Tentang Antusiasme Bekerja

Pada pertengahan 2015 lalu, saya naik pesawat Malaysia Airlines menuju Kuala Lumpur. Seperti yang kita tahu, perusahaan maskapai penerbangan Malaysia (waktu itu) tengah dirundung persoalan pelik. Setelah kasus pesawat MH370 dan MH17, perusahaan ini semakin terpuruk karena beban keuangan yang (sepertinya) sangat sulit diselesaikan.

Persoalan ini berdampak juga pada pilihan calon penumpang untuk memilih Malaysia Airlines sebagai maskapai penerbangan mereka. Keadaan semakin menyulitkan perusahaan ini untuk bisa bangkit. Citranya buruk di mata publik karena peristiwa beruntun yang mendera perusahaan ini.

Kembali ke pengalaman saya terbang bersama Malaysia Airlines. Ketika mulai dari check in di bandara, saya mulai memperhatikan bagaimana karyawan-karyawan maskapai penerbangan ini memberikan layanan kepada customernya (termasuk saya), di tengah kondisi perusahaan yang seperti itu. Baca lebih lanjut

Iklan