Dibalik MELAMAR

Hola!,

Awal tahun baru ini, tepatnya di tanggal 2 Januari 2016 pukul 16.30, stasiun televisi NET TV menyiarkan acara reality show MELAMAR dengan edisi Saya dan Kristi. Banyak yang bertanya kepada kami, bagaimana bisa masuk tipi? Hihihi… Baiklah… akan dijawab…

Tapi kalau ada yang belum lihat tayangan acara MELAMAR, silakan dilihat dulu:

INI PART 1

INI PART 2

INI PART 3

Bagi pasangan yang bersepakat untuk melanjutkan jenjang pernikahan, biasanya ada acara bakar sate lamaran. Tidak semua sih… ini hanya biasanya saja… Daaaan sering kita mendengar cerita tentang lamaran-lamaran romantis dari seorang lelaki kepada perempuan pasangannya. Romantis itu memang relatif, tergantung bagaimana kita merasakannya. Betul kan? Setiap pasangan memiliki definisi romantis yang berbeda-beda. Dan pada umumnya, wanita suka dengan hal-hal berbau romantis seperti ini. Umumnya lho… tapi memang ada yang tidak umum. Baca lebih lanjut

Iklan

kala hati ingin ke gereja

Saya sedang berputar-putar di Surabaya. Salah satu bangunan yang menarik adalah Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya. Bangunan yang pernah terbakar pada tahun 1945-an ini, berdiri kokoh di Jalan Kepanjen Surabaya. Letaknya berhimpitan dengan SMA Katolik Frateran Surabaya.

Setiap saya berkeliling ke kota yang sedang saya kunjungi. Saya berusaha menyempatkan untuk mengunjungi gereja katholik di wilayah itu. Bukan itu merayakan perjamuan atau mendengarkan kotbah pastur. Hanya sekedar datang, melihat bentuknya, dan khususnya melihat kesakralan altar dantabernakel yang ada di dalamnya.

Singkat cerita, saya dan teman lapangan saya, Nikki Putrayana, datang ke gereja ini. Bermodal kamera, niat dan kesungguhan hati, saya beranikan diri untuk masuk dan memotret dalamnya. Saya cuma ingin memotret, dan membuat kenang-kenangan, meyakinkan bahwa saya sudah pernah ke tempat itu. Hanya itu saja…

Namun, begitu kita masuk ke dalam gereja… Ya ampun.. kita diusir oleh satpam. Ya… sudahlah.. gapapa.. Tapi.. Gotcha!!! Kami mendapatkan foto dalam gerejanya. Hm.. Sang satpam yang sudah tua hanya bilang: “Siapa yang suruh masuk? Pake motret-motret segala? Ga ijin juga… Kalau mau motret ijin romo…” Akhirnya saya batalkan niat saya untuk berdoa di situ… *maunya sih sekalian berdoa.. + motret..

Yah.. tapi apa boleh buat… Berdoanya ga dapet… Justru beberapa foto bisa kita ambil. Hehehehe.. Maaf ya pak… satu – kosong…

Mungkin begitulah cara penyambutan untuk tamu yang datang ke gereja-gereja tua dengan bangunan tertutup. Gereja-gereja modern dan kekinian memiliki bentuk dan gaya bangunan yang biasanya cenderung terbuka dan melebar. Entahlah, kenapa kita diusir… Mungkin kita kurang ahli dalam hal negosiasi…

Setelah si bapak satpam melotot… Saya bikin tanda salib secara sangat menghayati dan mendalam…hahaha… Tehnik biar saya tidak dipukul atau diusir secara kasar oleh si bapak satpam…

Tapi, dasar anak muda… meskipun tak boleh motret.. tetep aja, di luar gedung gerejapun, kita maen potret-potretan. Ya… namanya juga usaha, pak… Boleh donk… kan rumah Tuhan bersama.. bukan Tuhannya bapak… ya kan?????

Silakan pilih: Cowok Cantik atau Cewek Macho

Sudah beberapa waktu saya tak mengisi blog ini. Yah… begitulah kesibukan saya sekarang ini. Ini cuma alasan saya untuk menghindar dari tuduhan teman-teman yang menyatakan “Blog-mu kok ga ada yang update? Udah males ya?”…

Untuk yang namanya nge-blog, tak ada kata malas untuk saya. Bukannya malas, lagi-lagi karena kesibukan. Okelah… saya akan menceritakan sedikit apa yang saya alami sekarang.

