8 Pertanyaan Paling Banyak untuk Pengantin Baru

WeddingBulan Juli 2016 lalu kami melangsungkan pernikahan. Betapa bahagianya bisa menikmati kehidupan baru sebagai sepasang suami-istri. Dalam acara pernikahan sendiri, seringkali kita bertemu dengan para tamu undangan. Esoknya, ketika kita sudah mulai menjalani aktivitas rutin di kantor, di masyarakat dan di komunitas kita tinggal, para pengantin baru (khususnya ya kami ini…. ) seringkali diserbu oleh berbagai pertanyaan. Berdasarkan pengalaman kami, pertanyaan apa saja yang diutarakan orang-orang di sekitar kami?

  1. Gimana rasanya?

Kalau pertanyaannya seperti ini, pasti kami jawab: “Legaaaaa….”. Ya gimana ga lega, dengan urutan acara yang menghabiskan waktu berhari-hari, dengan persiapan berbulan-bulan yang harus kami detailkan, dengan keribetan yang sangat menghabiskan tenaga dan pikiran, akhirnya selesai juga seluruh rangkaiannya.  Kebetulan kami berdua sangat puas dengan acara akad (sakramen pernikahan) kami di Jakarta dan resepsi di Solo. Walaupun ada jeda 2 minggu dari acara itu, kami sebenarnya justru lebih merasa berdebar-debar tak terkira, bahkan di puncak-puncak acara 2 event besar kami ini.  Pada akhirnya semua selesai… syukurlah… fiuhhh… bisa bernafas dengan normal kembali.  Jadi… disitulah letak kelegaan kami berdua… Baca lebih lanjut

Iklan

Tentang Antusiasme Bekerja

Pada pertengahan 2015 lalu, saya naik pesawat Malaysia Airlines menuju Kuala Lumpur. Seperti yang kita tahu, perusahaan maskapai penerbangan Malaysia (waktu itu) tengah dirundung persoalan pelik. Setelah kasus pesawat MH370 dan MH17, perusahaan ini semakin terpuruk karena beban keuangan yang (sepertinya) sangat sulit diselesaikan.

Persoalan ini berdampak juga pada pilihan calon penumpang untuk memilih Malaysia Airlines sebagai maskapai penerbangan mereka. Keadaan semakin menyulitkan perusahaan ini untuk bisa bangkit. Citranya buruk di mata publik karena peristiwa beruntun yang mendera perusahaan ini.

Kembali ke pengalaman saya terbang bersama Malaysia Airlines. Ketika mulai dari check in di bandara, saya mulai memperhatikan bagaimana karyawan-karyawan maskapai penerbangan ini memberikan layanan kepada customernya (termasuk saya), di tengah kondisi perusahaan yang seperti itu. Baca lebih lanjut

Sejuta harapan di Bulan Penuh Cin(t)a

Menarik lho… Tahun Baru Cina ada di bulan penuh cinta… Yap.. Februari. (bukannya tiap tahun juga begitu ya??? hehehe…..) Postingan tahun lalu, blog ini cuma ucapan selamat hari valentine dari saya tentunya. Sebenarnya tak ada hubungannya tahun baru imlek dan hari valentine. Ini cuma bisa-bisanya saya saja yang mau-maunya nulis tentang cinta dan cina.

Tanggal 14 februari adalah hari valentine. Dan di tahun 2010, Hari Valentine bebarengan dengan Hari Imlek atau Tahun Baru Cina. Menarik bukan??? *ah.. biasa aja tuh (apalagi orang yang ngga suka dengan saya). Ya gapapa sih.. bagi Anda yang merasa biasa saja, saya ngga memaksa untuk seperti saya. Tapi secara pribadi, hal itu tetap menarik lho..

Saya sedang merancang… Apa yang akan saya lakukan di Bulan Februari ini? Apa yang harus saya lakukan untuk orang-orang Cina dan orang-orang yang saya Cintai. Harusnya, sih… yang namanya menyebarkan kasih cinta tak hanya di bulan penuh cinta ini. Kapanpun harus menyebarkan Cinta. Ya kan? *paling tidak itulah yang saya terima ketika seorang pastor berkotbah tentang cinta kasih di atas mimbar gereja.

Persiapan saya justru banyak yang jauh dari urusan begituan.. *meski saya tetap mempersiapkan diri memberikan sesuatu untuk kekasih hati saya di bulan ini… Bulan Februari tahun ini justru membuat saya harus banyak refleksi dan mengagendakan persiapan-persiapan hidup yang lain. *cuih.. bahasa yang amat berat, war... Tapi saya suka dengan refleksi diri. Hasil refleksi itu harusnya menjadi bahan saya untuk bisa memacu lebih baik.

Saya tak mau mengumbar tentang hal-hal apa yang saya persiapkan. Semua akan penuh kejutan. Sayapun tak banyak berencana, hanya mengikuti arus dan berusaha yang terbaik. Prinsip saya nih…(halah… ) Saya hidup, bisa membuat senyum untuk orang lain… Kalau hidup saya cuma bisa menjadi beban dan derita orang lain. Lebih baik saya dihindari. Lebih baikpun saya tidak ada di depan Anda. Nah, itu mungkin bagian dari refleksi. membuat diri saya lebih berharga untuk sesama. (waaaaksss… makin berat nih omongannya)

Selamat mencintai orang lain… Selamat Tahun Baru cina. semoga Anda terhibur karena kedatangan saya…

Product Availability & Switching Product

Pemasaran dan display suatu produk dalam alur kegiatan jual produk bagi perusahaan, adalah komponen bisnis yang penting. Kalau sudah diproduksi dengan baik, sebuah barang hendaknya bisa dipasarkan dengan sesuai target dan segmen yang hendak disasar dari produk itu sendiri. Ini adalah awal dan ujung sebuah proses bisnis. Keberpindahtanganan suatu produk dari produsen hingga ke tangan konsumen adalah hal utama yang tetap harus dijaga prosesnya.

