Sebuah Rahasia Asrama VanLith

17 MEI 2014. SELAMAT HARI VANLITH.

Masa remaja saya dibentuk oleh kehidupan asrama. Selama tiga tahun (saat SMA), saya tinggal bersama dengan ratusan anak-anak rantau lainnya dan tinggal di Asrama VanLith, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Asrama tersebut dipergunakan untuk menampung seluruh siswa siswi yang bersekolah di SMA PANGUDI LUHUR Van Lith (wajib asrama).

Beberapa orang awam (khususnya umat Katholik) sudah tahu tentang sekolah VanLith (VL). Yang sudah tahu tentang VL biasanya mengorelasikan dengan kedisiplinan, kepandaian, anak-anak pilihan dan hal-hal positif lainnya. Tidak salah memang, tetapi tidak juga demikian. Dengan membawa nama besar Pastur VanLith, sebagai salah satu Pastur yang membawa misi ke-Katholik-annya yang khas di tanah Jawa, sekolah VanLith menanamkan nilai-nilai luhur yang dahulu pernah diajarkan oleh sang Pastur kepada murid-muridnya kala itu.  Baca lebih lanjut

Soal Menikah dan “Kapan nikah?”

"Semua akan indah pada waktunya..." (source: http://ashtonphotography.co.uk/)

“Semua akan indah pada waktunya…” (source: http://ashtonphotography.co.uk/)

Di usia saya yang semakin bertambah, pertanyaan sekitar “Kapan menikah?” kerap masuk ke telinga saya. Wajarlah demikian karena rekan-rekan saya (seumuran) yang belum menikahpun juga mendapat pertanyaan yang sama. Tentunya mereka memiliki reaksi sendiri-sendiri, tetapi hampir sebagian besar merasa panas hati dan gerah ketika pertanyaan itu dilontarkan, baik dari orangtua, saudara maupun tetangga. Begitu juga dengan saya, dalam hati sebal dan berpikir: “ngapain sih nanya-nanya”. *kipas-kipas*

Karena saya merasa tidak nyaman dengan pertanyaan demikian, sayapun berusaha tidak bertanya pada teman yang -saya tahu- belum menikah. Saya tahu rasanya ditanya seperti itu, jadi saya tidak melontarkan hal yang sama. Banyak juga, orangtua dari temen-temen saya yang menanyakan hal itu pada saya. Biasanya, jawaban saya adalah: “saya sudah menikah kok…tapi diem-diem…” sambil nyengir.

Baca lebih lanjut

Pari, Aku Merindukanmu

Author Khaled Hosseini, author of "And the Mountains Echoed," poses for a photo before a book signing event at Barnes & Noble on Tuesday, May 21, 2013 in New York. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP) - diambil dari: Denverpost.com

Author Khaled Hosseini, author of “And the Mountains Echoed,” poses for a photo before a book signing event at Barnes & Noble on Tuesday, May 21, 2013 in New York. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP) – diambil dari: Denverpost.com

Bahagianya kita sebagai manusia jika suatu hari menemukan seseorang yang telah lama hilang kini kembali. Seseorang yang selalu kita nantikan, seseorang yang selalu ada di dalam hati dan seseorang yang benar-benar menjadi bagian dari hidup kita. Bahkan sampai berpuluh-puluh tahun pada akhirnya kembali ke pelukan kita. Kira-kira itulah inti cerita dari novel Khaled Hosseini yang berjudul And The Mountains Echoed

Ini buku ketiga Khaled Hosseini yang saya baca. Dua buku sebelumnya, The Kite Runner dan A Thousand Splendid Suns pernah saya baca beberapa tahun sebelumnya. Ketiga buku Khaled ini memiliki cerita dengan latar belakang negara yang sama, Afghanistan. Di buku yang ketiga ini, digambarkan juga kisah tentang Eropa dan sedikit soal Amerika.

*** Baca lebih lanjut

9 Jam, 9 Gua Maria dan 9 Novena

Tiba-tiba saya diajak seorang teman untuk berdoa. Cara doanya sedikit unik. Dia ingin berdoa di depan 9 Gua Maria di Jakarta dalam sehari. Saya pikir ini adalah sesuatu yang tidak biasa. Saya iyakan untuk bergabung dengannya. Lagipula saya juga sangat amat jarang berdoa devosi khusus pada Bunda Maria, apalagi di depan Gua Maria. Kami berangkat, hanya berdua saja.

Setiap gereja Katholik biasanya memiliki Gua Maria. Bentuknya bisa jadi tidak berupa gua buatan, tetapi hanya patung Bunda Maria dikeliling taman. Akhirnya kami pilih 9 Gua Maria di 9 tempat berbeda. Berbekal buku Novena Tiga Salam Maria, semangat dan sedikit nekat, akhirnya Sabtu (12 April 2014) kemarin, saya dan teman saya ini menyusuri jalanan Jakarta. Panas, Hujan lebat, lapar, kucel dan ngantuk, jadi satu.

