Selamat Pagi Roma: 5 Tempat Menarik di Kala Pagi

Jika kita memiliki waktu sangat terbatas untuk berkunjung ke suatu kota. Ini rahasianya: bangunlah pagi, rasakan mentari hangat yang baru muncul dan datanglah ke tempat-tempat menarik di pagi hari. Niscaya, Anda akan semakin takjub melihat cahaya mentari pagi. Ketika kemarin mendapat kesempatan ke Roma, Italia. Sayapun menyempatkan waktu di pagi hari mengunjungi beberapa tempat yang luar biasa indah ketika pagi hari. Ini dia beberapa tempatnya:

  1. Basilika Santo Petrus

Bagi Anda yang ke Roma, sempatkan diri mengunjungi Basilika St. Petrus di pagi hari. Memang kita tidak akan bisa masuk ke dalam basilika ini namun pandanglah basilika dari lapangan basilika di depannya ketika pagi hari. Anda akan melihat kubah yang didesain oleh seniman Michaelangelo ini bagai mahkota bertahta emas dan berlian. Sungguh indah dan cantik. Dari kejauhan, mahkota ini sungguh luar biasa detail.

Basilika Santo Petrus tampak pagi hari dengan bulan yang masih terlihat.

Basilika Santo Petrus tampak pagi hari dengan bulan yang masih terlihat.

Baca lebih lanjut

CERBUNG: Antara Solo dan London (Part 1)

Antara Solo dan London (credit photo: allposters.co.uk)

Antara Solo dan London (credit photo: allposters.co.uk)

“Rio… Aku pulang tanggal 17 bulan ini”

Begitu pesan Felis yang kuterima di WhatsApp pagi ini. Felis adalah gadis cantik asli Semarang. Menyebut namanya, mengingatkanku pada pertemuan kami 2 tahun silam dalam perjalanan dari Jakarta menuju London.

“Ada acara apa di Inggris?” tanyaku pada Felis saat di dalam pesawat.

“Kuliah master, Pak! Kebetulan dapat beasiswa di sana,” sementara wajahku mengernyit seolah menolak untuk disebut ‘Pak’. Dia pikir berapa usiaku?

“Eh… saya kan masih usia 27. Kenapa manggil, Pak? Udah keliatan tua?”

“Ah… Maaf. Bukan keliatan tua sih, tapi bingung mau manggil apa. Aku panggil kak aja kalo gitu…,”katanya.

“Kak boleh juga. Tapi Rio aja lebih enak kayaknya…”

“Rio…hmm… Kenapa kalo denger kata ‘Rio’ selalu terbayang Brazil ya? Aku Felis,” ujarnya sambil mengajakku bersalaman.

Bermula dari perkenalan singkat, aku tahu Felis adalah wanita yang mudah bergaul. Dia mempesona. Gaya bicaranya menawan. Kalau dia ikut seleksi putri Indonesia, pasti lolos jadi finalis. Felis termasuk gadis yang cerdas. Sepanjang perjalanan menuju London, dia banyak bercerita tentang perkembangan arsitektur di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Arsitektur adalah ilmu yang akan dia dalami di studi masternya di London.

Dia menjelaskan padaku tentang tata kota Jakarta yang sudah tak masuk akal. Sebuah bahan pembicaraan yang tak pernah menarik perhatianku tetapi justru membuatku harus memikirkannya lantaran wanita manis berambut hitam legam sepundak ini. Baca lebih lanjut

SEBUAH LAGU NATAL: Tiga Roh Berhasil Mengubah Kehidupannya

Poster Drama Musikal SEBUAH LAGU NATAL - Vox Angelorum Choir

Drama musikal ini diadaptasi dari sebuah drama musikal yang diangkat dari Novel kisah natal yang sangat legendaris “A Christmas Carol” karya Charles Dickens. Novel ini menceritakan tokoh pria tua bernama Ebenezer Scrooge yang kaya raya namun sangat kikir.

Sehari menjelang perayaan Natal, Scrooge masih bekerja di kantornya bersama pegawainya yaitu Bob Cratchit. Selain kikir, Scrooge juga terkenal dingin dan tak pernah peduli dengan orang lain.

