Menghadapi Sebuah Pilihan yang Sulit

10295056_10152362366448996_2867761502159881401_oDalam menapaki perjalanan hidup, kita seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tidak biasa. Pilihan hidup yang mungkin bisa membuat kita galau berhari-hari. Memikirkannya saja bisa membuat kita tak bisa tidur, makan tak enak atau merasa enggan bertemu dengan orang lain. Kita dihadapkan pada keadaan yang tidak pasti dan harus memutuskan pilihan mana yang nanti tepat untuk kehidupan kita selanjutnya. Pernah merasakannya juga?

Yang pasti dalam kehidupan ini adalah ketidakpastian itu sendiri. Manusia seperti kita, pasti akan mencari kepastian hidup yang tentunya kita yakini sebagai sebuah hal yang menggembirakan bagi hidup kita. Lalu, jika ketidakpastian itu ada dalam diri kita (dan akan selalu ada), mengapa harus mencemaskannya? Hal ini terjadi karena sifat manusia yang selalu ingin segala sesuatunya pasti, clear dan memudahkan kehidupannya. Uncertainty Reduction Theory. Manusia akan berusaha mengurangi ketidakpastian dalam hidupnya. Manusia cenderung akan memilih yang pasti-pasti saja.

Suatu ketika, rekan saya –sebut saja Susi – bercerita, keluarganya tak mengijinkan menikah dengan seorang laki-laki yang berbeda keyakinan. Keluarganya kekeuh! Rekan saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan orangtuanya bahwa pilihan hidupnya itu merupakan pilihan yang baik. Orangtuanya tetap tak mau tahu. Bahkan rekan saya ini sudah ingin memutuskan untuk kawin lari. Ia ingin membuktikan bahwa langkahnya bukan sesuatu yang salah dan hidupnya akan lebih baik dengan lelaki pilihannya. Pilihan yang sulit bukan?

Lain lagi dengan teman sekolah saya dulu. Sebut saja namanya Agus. Dia mendapatkan tawaran beasiswa di Amerika selama 2 tahun. Free dan semua biaya hidup ditanggung. Tapi keadaan keluarga tak bisa ditinggalkannya. Dia hanya tinggal bersama ibunya yang sedang sakit, tak ada ayah dan saudara yang bisa membantu mengurus ibunya. Benar-benar sendiri. Ibunya juga tak mungkin dibawa ke Amerika bersamanya karena ketidakmampuan fisik dan biaya. Agus dihadapkan pada pilihan yang susah.

Satu lagi, cerita dari teman saya yang sudah 17 tahun bekerja di perusahaan. Sebut saja namanya Okan. Oleh suatu keadaan, perusahaannya harus melakukan pengurangan karyawan. Perusahaannya memberikan pilihan untuk mengundurkan diri sebagai karyawan. Jika mundur, Okan berhak mendapatkan sejumlah uang yang bisa digunakan untuk menutup hutang rumah, itupun masih tersisa. Tapi bagaimana nasibnya kelak dengan kedua anaknya yang masih kecil. Apakah dia juga mampu mendapatkan pekerjaan baru dengan cepat apabila mengambil pilihan untuk PHK? Pilihan yang juga susah.

Ketiga contoh tadi menggambarkan, bahwa setiap langkah hidup kita, akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Ada pilihan yang menurut kita mudah, tapi ada suatu saat dimana pilihan itu begitu sulit. Kemudian kita menyalahkan Sang Empunya Hidup, mengapa diberikan pilihan yang sulit seperti itu. Tidak! Jangan seperti itu! Mau tak mau, kita tetap harus memilih. Pilihan kita saat ini, akan menentukan apa yang terjadi di depan. Jangan pernah lari dari pilihan dan dalam pengambilan keputusan. Justru di situlah kita ditantang untuk bisa menaklukkan hidup kita, kita ditantang untuk menghadapi cobaan yang senantiasa akan mendewasakan hidup kita.

