Dibalik MELAMAR

Hola!,

Awal tahun baru ini, tepatnya di tanggal 2 Januari 2016 pukul 16.30, stasiun televisi NET TV menyiarkan acara reality show MELAMAR dengan edisi Saya dan Kristi. Banyak yang bertanya kepada kami, bagaimana bisa masuk tipi? Hihihi… Baiklah… akan dijawab…

Tapi kalau ada yang belum lihat tayangan acara MELAMAR, silakan dilihat dulu:

INI PART 1

INI PART 2

INI PART 3

Bagi pasangan yang bersepakat untuk melanjutkan jenjang pernikahan, biasanya ada acara bakar sate lamaran. Tidak semua sih… ini hanya biasanya saja… Daaaan sering kita mendengar cerita tentang lamaran-lamaran romantis dari seorang lelaki kepada perempuan pasangannya. Romantis itu memang relatif, tergantung bagaimana kita merasakannya. Betul kan? Setiap pasangan memiliki definisi romantis yang berbeda-beda. Dan pada umumnya, wanita suka dengan hal-hal berbau romantis seperti ini. Umumnya lho… tapi memang ada yang tidak umum.

DSC02559Suatu ketika, saya melamar Kristi ketika makan di sebuah mal. Tanpa cincin, tanpa ucapan basa-basi, tanpa bunga mawar merah bertanda cinta. Saya hanya bilang, saya ingin menjadi pasangan hidupnya kelak, sebagai suami. Dan jawabannya ‘iya, saya mau’. Itu sudah. Boro-boro romantis, ngomong aja belepotan sama sambel dan soto. Simpel dan tidak berkesan. Fiiiuuuhh…

Waktu berlalu, kemudian saya tanyakan kembali ke Kristi: “Hal romantis apa sih yang ingin kamu lakukan berdua denganku?”. Jangan mikir macem-macem dulu… Jawabannya adalah: “Aku ingin dilamar, layaknya dilamar.” (seperti orang kebanyakan, mungkin). Karena ‘lamaran’ pertama yang saya lakukan, ga ada greget-gregetnya sama sekali (mungkin ya…). Mencoba memahami kalimatnya dan mencoba memahami wanita. Betul kata Ada Band, “Karena Wanita Ingin Dimengerti”. Okelah, saya dapat poinnya. Intinya, harus ngelamar ulang nih… dengan sedikit effort untuk bisa memahami.

Kemudian saya berpikir, bagaimana caranya supaya lamaran ‘yang kedua’ ini bisa memberikan (1) sesuatu yang terbaik dari yang saya miliki, (2) memberikan kesan yang tidak bisa dilupakan seumur hidup kami, dan (3) memberikan kejutan yang tidak disangka oleh Kristi. Saya memutar stir otak untuk mencari ide. Bukankah wanita ingin dimengerti, Mas Bro? Daaaan…. AHA! Tercetuslah ide untuk menggembar-gemborkan lamaran ini melalui media Televisi. Ikutlah saya di program acara NET TV, dengan judul ME LA MAR.

Beklah… Misi dimulai.

  1. Kirim e-mail dulu ke NET TV dengan alamat: melamar@netmedia.co.id. Kira-kira beginilah E-mail saya:

Dear Net TV,

Saya ingin mendaftarkan diri saya untuk acara MELAMAR di NET TV. Saya Anwar Riksono (usia 29 tahun). Beginilah kisah cinta kami…

Kami sudah saling mengenal sejak tahun 2012 melalui komunitas paduan suara bernama Vox Angelorum. Bla….bla….bla…. (saya cerita soal bagaimana awal kami pacaran…)

Saya menyatakan cinta saya ke Kristi di sebuah coffee shop di Bandara Internasional Kuala Lumpur (waktu kami transit di Malaysia). Bla…bla….bla…. (cerita bagaimana awal jadiannya….) Berangkat ke Itali Jomblo, tiba-tiba sampai di Roma kami sudah pacaran. Bla…bla..bla…

Kami sudah merencanakan sebuah pernikahan di tahun depan, yakni ….bla….bla….bla… Melalui Net TV, saya ingin mendaftarkan diri sebagai pelamar. Konsepnya sih sederhana: flashmob paduan suara. …bla…bla…bla… Suatu ketika, dia pernah minta saya menyanyikan lagu When You Say You Love Me (Josh Groban) sampai sekarang saya belum mewujudkannya. Saya ingin mewujudkannya di acara MELAMAR.

Agak panjang. Tapi berbobot. Bah!