Scrooge menganggap bahwa hari Natal itu sama seperti hari-hari lainnya. Tidak ada bedanya. Orang yang datang kepadanya untuk meminta sumbangan Natal pun ditolak. Anak-anak yang menyanyikan lagu Natal juga diusirnya. Scrooge anti Natal.

Suatu malam, Scrooge didatangi roh temannya yang sudah meninggal, Jacob Marley. Marley adalah roh yang terbelenggu rantai dan selalu gentayangan. Marley datang dengan maksud ingin menolong Scrooge supaya tidak senasib dengannya, yakni mati penasaran. Hal itu terjadi karena semasa hidupnya, Marley hanya memikirkan masalah bisnis saja. Dia juga kikir dan hidup anti-sosial. Marley memperingatkan Scrooge bahwa 3 hari kemudian akan datang 3 arwah kepadanya, yaitu Roh Masa Lalu, Roh Masa Kini dan Roh Masa Depan.

Kedatangan 3 roh tersebut benar-benar menyadarkannya. Scrooge mendapat nasehat dan pelajaran yang sangat berharga dari 3 roh tersebut. Scroogepun tersadar dan segera memberikan beberapa kejutan Natal untuk orang-orang di sekitarnya. Scrooge juga menyisihkan uang bagi para pengemis.

Dia tidak pernah didatangi oleh roh lagi. Namun pelajaran yang ia dapatkan dari ketiga roh tersebut selalu tertanam di hati Scrooge. Kira-kira apa yang diberikan 3 roh tersebut kepada Scrooge sehingga dia sadar?

Ikuti kisahnya dalam drama musikal “SEBUAH LAGU NATAL” yang dipersembahkan oleh Vox Angelorum Choir. Drama musikal ini melibatkan lebih dari 60 anggotanya. Didukung dengan tata lampu dan tata suara yang epic, drama musikal ini akan membawa penontonnya pada kesadaran akan pentingnya manusia untuk berbagi dan mengasihi sesamanya. Kikir dan sifat jahat pada akhirnya hanya akan membinasakan diri sendiri.

***

Paduan Suara Vox Angelorum Choir akan menampilkan kehandalan suara setiap anggotanya. Kemampuan beradu peran dan berakting dalam cerita legendaris ini juga hendak ditunjukkan bagi Anda yang menyukai pertunjukan drama. Inilah penampilan perdana Vox Angelorum dalam sebuah drama musikal.

Informasi:
Drama Musikal Natal “SEBUAH LAGU NATAL”
diadaptasi dari Charles Dickens’ A CHRISTMAS CAROL
A New Musical by KEITH FERGUSON & BRUCE GREER

Minggu, 7 Desember 2014 pk 18.30 WIB
di Auditorium Gereja Maria Bunda Karmel

INFO & TIKET:
Ines – 0812 8233 3090
Gita – 0815 1300 6271
Rufina – 0819 0559 1729

Sebuah Rahasia Asrama VanLith

17 MEI 2014. SELAMAT HARI VANLITH.

Masa remaja saya dibentuk oleh kehidupan asrama. Selama tiga tahun (saat SMA), saya tinggal bersama dengan ratusan anak-anak rantau lainnya dan tinggal di Asrama VanLith, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Asrama tersebut dipergunakan untuk menampung seluruh siswa siswi yang bersekolah di SMA PANGUDI LUHUR Van Lith (wajib asrama).

Beberapa orang awam (khususnya umat Katholik) sudah tahu tentang sekolah VanLith (VL). Yang sudah tahu tentang VL biasanya mengorelasikan dengan kedisiplinan, kepandaian, anak-anak pilihan dan hal-hal positif lainnya. Tidak salah memang, tetapi tidak juga demikian. Dengan membawa nama besar Pastur VanLith, sebagai salah satu Pastur yang membawa misi ke-Katholik-annya yang khas di tanah Jawa, sekolah VanLith menanamkan nilai-nilai luhur yang dahulu pernah diajarkan oleh sang Pastur kepada murid-muridnya kala itu.  Baca lebih lanjut

Soal Menikah dan “Kapan nikah?”