Lantas, apa yang harus kita lakukan, ketika mendapatkan pilihan-pilihan yang susah? Tak jarang, pilihan sulit ini membuat kita berpikir dengan cara yang tidak logis bahkan membuat stress hidup kita. Seperti yang sudah saya sebut sebelumnya: sulit makan, sulit tidur, tak mau bertemu dengan orang lain, tidak mood mengerjakan apapun, dan bahkan pada tingkat yang akut, seseorang bisa bunuh diri. Berikut saya berikan cara-cara bagaimana kita menentukan pilihan yang susah.

Tanyakan pada orang-orang yang Anda percaya (Orangtua, Sahabat, Keluarga)

Sebagai makhluk sosial, ketika kita sedang galau, sedih, dan bingung, kita biasanya membutuhkan orang-orang di sekitar yang menguatkan kita. Tak ada salahnya membicarakan pilihan-pilihan ini kepada orang-orang yang kita percaya dan bisa memberikan masukan yang baik untuk langkah dan keputusan kita. Ingat! Orang-orang yang kita percaya kepada kita saja dan minimal tahu bagaimana kehidupan kita. Jangan menimbulkan masalah baru, dengan mengumbar persoalan hidup ke orang lain yang ujung-ujungnya hanya akan membuat pergunjingan banyak orang. Kita sendirilah yang akan merasakan akibatnya.

Orangtua adalah pilihan terbaik untuk kita ajak diskusi. Mereka lebih tahu tentang kehidupan kita. Tapi seringkali, usia mereka sudah tak memungkinkan lagi untuk diajak berdiskusi. Pertimbangkan dengan kesehatan dan usia mereka. Jangan sampai persoalan ini juga membenani mereka dan menjadikan mereka larut dengan masalah kita. Jika orangtua kita rasa tak mampu, pilihlah orang yang dekat dengan Anda. Ceritakan apa yang terjadi, buatlah pertanyaan “Jika kamu menjadi aku, apa yang akan kamu lakukan”. Buat survey kecil-kecilan. Dengarkan baik-baik masukan mereka.

Ingat Johari Windows? Ada satu kotak, sisi yang menjelaskan dimana kita tak tahu tentang diri kita, dan hanya orang di luar sana yang tahu siapa kita. Sepandai apapun kita, kita tak bisa melihatnya, dan hanya orang lain yang bisa mengakuinya.

Membuat Plan dan Kontrak Pribadi

Biasakanlah membuat plan dalam hidup kita. Pilihan yang sulit seringkali menghadapkan kita pada beberapa pilihan yang pasti memiliki konsekuensi. Tulis setiap plan tersebut, pertimbangkan dari berbagai sisi, sudut pandang dan masukan dari orang-orang yang Anda percaya tadi. Pertimbangkan juga kondisi pribadi Anda saat ini dan keluarga yang bisa jadi terkena dampak dari setiap pilihan hidup kita. Pastikan, semua memahami situasi kita, dan pastikan orang-orang yang Anda sayangi bisa menerima pilihan itu dengan sebaik-baiknya.

Manusia memang hanya bisa berencana, tetapi Tuhan yang menentukan apakah semua bisa berjalan. Jadi pastikan, bahwa setiap plan itu merupakan sebuah usaha Anda untuk mendapatkan apa yang memang ingin didapatkan. Sebuah kotrak pribadi membuat basic semangat Anda untuk terus berkembang, melanjutkan kehidupan yang memang harus diperjuangkan. Pertimbangkan baik-baik konsekuensinya. Jika Susi harus memilih menikah dengan pacarnya yang berbeda agama, apa konsekuensinya? Jika Susi harus mundur dan memilih pria lain, apa konsekuensinya? Pahamilah setiap konsekuensinya, sehingga rencana kita semakin matang untuk melangkah.