Dan inilah petualangan di 9 Gua Maria yang kami kunjungi kemarin: Baca lebih lanjut

Belajar Mempertahankan Cinta Sejati

Cover Jakarta Love Story

Cover Jakarta Love Story

Kalau dilihat dari list novel-novel yang pernah saya baca, ternyata saya tidak terlalu banyak membaca kisah cinta, apalagi yang ditulis oleh penulis lokal. Selama ini saya selalu berpikir, bahwa novel percintaan pasti ceritanya akan begitu-begitu saja, pasti akhirnya ya antara itu-itu saja. Tapi ya… mumpung ini tahun baru, saya berusaha mengubah cara berpikir. Jangan-jangan novel-novel yang kisahnya jarang saya baca itu justru memberikan banyak inspirasi kehidupan.

Dari sekian banyak novel yang saya pilih untuk membuka lembaran tahun 2014, novel Jakarta Love Story yang ditulis oleh mas Rudy Efendy adalah pilihan saya. Dari rangkuman kisah yang ada di halaman belakang novelnya, novel ini mengangkat kisah cinta yang berbeda dari biasanya. Ini adalah kisah cinta antara dua orang yang memiliki banyak pertentangan dengan kehidupan sosial masyarakat. Saya pikir, pasti penulisnya akan sangat sulit menggambarkan dua kisah cinta sesama jenis ini tanpa sebuah pengamatan dan penelitian yang cukup serius.

Dikisahkan, dua lelaki yang bertemu tidak sengaja dan akhirnya mereka merasakan hal yang sama, saling menyukai dan memiliki keinginan hidup bersama. Meski sebenarnya cinta itu dimulai dengan cinta bayaran di atas ranjang. Dua orang itu adalah Rifai dan Fabio. Tetapi di tengah jalan, banyak rintangan dan banyak cobaan yang menimpa keduanya. Baik persoalan pribadi, maupun terkait dengan keluarga. Bahkan, keduanya akhirnya memilih jalan sendiri-sendiri. Berpisah. Tetapi pada akhirnya, waktulah yang mempertemukan mereka kembali, bukan di Jakarta, tetapi di London. Baca lebih lanjut

Sebelum Aku Mati

Before I Die (Source: goodreads.com)

Before I Die (Source: goodreads.com)

Kematian adalah salah satu babak kehidupan yang pasti dialami oleh makhluk hidup di bumi ini, pun manusia. Kisah-kisah menuju kematian seringkali kita dengar, kita baca dan kita saksikan sendiri. Kecelakan karena tertubruk kereta. Bunuh diri karena cinta. Meninggal di usia senja. Serangan jantung yang mendadak. Apapun itu. Tapi kematian adalah segmen yang sebenarnya hanya kita tunggu dari sebuah kehidupan.

***

Di akhir 2013, saya mulai membaca novel karya Jenny Downham. Dia adalah salah seorang aktris yang kemudian beralih profesi menjadi penulis novel. Novel yang saya baca adalah Before I Die. Novel ini sudah diterjemahkan dalam lebih dari 25 bahasa dan pernah meraih Branford Boase Award pada tahun 2008. Novel ini juga sudah difilmkan dengan judul NOW IS GOOD. Meski sudah dipublikasikan pada tahun 2007, novel ini baru dicetak untuk pertama kalinya pada April 2012 dalam bahasa Indonesia. Empat hari setelah tahun baru 2014, saya menyelesaikan novel setebal 363 halaman ini.

Judulnya saja sudah mengisyaratkan isi cerita di dalamnya: pasti bercerita tentang kisah hidup seseorang dengan penyakit yang dideritanya, dan pasti ada peristiwa-peristiwa unik sebelum kematian si tokoh utama. Alur ceritanya sudah bisa ditebak, bahkan saya sudah bisa menebak bahwa si tokoh itu pasti mati. Karena ujung cerita bukan sesuatu yang penting di sini, tetapi yang penting adalah cerita sepanjang persiapan kematian itu sendiri. Begitulah pemikiran saya di awal.

Baca lebih lanjut

Terima kasih 2013

Selamat Tahun BaruDi tengah keriuhan masyarakat dunia untuk menyambut tahun baru 2014, saya juga ingin larut di dalamnya. Tentunya dengan cara yang berbeda, dengan cara saya sendiri, menulis. Sesuatu yang sebenarnya tidak pernah saya lakukan untuk menyambut tahun baru. Tetapi sekali-kali perlu juga berbagi refleksi. Dan jangan pernah lupa, bahwa bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan di tahun-tahun sebelumnya adalah sebuah kewajiban. Berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung kita dalam setiap pencapaian di tahun 2013 adalah sebuah keharusan. Bayangkan, tanpa merekapun, apalah artinya hidup kita. Demikian intro dari saya.

***

Hingga saya menulis hal ini, saya belum memiliki rencana untuk melakukan hal-hal yang spesial di tahun depan (2014), saya juga belum punya plan dengan cara seperti apa saya akan melakukan selebrasi pergantian tahun. Tetapi mari kita mulai dari hal yang kecil dulu: mengingat-ingat apa yang telah saya dan kita lakukan di 2013: Apa yang sudah saya capai di 2013? Apa yang sudah saya lakukan untuk pengembangan diri dan keluarga saya? Berapakah karya saya yang berguna bagi orang lain? Berapa novel yang sudah saya lahap dalam setahun terakhir ini? Berapa tulisan yang sudah saya masukkan di blog ini untuk sekedar melampiaskan perasaan? Dari hal yang sangat general, sampai dengan pemikiran yang remeh temeh seperti itu. Baca lebih lanjut