"Semua akan indah pada waktunya..." (source: http://ashtonphotography.co.uk/)

“Semua akan indah pada waktunya…” (source: http://ashtonphotography.co.uk/)

Di usia saya yang semakin bertambah, pertanyaan sekitar “Kapan menikah?” kerap masuk ke telinga saya. Wajarlah demikian karena rekan-rekan saya (seumuran) yang belum menikahpun juga mendapat pertanyaan yang sama. Tentunya mereka memiliki reaksi sendiri-sendiri, tetapi hampir sebagian besar merasa panas hati dan gerah ketika pertanyaan itu dilontarkan, baik dari orangtua, saudara maupun tetangga. Begitu juga dengan saya, dalam hati sebal dan berpikir: “ngapain sih nanya-nanya”. *kipas-kipas*

Karena saya merasa tidak nyaman dengan pertanyaan demikian, sayapun berusaha tidak bertanya pada teman yang -saya tahu- belum menikah. Saya tahu rasanya ditanya seperti itu, jadi saya tidak melontarkan hal yang sama. Banyak juga, orangtua dari temen-temen saya yang menanyakan hal itu pada saya. Biasanya, jawaban saya adalah: “saya sudah menikah kok…tapi diem-diem…” sambil nyengir.

Baca lebih lanjut

Pari, Aku Merindukanmu

Author Khaled Hosseini, author of "And the Mountains Echoed," poses for a photo before a book signing event at Barnes & Noble on Tuesday, May 21, 2013 in New York. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP) - diambil dari: Denverpost.com

Author Khaled Hosseini, author of “And the Mountains Echoed,” poses for a photo before a book signing event at Barnes & Noble on Tuesday, May 21, 2013 in New York. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP) – diambil dari: Denverpost.com

Bahagianya kita sebagai manusia jika suatu hari menemukan seseorang yang telah lama hilang kini kembali. Seseorang yang selalu kita nantikan, seseorang yang selalu ada di dalam hati dan seseorang yang benar-benar menjadi bagian dari hidup kita. Bahkan sampai berpuluh-puluh tahun pada akhirnya kembali ke pelukan kita. Kira-kira itulah inti cerita dari novel Khaled Hosseini yang berjudul And The Mountains Echoed

Ini buku ketiga Khaled Hosseini yang saya baca. Dua buku sebelumnya, The Kite Runner dan A Thousand Splendid Suns pernah saya baca beberapa tahun sebelumnya. Ketiga buku Khaled ini memiliki cerita dengan latar belakang negara yang sama, Afghanistan. Di buku yang ketiga ini, digambarkan juga kisah tentang Eropa dan sedikit soal Amerika.

*** Baca lebih lanjut

9 Jam, 9 Gua Maria dan 9 Novena

Tiba-tiba saya diajak seorang teman untuk berdoa. Cara doanya sedikit unik. Dia ingin berdoa di depan 9 Gua Maria di Jakarta dalam sehari. Saya pikir ini adalah sesuatu yang tidak biasa. Saya iyakan untuk bergabung dengannya. Lagipula saya juga sangat amat jarang berdoa devosi khusus pada Bunda Maria, apalagi di depan Gua Maria. Kami berangkat, hanya berdua saja.

Setiap gereja Katholik biasanya memiliki Gua Maria. Bentuknya bisa jadi tidak berupa gua buatan, tetapi hanya patung Bunda Maria dikeliling taman. Akhirnya kami pilih 9 Gua Maria di 9 tempat berbeda. Berbekal buku Novena Tiga Salam Maria, semangat dan sedikit nekat, akhirnya Sabtu (12 April 2014) kemarin, saya dan teman saya ini menyusuri jalanan Jakarta. Panas, Hujan lebat, lapar, kucel dan ngantuk, jadi satu.

Dan inilah petualangan di 9 Gua Maria yang kami kunjungi kemarin: Baca lebih lanjut