Bayangkan, jika produk itu sudah diproduksi secara cermat, bagus, dikemas dengan menarik, bahkan dihasilkan dari sebuah riset penelitian ilmiah luar negeri, tetapi barangnya susah sekali didapatkan oleh calon pembeli. Oleh karenanya, usaha produsen memasarkan, juga harus tetap menjaga secara cermat, apakah produknya tersebut memang benar-benar sampai di masyarakat yang disasarnya. Dan benar-benar berada di tangan konsumen.

Saya punya cerita yang menarik, (sebenarnya biasa… tapi mungkin ini adalah permainan bisnis perusahaan dan seringkali dialami oleh banyak orang), mengenai availability product dan kemungkinan untuk switching product.

Baca lebih lanjut

Antara Aku dan Jepang

Minggu lalu saya datang ke festival Hellofest 2009 di Balai Kartini – Jakarta. Salah satu acara yang menarik dari festival ini adalah peragaan cosplay. Cosplay merupakan peragaan pakaian beserta aksesoris dan rias wajah yang menyerupai tokoh-tokoh anime, manga, dongeng, pemain, penyanyi, musisi idola dan sebagainya.

Para cosplayer (sebutan untuk pemakai cosplay) ini menggunakan bermacam-macam kostum yang menarik, unik dan beragam. Ada yang berdandan ala Kotaro Minami – Ksatria Baja Hitam sampai ada juga yang menggunakan kostum Gatotkaca. Memang, cosplay di Hellofest ini masih didominasi oleh tokoh-tokoh manga, anime dan superhero asal Jepang.

Namun, ada juga peserta cosplay yang meniru gaya penyanyi group asal Taiwan, F4. Ada juga yang menggunakan kostum tokoh-tokoh Star Wars. Pokoknya unik semua. Ada juga yang biasa, dan malah terkesan tidak jelas. Meskipun begitu, pengaruh Jepang masih tetap mendominasi.

Maklum, cosplay sendiri memang banyak dipengaruhi oleh budaya Jepang. Kosupure (bahasa Jepangnya cosplay) di Jepang, akan banyak ditemui di acara-acara konser group musik bergenre visual kei.

Nah… ini adalah kesekian kalinya, saya mulai bersinggungan dengan budaya Jepang. Saya selalu tertarik dengan seni dan kehidupan orang-orang Jepang. Saya kemudian mengingat-ingat lagi, bukan kali ini saja saya bersinggungan dengan hal-hal yang berbau jepang-jepangan.

Saya akan menceritakan sedikit tentang singgungan saya dengan Jepang.

Baca lebih lanjut

kamu adalah hobimu

Hobi saya banyak. Tapi kalau disebut hobi, mungkin tidak terlalu cocok. Biasanya, yang namanya hobi itu sudah mendalam dan bisa dikatakan holic dan gila-gilaan. Saya sih tidak punya hobi yang amat mendalam seperti itu… saya cuma senang pada sesuatu…

Okelah.. berarti kita sebut sebagai kesenangan saja…

Saya punya banyak kesenangan (agak aneh kedengarannya kalau pakai kata kesenangan, tapi ya… ngga apa-apa).

Beberapa kesenangan saya adalah: menggambar, melukis, menyanyi, browsing, chating, menulis, bermain musik, bercerita, bersepeda, memotret-motret, jalan-jalan menelusuri kota, dan olahraga lari. Banyak kan??? (Kalau ‘berbohong’ termasuk salah satu hobi ngga ya??? hehehe… sepertinya ini kebiasaan buruk, bukan hobi)

Mengapa saya menulis tentang kesenangan saya?

Begini ceritanya…

Awal Desember ini, saya tiba-tiba ingin merasakan warna-warni dunia dan kehidupan. Dan biasanya, warna-warni itu identik dengan keceriaan, kebahagiaan dan pesta. Nah, keceriaan itu bisa kita asosiasikan dengan dunia anak-anak.

Baca lebih lanjut

Pabrik Anak = Tukang Bikin Anak

Ingin punya Anak? Atau jengah dengan kelakuan Anak Anda? Hm… padahal, mungkin anak Anda cuma 1, tapi capeknya minta ampun untuk mengurusnya. Kadang merasa gerah dengan kelakuannya. Meski demikian, sebagai orangtua, pasti akan merindukannya jika sedetik tak bertemu.

Jangan terlalu mengeluh jika Anda punya anak. Syukurilah jika Anda memiliki anak, apalagi cuma 1. Banyak pasangan yang belum bisa dikaruniai anak.

Ngomong-ngomong soal anak. Ini ada cerita ekstrim tentang Anak. Sebenarnya ini adalah masalah sosial biasa, tapi sepertinya lucu juga…

***

Beberapa waktu lalu saya ke Manila. Di sana, saya dijadwalkan mengunjungi sebuah daerah kumuh (layaknya daerah-derah kumuh Jakarta, khususnya di bantaran kali dan pinggir pantai di Jakarta Utara) di daerah BASECO (Bataan Shipyard Corporation Compound). Orang sering memanggil tempat itu sebagai:

Baca lebih lanjut