hal yang sama, saling menyukai dan memiliki keinginan hidup bersama. Meski sebenarnya cinta itu dimulai dengan cinta bayaran di atas ranjang. Dua orang itu adalah Rifai dan Fabio. Tetapi di tengah jalan, banyak rintangan dan banyak cobaan yang menimpa keduanya. Baik persoalan pribadi, maupun terkait dengan keluarga. Bahkan, keduanya akhirnya memilih jalan sendiri-sendiri. Berpisah. Tetapi pada akhirnya, waktulah yang mempertemukan mereka kembali, bukan di Jakarta, tetapi di London. Baca lebih lanjut

Sebelum Aku Mati

Before I Die (Source: goodreads.com)

Before I Die (Source: goodreads.com)

Kematian adalah salah satu babak kehidupan yang pasti dialami oleh makhluk hidup di bumi ini, pun manusia. Kisah-kisah menuju kematian seringkali kita dengar, kita baca dan kita saksikan sendiri. Kecelakan karena tertubruk kereta. Bunuh diri karena cinta. Meninggal di usia senja. Serangan jantung yang mendadak. Apapun itu. Tapi kematian adalah segmen yang sebenarnya hanya kita tunggu dari sebuah kehidupan.

***

Di akhir 2013, saya mulai membaca novel karya Jenny Downham. Dia adalah salah seorang aktris yang kemudian beralih profesi menjadi penulis novel. Novel yang saya baca adalah Before I Die. Novel ini sudah diterjemahkan dalam lebih dari 25 bahasa dan pernah meraih Branford Boase Award pada tahun 2008. Novel ini juga sudah difilmkan dengan judul NOW IS GOOD. Meski sudah dipublikasikan pada tahun 2007, novel ini baru dicetak untuk pertama kalinya pada April 2012 dalam bahasa Indonesia. Empat hari setelah tahun baru 2014, saya menyelesaikan novel setebal 363 halaman ini.

Judulnya saja sudah mengisyaratkan isi cerita di dalamnya: pasti bercerita tentang kisah hidup seseorang dengan penyakit yang dideritanya, dan pasti ada peristiwa-peristiwa unik sebelum kematian si tokoh utama. Alur ceritanya sudah bisa ditebak, bahkan saya sudah bisa menebak bahwa si tokoh itu pasti mati. Karena ujung cerita bukan sesuatu yang penting di sini, tetapi yang penting adalah cerita sepanjang persiapan kematian itu sendiri. Begitulah pemikiran saya di awal.

Baca lebih lanjut

Terima kasih 2013

Selamat Tahun BaruDi tengah keriuhan masyarakat dunia untuk menyambut tahun baru 2014, saya juga ingin larut di dalamnya. Tentunya dengan cara yang berbeda, dengan cara saya sendiri, menulis. Sesuatu yang sebenarnya tidak pernah saya lakukan untuk menyambut tahun baru. Tetapi sekali-kali perlu juga berbagi refleksi. Dan jangan pernah lupa, bahwa bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan di tahun-tahun sebelumnya adalah sebuah kewajiban. Berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung kita dalam setiap pencapaian di tahun 2013 adalah sebuah keharusan. Bayangkan, tanpa merekapun, apalah artinya hidup kita. Demikian intro dari saya.

***

Hingga saya menulis hal ini, saya belum memiliki rencana untuk melakukan hal-hal yang spesial di tahun depan (2014), saya juga belum punya plan dengan cara seperti apa saya akan melakukan selebrasi pergantian tahun. Tetapi mari kita mulai dari hal yang kecil dulu: mengingat-ingat apa yang telah saya dan kita lakukan di 2013: Apa yang sudah saya capai di 2013? Apa yang sudah saya lakukan untuk pengembangan diri dan keluarga saya? Berapakah karya saya yang berguna bagi orang lain? Berapa novel yang sudah saya lahap dalam setahun terakhir ini? Berapa tulisan yang sudah saya masukkan di blog ini untuk sekedar melampiaskan perasaan? Dari hal yang sangat general, sampai dengan pemikiran yang remeh temeh seperti itu. Baca lebih lanjut

Tips Melawan Deg-degan: Studi Kasus Lomba Paduan Suara

Kemenangan VOX ANGELORUM di ajang MCC 2013 - Jakarta

Kemenangan VOX ANGELORUM di ajang MCC 2013 – Jakarta

Memenangkan sebuah kompetisi adalah hal yang sangat membahagiakan bagi banyak orang. Bangga dengan membawa piala, tersenyum lebar karena membawa hadiah uang dan bisa berfoto-foto dengan riang gembira. Kira-kira begitulah gambaran keceriaan sebuah kemenangan. Apalagi jika kompetisi tersebut belum pernah kita ikuti sebelumnya. Ya kan? VOX ANGELORUM, paduan suara yang saya ikuti selama ini, kembali menang sebagai juara di kompetisi paduan suara, Magnificat Choir Competition 2013. VOX berhasil meraih juara 2 kategori Championship.

