Sebuah Rahasia Asrama VanLith

17 MEI 2014. SELAMAT HARI VANLITH.

Masa remaja saya dibentuk oleh kehidupan asrama. Selama tiga tahun (saat SMA), saya tinggal bersama dengan ratusan anak-anak rantau lainnya dan tinggal di Asrama VanLith, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Asrama tersebut dipergunakan untuk menampung seluruh siswa siswi yang bersekolah di SMA PANGUDI LUHUR Van Lith (wajib asrama).

Beberapa orang awam (khususnya umat Katholik) sudah tahu tentang sekolah VanLith (VL). Yang sudah tahu tentang VL biasanya mengorelasikan dengan kedisiplinan, kepandaian, anak-anak pilihan dan hal-hal positif lainnya. Tidak salah memang, tetapi tidak juga demikian. Dengan membawa nama besar Pastur VanLith, sebagai salah satu Pastur yang membawa misi ke-Katholik-annya yang khas di tanah Jawa, sekolah VanLith menanamkan nilai-nilai luhur yang dahulu pernah diajarkan oleh sang Pastur kepada murid-muridnya kala itu.  Baca lebih lanjut

Silakan pilih: Cowok Cantik atau Cewek Macho

Sudah beberapa waktu saya tak mengisi blog ini. Yah… begitulah kesibukan saya sekarang ini. Ini cuma alasan saya untuk menghindar dari tuduhan teman-teman yang menyatakan “Blog-mu kok ga ada yang update? Udah males ya?”…

Untuk yang namanya nge-blog, tak ada kata malas untuk saya. Bukannya malas, lagi-lagi karena kesibukan. Okelah… saya akan menceritakan sedikit apa yang saya alami sekarang.

By the way, saya menulis blog ini ketika di Surabaya, dinas kantor yang membuat saya bisa sedikit menjernihkan pikiran yang telah diracuni oleh sumpeknya Jakarta. *Surabaya tak sesumpek Jakarta kok.. Meski dinilai sebagai kota nomor dua terbesar setelah Kota Metro nan bangsat Jakarta.

***

Hal yang menyenangkan ketika dinas di Surabaya adalah bertemu dengan kawan dan sahabat. Ada dua sahabat yang saya temui di Surabaya. (dan teman-teman yang lain tentunya). Tapi, hari kedua di Kota Rawon Setan ini, saya bertemu dengan 2 sahabat saya yang cukup lama tidak saya temui.

2 orang ini punya karakteristik yang berbeda. Jelas donk.. setiap orang kan punya nilai sifat sendiri-sendiri. Saya menyukai kedua pribadi mereka sejak SMA. Selain terkenal pintar, mereka berdua juga cukup aktif dalam organisasi di Kampus SMA. Salah satunya pernah saya tulis di tulisan saya sebelumnya, yaitu Si Cowok ‘Riadi’ Cantik dan satu lagi adalah si Cewek ‘Ayu’ Macho. *Ini sebutan saya sendiri…

Mereka berdua dulunya memang terkenal pintar. Kalau ga percaya, coba baca ini….. Nah, bener kan? Kalau dibandingkan dengan saya… ya .. saya tak ada apa-apanya. *Saya dulu sih cuma sok-sok’an ikut organisasi, menang bacotan dan menang lobi sana-sini.

Baca lebih lanjut

Pahamilah siapa yang Anda ajak bicara

Malam hari, saya mencoba ngobrol dengan teman lama via YM Chat. Maklum, di malam hari kegiatan ngobrol-chating adalah ajang curhat dan mempererat pertemanan, bagi saya.

Suatu ketika, saya ngobrol dengan teman saya yang sudah lama sekali tidak bertemu. Mungkin 1 tahun saya tidak bertemu dengannya. Teman SMA dulu.

Saya menyapanya terlebih dahulu. Karena saya mendengar dari teman yang lain bahwa dia sakit. Kebetulan, saya ini dipercaya untuk menjadi Koordinator Angkatan untuk teman alumni se- angkatan SMA yang berjumlah 145 orang. (SMA Pangudi Luhur van Lith Muntilan – Angkatan 11)

Saya ceritakan dulu, agak melenceng juga dari cerita saya… tapi gapapa, saya ceritakan… Sebagai KotAng (singkatan dari Koordinator Angkatan), punya kewajiban moral untuk mengetahui bagaimana kondisi teman-temannya. Ini penting untuk data angkatan dan juga menjaga tali silaturahmi dengan teman-teman. Bagaimanapun juga, dulu ketika SMA di asrama, kehidupan saya dan teman-teman begitu dekat. Nah, inilah yang ingin saya jaga di antara teman-teman.

Dengan demikian, tugas informal yang berada di pundak saya ini, mengharuskan saya untuk mengenal semua karakter dan sifat teman-teman saya ini. Nah, dari 145 teman, saya hampir semua tau karakternya, tau banyak apa yang terjadi dengan teman saya, dan tahu mereka bekerja dan sekolah dimana. Meski sedikit-sedikit, tetapi cukuplah untuk memberitahukan ke teman lain kalau-kalau ada yang nanya: “War, si itu sekarang dimana ya?“.. “War, katanya dia mau merit ya?“.. “War, dia sekarang pacaran sama siapa?“… Berita itu sih cukup…

Kembali ke cerita tentang salah satu teman saya tadi… Saya memulai chating dengannya. Dan saya harus tau, siapa yang saya ajak bicara dan kira-kira jawaban apa yang akan saya dapatkan. Beginilah transkrip chating saya dengan teman ini tadi.

Baca lebih lanjut

mengenang van Lith & berbagi kasih

sumpah.. males banget nulis ceritanya…

Pokoknya ini ada acara di van lith, sekolah SMA ku dulu… sama temenku si Oon dan Pras, tentu saja dengan bojoku si Lani. Si Oon kuliah di Univ. Sanata Dharma Jogja. si Pras kuliah di NTU Singapore.. pas djancuknya satu itu lagi balik ke indo…