Mengobarkan Semangat Hidup

Jika Anda sudah memilih, kemungkinan besar Anda tak bisa bisa mundur dari pilihan tersebut. Dan kitapun harus siap dengan segala tantangan ke depan. Sudah siap? Seringkali, orang yang sudah memilih, menjalani pilihannya dengan setengah hati, karena sisa-sisa penyesalan masih menempel di hati. Buanglah itu semua. Jika sudah memilih sesuatu, yakinkanlah diri Anda bahwa kita bisa menjalaninya dengan semampu dan sekuat hati. Ikhlaskanlah pilihan yang sudah terlepas dan diri kita.

Ini adalah tahapan yang paling susah dalam memilih. Tetap mengobarkan semangat hidup kita di tengah-tengah orang. Kelesuan dalam hidup hanya akan membuat kita semakin terpuruk. Orang-orang di sekitar kita juga pasti terkena dampaknya. Memang, kegalauan itu pasti akan berlangsung, buatlah dengan cara-cara kita sendiri, apabila galau itu pergi. Yakinlah, bahwa di depan sana, selalu ada jalan yang dilancarkan oleh Tuhan. Hidup tidak semata-mata soal uang, pasangan, atau pendidikan. Hidup itu campuran semuanya. Mungkin sekarang pilihan itu sulit, tetapi rejeki dan kesempatan itu bisa saja datang tak terduga. Itulah misteri Tuhan. Yang penting, kita tetap semangat ya!

Berdoa dan terus bersyukur!

Perlu kita meyakini, bahwa ada kekuatan yang jauh lebih besar dari kekuatan manusia. Kekuatan itu dari Sang Pencipta. Jangan pernah melawan kekuatan yang jauh lebih besar ini. Intinya adalah, dukung diri kita dengan doa dan mendekatkan diri pada Tuhan. Ada sebagian orang yang juga percaya, bahwa Tuhan bisa menjawab doa-doa kita. Apapun keyakinan Anda, mendekatlah pada Sang Kuasa. Kita butuh kesejukan hati dan kejernihan pikiran untuk bisa memutuskan sesuatu.

Selain meminta petunjuk, doa yang kita panjatkan adalah upaya kita membesarkan hati dan meneguhkan apa yang ingin kita lakukan. Doa juga bisa membawa kita pada energi yang positif, membawa kita pada kedamaian dan ketentraman. Hal ini sebagai usaha kita untuk menghilangkan kegalauan, rasa bertanya-tanya dan mungkin kekecewaan yang akan kita dapatkan nanti. Berdoalah dengan membawa serta kecemasan Anda, berikan waktu diri sendiri untuk merenungkan. Lakukan setiap saat dalam tiap kesempatan yang bisa, apalagi jika keputusan itu harus diambil dalam waktu yang sangat singkat. Jangan lupakan juga, untuk tetap bersyukur setiap saat.

***

Baiklah, saya akan ulang lagi: sesuatu yang pasti akan terjadi dalam hidup ini adalah ketidakpastian itu sendiri. Kita akan selalu menghadapinya. Semua bisa datang dan terjadi begitu saja. Jika pilihan itu teramat sulit untuk dipilih, jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Pikirkan matang-matang dan kurangi kepanikan dalam diri kita.

Semoga kita bisa melewati semua kisah perjalanan ini, dan menjadikah hidup kita semakin berseri, tumbuh dalam kegembiraan. Selamat memilih jalan hidup Anda!

Iklan

One thought on “Menghadapi Sebuah Pilihan yang Sulit

  1. wah… itu video buatanmu sendiri? kreatif banget, dan berani…

    btw, terima kasih tips nya… tapi ko berasa kurang “ngena”, karena rasanya memang setiap orang melakukan itu kali ya kalau lagi kepepet… haha

    berjuang hingga akhir, lalu pasrah. Karena dalam hidup, kita harus berdamai dengan keadaan yang tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan

    Menyalahkan tuhan? tentu bukan jawaban, karena tuhan selalu menyelamatkan kita, saya percaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s