Kami sebenarnya lelah. Tapi semua impas karena dibayar dengan kebahagiaan luar biasa bertemu dengan saudara dan juga melihat pemandangan langsung di Timor Leste. Jam menunjukkan pukul 9 malam kurang 10 menit waktu Timor Leste. Di Jakarta mungkin masih sekitar pukul 7. Malam itu juga, kami harus berkendara menuju Distrik Manatuto. Perjalanan kira-kira membutuhkan waktu 1,5 jam. Layaknya dari Jogja menuju Solo.
Mengapa kami ke Manatuto? Kami memang harus ke sana, karena rumah tinggal saudara saya ada di sana. Di Dili juga ada saudara, tetapi saudara dari saudara saya. Nah… bingung kan? Lebih baik memang menginap saudara saya di Manatuto. Dengan menggunakan Toyota Hilux, kami berkendara dari Kota Dili menuju distrik Manatuto. Model mobil di Timor Leste kebanyakan seperti itu sih… hihi…
Jangan dibayangkan perjalanannya seperti apa, nikmati saja, karena memang tidak nikmat. Bhahahak… Bagaimana bisa nikmat? Saya belum mandi… belum bersih-bersih badan… masih lemas dan capek karena seharian baru saja menyelesaikan perjalanan dari Kefa – Atambua – Mota Ain – Bobonaro – Likuisa dan akhirnya Dili. Semua kalau ditotal sekitar 7 jam. Masih ditambah kehujanan di Belu-Atambua dan keanginan ketika di Kefa. Fiuuuhhh… Lanjut membaca