By the way, saya menulis blog ini ketika di Surabaya, dinas kantor yang membuat saya bisa sedikit menjernihkan pikiran yang telah diracuni oleh sumpeknya Jakarta. *Surabaya tak sesumpek Jakarta kok.. Meski dinilai sebagai kota nomor dua terbesar setelah Kota Metro nan bangsat Jakarta.

***

Hal yang menyenangkan ketika dinas di Surabaya adalah bertemu dengan kawan dan sahabat. Ada dua sahabat yang saya temui di Surabaya. (dan teman-teman yang lain tentunya). Tapi, hari kedua di Kota Rawon Setan ini, saya bertemu dengan 2 sahabat saya yang cukup lama tidak saya temui.

2 orang ini punya karakteristik yang berbeda. Jelas donk.. setiap orang kan punya nilai sifat sendiri-sendiri. Saya menyukai kedua pribadi mereka sejak SMA. Selain terkenal pintar, mereka berdua juga cukup aktif dalam organisasi di Kampus SMA. Salah satunya pernah saya tulis di tulisan saya sebelumnya, yaitu Si Cowok ‘Riadi’ Cantik dan satu lagi adalah si Cewek ‘Ayu’ Macho. *Ini sebutan saya sendiri…

Mereka berdua dulunya memang terkenal pintar. Kalau ga percaya, coba baca ini….. Nah, bener kan? Kalau dibandingkan dengan saya… ya .. saya tak ada apa-apanya. *Saya dulu sih cuma sok-sok’an ikut organisasi, menang bacotan dan menang lobi sana-sini.

Baca lebih lanjut

Rempyong deh.. tinggal di negeri kontroversi

Halo… Mau tau sekarang saya tinggal di mana? Indonesia? (*pertanyaan retoris) yak betul, negeri yang penuh cewek seksi kontroversi. Mulai dari mengkontroversikan hal remeh temeh seperti soal status twitter-nya si cantik Preti Asmara Luna Maya, hingga soal politik-ekonomi yang menyeret nama Sang wakil presiden PakDhe Om Boediono menyoal Bank Century (selanjutnya ditulis Senturi.. biar keliatan Indonesia asli gitu loh…). Siapa sih yang membuat kontroversi itu berkembang? Apalagi kalau bukan media massa. *hayo.. ngaku-ngaku… iya to???

Okeylah kalau beg beg beg beg begitu… *kata orang-orang wartegz… tak perlu membicarakan soal teori-teori media. Saya sudah cukup jenuh dengan apa yang sudah pernah saya pelajari ketika kuliah. (Nanti saya dikira orang yang mau nglamar jadi dosen. Ga’ ah… Masih cinta dengan kerjaan sekarang…) Tulisan yang saya tawarkan di sini adalah hal yang lebih remeh temeh lagi. Ngga penting bowww’… Melebihi sesuatu yang tidak penting dari statusnya si seksi Luna Maya pada wartawan inpotainment (bisa dibaca: impotenment… ini bahasa saya sendiri.. jangan digugat ya…impoten = tidak mampu.. tenmen = hiburan… artinya info yang tak mampu menghibur –> bagi saya lho..)

Rasanya, capek sendiri kalau sebagai penonton, pendengar (lebih baik pake kata MASYARAKAT, biar adil dan lebih makmur majemuk).

Rasanya capek sendiri, kalau sebagai anggota masyarakat jika harus mengikuti yang namanya cewek seksi kontroversi.

Selalu melihat perdebatan bahkan cium-ciuman gontok-gontokan, perang mulut di media (koran, tipi) dan sebagainya. Negeri ini memang aneh. *Kayak yang nulis… Banyak orang yang kemudian mengatakan dengan entengnya sebagai bagian dari demokrasi. Ya… mudah saja, katakan saja alasanya: “Ini kan demokrasi.. wajar donk kalau ada cewek seksi kontroversi… Beda pendapat itu biasa” .. Helloooooo… Situ OKE ?????

Baca lebih lanjut

my chocolate life

Suka coklat? saya juga suka. Urusan sehat dan gigi keropos, itu soal lain. Yang jelas, coklat itu enak. Apalagi kalo gratis. (ya iyalah…) siapa yang tak mau dengan coklat? Mungkin karena takut gendut. Ya… itu sih berarti udah masuk dalam soal sehat. Soalnya, saya ga gendut. Makan coklat satu krat-pun juga mungkin tak akan gendut untuk saya. emang dasarnya tubuh saya begini. Dari dulu ya begini… Kurus dan tak bisa gemuk.