Seumur hidup, baru kali ini saya mengikuti kompetisi paduan suara. Kalau VOX sih sudah banyak ikut kompetisi. Ya secara, baru kali ini juga saya mengikuti kegiatan paduan suara yang rutin. Deg-degannya sih banget. Udah lama juga ga merasakan ikut kompetisi, apalagi kompetisi yang sifatnya berkelompok begini. Hihihi…

Tapi saya akan bagikan sebuah tips agar kawan-kawan siap untuk menghadapi kompetisi paduan suara. Begini… :  Baca lebih lanjut

Psikologi Komunikasi: Yang Salah Siapa, Yang Marah Siapa

Kuasailah keadaan. Jangan dikuasai keadaan.

Kuasailah keadaan. Jangan dikuasai keadaan.

Ada seorang teman yang mengatakan pada saya: “Kendalikanlah keadaan, jangan sampai kamu dikendalikan oleh keadaanmu.” Kira-kira, terjemahannya bisa diumpamakan seperti yang saya alami kemarin, sebuah peristiwa komunikasi antara saya dengan sesama karyawan yang menurut saya nyebelin tapi pada akhirnya lucu: Yang Salah Siapa, Yang Marah Siapa.  Begini ceritanya.

***

Saya harus mendapatkan sebuah data (dengan deadline waktu tanggal 5 Desember) dari seorang pimpinan, sebut saja Pak CirKocarKacir. Saya berupaya ‘mboh pie carane’ (entah gimana caranya) agar mendapatkan data tersebut tepat waktu, bahkaaaaaaan kalau bisa sebelum tanggal 5 sudah saya dapatkan.

Tanggal 2 Desember (siang hari) saya menghubungi Pak CirKocarKacir supaya menyerahkan data itu ke saya. Ternyata si Bapak sudah menyerahkan data tersebut ke sekretarisnya yang bernama Bu RempongAbis, untuk kemudian diserahkan kepada saya, bahkan dengan sebuah catatan (dengan stiker Sticky Notes) dari Pak CirKocarKacir: “Bu RempongAbis, Tolong Kirim Balik ke Anwar” Kira-kira begitu.

Tanggal 2 Desember (sore hari) saya menghubungi Bu RempongAbis via telfon ruang kantornya. Tiga kali telfon di waktu berbeda. Tidak ada jawaban. “Mungkin lagi sibuk (a.k.a rempong) ,” pikir saya. Jadi saya memutuskan untuk ke ruangannya. Ternyata di ruangannya, Bu RempongAbis ini tidak ada. Saya putuskan untuk menghubungi via BBM tapi pada akhirnya juga cuma di R doang. Aduh, kasian sekali saya ini. Saya putuskan untuk menghubungi keesokan harinya untuk meminta data tersebut. Saya minta bantuan sekretaris di unit saya untuk membantu menghubungi Bu RempongAbis ini. Pekerjaan saya yang lain juga jadi terbengkalai kalau hanya mengurus seperti ini.

Saya mulai tidak sabar untuk sekedar ingin bertemu dengan Bu RempongAbis setelah diceritakan oleh sekretaris saya: “Tadi saya ketemu sama Bu RempongAbis pas makan siang, katanya nanti dia akan kirim datanya…”. Kenyataannya, saya bertemu dengan Bu RempongAbis aja susahnyaaaaa minta ampun. Padahal tiap hari saya ketemu pimpinannya. Jauh lebih sulit bertemu sekretarisnya dibandingkan pimpinannya. Itu di hari Selasa (3 Desember).

Baca lebih lanjut

Kisah Tragis Kecelakaan Kereta 3 Tahun Silam

Kecelakaan Kereta di Petarukan (Source: Wikipedia)2 Oktober 2013. Tepat 3 tahun silam terjadi kecelakaan kereta yang tragis dalam 10 tahun terakhir. Kereta Api Senja Utama Semarang ditubruk Kereta Api Argo Bromo di jalur utara pulau Jawa, tepatnya di Stasiun Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Tiga puluh enam orang tewas, dan ratusan lainnya cedera. Saya masih mengingat betul bagaimana detik-detik kejadiannya. Dan Saya adalah salah satu korban yang selamat dalam musibah naas itu.

Tulisan saya sebelumnya: 

02/10 KECELAKAAN ATAU TIDAK, KITA TETAP AKAN MATI (1 Oktober 2011)

DUA TAHUN LALU, 36 ORANG TEWAS DI PETARUKAN (1 Oktober 2012)

***

Ini adalah tahun ketiga saya menuliskan kisah kehidupan dari peristiwa yang saya alami tanggal 2 oktober 2010 dini hari itu. Setiap tahun saya berusaha merefleksikan diri atas kejadian yang saya alami. Tentunya saya harus bersyukur karena selamat dari kejadian itu, tetapi saya tidak lantas bahagia karena kenyataannya tidak semua orang seberuntung saya. Saya beruntung karena pada posisi duduk yang memang terselamatkan, tetapi tidak bagi mereka yang akhirnya harus pergi dan berpisah dengan keluarganya. Menyedihkan. Baca lebih lanjut