  1. Menunggu informasi dari NET TV (tik….tok….tik….tok…. Kurang lebih 1 minggu saya menunggu ketidakpastian… #Halah)
  2. Dihubungi oleh Mas Kharis (dari NET TV) via WhatsApp, kemudian kami janjian bertemu di kantornya NET di Kuningan. Kami membicarakan konsep lamaran. Konsep ini harus berbeda, menarik dan yang pasti “menjual” untuk sebuah tayangan TV.
  3. Eksekusi (syuting) pra pelamaran secara diam-diam. Bagi para pelamar, kalian harus pandai-pandai ngeles (baca: bo’ong dikit-dikit) + harus bisa menjaga rahasia acara lamaran ini dari si cewek. Kalau mau kerjasama dengan teman-teman, usahakan pilih teman yang bisa menjaga rahasia juga. Ini trik supaya kejutannya benar-benar berhasil. Sementara bohong-bohong kecil dulu, biar surprisenya semakin We O We (WOW).
  4. Eksekusi Pelamaran. Pastikan semua masih terjaga kerahasiaannya. Buat konsep yang benar-benar membuat ceweknya mengharu biru. Semakin berlinang air mata di pipi, semakin bagus acaranya, ratingnya semakin tinggi.
  5. Eksekusi pasca pelamaran. Nah ini dia, para pelamar ditantang untuk tetap syuting setelah lamaran. Harus punya waktu khusus untuk mendapatkan gambar tambahan. Tenang saja, semua akan dibantu oleh tim NET TV dan Host yang kece, mas Temmy Rahadi.
  6. Setelah semua selesai syuting dan editing. Silakan menikmati sajian acara Anda sendiri di NET TV. Jangka waktu dari mulai ngajuin konsep ke NET TV sampai dengan tayang di TV kira-kira 2 bulan.

DSC02565

Nah, begitu jalan ceritanya kenapa bisa masuk ke NET TV. Tapi ada hal yang menarik lho dari pengalaman saya ikutan di acara MELAMAR dengan NET TV ini:

  1. Awalnya, saya merencanakan untuk mengadakan lamaran di tengah-tengah Mal. (awalnya di Central Park) tanggal 15 November 2015. Dan tiba-tiba, H-1, pihak Central Park membatalkan kerjasama untuk syuting acara lamaran. Dueeeeeeeenggg… Skenario berubah… Jadwal akhirnya diganti ke tanggal 22 November 2015. Panik luar biasa, bahkan sampai jam 10 malam, kita masih cari tempat untuk lokasi syuting esok harinya.
  2. Karena diganti ke 22 November, banyak temen-temen choir yang awalnya bisa ikut, menjadi tidak bisa ikut karena sudah banyak yang membuat acara sendiri. Duh, untung pas hari H lamaran (tanggal 22 November) lumayan banyak yang datang. Ini juga membuat panik.
  3. Pas tanggal 22 November itu, sebenernya Kristi juga ga bisa datang, karena ada acara nikahan temennya. Sebisa mungkin dengan cara se-rahasia mungkin, harus bisa diajak ke tempat pelamaran.
  4. Tempat pelamaran di tanggal 22 November adalah di BSD. Ya Tuhan…. Ini tempatnya jauuuuuuh banget dari peradabanku selama ini. Kasian juga teman-teman yang dari Jakarta, harus rela datang ke Tangerang untuk mendukung penuh acara ini. Fiuuuh… Tapi dengan dipindahkannya ke tempat ini, kayaknya lebih oke dan lebih bagus. Tempatnya enak dan lebih private. Coba kalau beneran jadi di mal, pasti malah lebih kacau.
  5. Konsep yang romantis berbiaya, sedikit-dikit dihilangkan. Saya sih minta ada yang main piano dengan piano grand warna putih. Akhirnya ga dapet juga. Tapi gapapa, konsep romantisnya masih dapet.

DSC02568

Ini jawaban saya kalau ditanya temen:

  • Itu acaranya bohongan ga sih?
    • Yaelaaaaaah… Masa iya, saya ngelamar anak orang pake bohong-bohongan. Bisa dirajam dunia akhirat dong ya. Ga ada yang bohong. Itu memang acara melamar betulan.
  • Trus ceweknya tau ga, kalau ada acara itu?
    • Sama sekali ga tau. Dan semua dirahasiakan. Kristispun juga ga tau kalau akan ada acara kayak begini. Jadi, semua ekspresi yang ditunjukkan Kristi waktu syuting itu ya apa adanya itu.
  • Masak dia sama sekali ga tau?
    • Suweeeer! Dia ga tau. Ketika kutanya, dia memang agak-agak curiga, aku mau ngelamar. Tapi tidak sampai berpikir bahwa ini akan melibatkan banyak orang dan akan masuk ke TV juga. Ujung-ujungnya dia kaget dan mencoba menggunakan hashtag #SudahKuduga
  • Itu kok ada drama-dramanya?
    • Drama itu sebagai pemanis cerita. Sebuah masakan tidak akan enak kalau hanya bahan bakunya saja. Perlu ada bumbu untuk menambah rasa, sehingga acara itu menjadi semakin menggebu-gebu untuk ditonton. Tapi semua drama itu memang benar terjadi dan divisualisasikan kembali.
  • Trus dibayar ga sama NET TV?
    • Tidak ada bayar-bayaran. Tapi semua peralatan, dekorasi, lokasi, konsumsi untuk talent disediakan oleh NET. Kalau host-nya dibayar sih wajar. Kerjaannya kan itu. Saya Cuma menyediakan cincin, memikirkan konsep dan mempersiapkan keberanian.

Jadi gimana? Tertarik ikutan reality show ini?

DSC02589

Foto: Dokumentasi Pribadi – dari Raymon

6 thoughts on “Dibalik MELAMAR

  1. Itu seriusan ga ada bayar2 yaa.. ?? 100%? Mohon infonya.. karena saya ingi referensikan untuk sodara saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s