***

Eh, teman saya ada yg favorit dengan warna coklat. semuanya serba coklat. Bajunya banyak yang warna coklat. Bed covernya warna coklat semua. Kamarnya full of coklat. Saya sih cuma nanya, kenapa sih suka warna ga jelas itu? Ya… jawabannya simple, enak aja dilihat dan terlihat macho. Hm… Berarti dia udah ngomong soal warna dan identitas diri. Dan pasti dia akan menolak mentah-mentah yang namanya pink, karena identik dengan cewek. Okelah kalau begitu… dia suka coklat, saya suka biru… Maaf, kita berbeda, bro…

***

Saya punya 8 sepatu …(yang masih eksis saya gunakan)…

Baca lebih lanjut

Yang buruk bukan cerminnya, tetapi orangnya

“Kekatholikan saya justru dipertanyakan? Saya percaya Tuhan. Dan saya percaya Dia menuntun saya. Tapi saya sendiri tak pernah maksimal dalam melakukan apa yang diperintahkanNya”

2009 akan lenyap dan tak akan pernah bisa diulang. Tahun 2010 akan kita lewati. Apa yang harus kita lakukan di tahun depan? Untuk menentukan langkah selanjutnya, saya ingin menceritakan dulu tentang diri saya saat ini…

***

Saya orang yang ceplas-ceplos. Apapun bisa keluar dari mulut saya. Tapi saya tau, apa yang keluar dari mulut saya, bisa menjadi sebuah bumerang atau senjata yang bakal menyakiti orang lain. Oleh karenanya, saya harus banyak belajar, bahwa ceplas-ceplos saya itu perlu diatur dan ditata dalam lingkungan dan situasi tertentu. Itulah waktu dimana saya belajar untuk memahami orang lain.

Saya bisa berbicara seenak saya sendiri, karena saya merasa mulut saya adalah milik saya. Saya berani menyuarakan yang tidak saya sukai. Ditambah lagi, sifat saya yang keras kepala. Sekali tidak tetaplah tidak. Sekali ‘iya’ akan dilakoni sampai mati-matian. Itulah saya yang seringkali menentang arus tanpa memandang situasi dan kondisi yang ada. Cuma ingin menghalalkan segala keinginan.

Kemudian…

Baca lebih lanjut

Antara Aku dan Jepang

Minggu lalu saya datang ke festival Hellofest 2009 di Balai Kartini – Jakarta. Salah satu acara yang menarik dari festival ini adalah peragaan cosplay. Cosplay merupakan peragaan pakaian beserta aksesoris dan rias wajah yang menyerupai tokoh-tokoh anime, manga, dongeng, pemain, penyanyi, musisi idola dan sebagainya.

Para cosplayer (sebutan untuk pemakai cosplay) ini menggunakan bermacam-macam kostum yang menarik, unik dan beragam. Ada yang berdandan ala Kotaro Minami – Ksatria Baja Hitam sampai ada juga yang menggunakan kostum Gatotkaca. Memang, cosplay di Hellofest ini masih didominasi oleh tokoh-tokoh manga, anime dan superhero asal Jepang.

Namun, ada juga peserta cosplay yang meniru gaya penyanyi group asal Taiwan, F4. Ada juga yang menggunakan kostum tokoh-tokoh Star Wars. Pokoknya unik semua. Ada juga yang biasa, dan malah terkesan tidak jelas. Meskipun begitu, pengaruh Jepang masih tetap mendominasi.

Maklum, cosplay sendiri memang banyak dipengaruhi oleh budaya Jepang. Kosupure (bahasa Jepangnya cosplay) di Jepang, akan banyak ditemui di acara-acara konser group musik bergenre visual kei.

Nah… ini adalah kesekian kalinya, saya mulai bersinggungan dengan budaya Jepang. Saya selalu tertarik dengan seni dan kehidupan orang-orang Jepang. Saya kemudian mengingat-ingat lagi, bukan kali ini saja saya bersinggungan dengan hal-hal yang berbau jepang-jepangan.

Saya akan menceritakan sedikit tentang singgungan saya dengan Jepang.

Baca lebih lanjut