CERBUNG: Antara Solo dan London (Part 1)

Antara Solo dan London (credit photo: allposters.co.uk)

Antara Solo dan London (credit photo: allposters.co.uk)

“Rio… Aku pulang tanggal 17 bulan ini”

Begitu pesan Felis yang kuterima di WhatsApp pagi ini. Felis adalah gadis cantik asli Semarang. Menyebut namanya, mengingatkanku pada pertemuan kami 2 tahun silam dalam perjalanan dari Jakarta menuju London.

“Ada acara apa di Inggris?” tanyaku pada Felis saat di dalam pesawat.

“Kuliah master, Pak! Kebetulan dapat beasiswa di sana,” sementara wajahku mengernyit seolah menolak untuk disebut ‘Pak’. Dia pikir berapa usiaku?

“Eh… saya kan masih usia 27. Kenapa manggil, Pak? Udah keliatan tua?”

“Ah… Maaf. Bukan keliatan tua sih, tapi bingung mau manggil apa. Aku panggil kak aja kalo gitu…,”katanya.

“Kak boleh juga. Tapi Rio aja lebih enak kayaknya…”

“Rio…hmm… Kenapa kalo denger kata ‘Rio’ selalu terbayang Brazil ya? Aku Felis,” ujarnya sambil mengajakku bersalaman.

Bermula dari perkenalan singkat, aku tahu Felis adalah wanita yang mudah bergaul. Dia mempesona. Gaya bicaranya menawan. Kalau dia ikut seleksi putri Indonesia, pasti lolos jadi finalis. Felis termasuk gadis yang cerdas. Sepanjang perjalanan menuju London, dia banyak bercerita tentang perkembangan arsitektur di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Arsitektur adalah ilmu yang akan dia dalami di studi masternya di London.

Dia menjelaskan padaku tentang tata kota Jakarta yang sudah tak masuk akal. Sebuah bahan pembicaraan yang tak pernah menarik perhatianku tetapi justru membuatku harus memikirkannya lantaran wanita manis berambut hitam legam sepundak ini.

Aku tak paham dengan arsitektur. Tapi perjalanan berjam-jam itu membuatku tahu, betapa Singapura memikirkan betul perkembangan tata kotanya demi kehiupan anak cucu masyarakat Singapura. Felis juga yang menjelaskannya dengan detail.

“Kalau di Jawa, buatku kota yang paling hebat itu Solo,” kata Feliz sambil menikmati orange jus-nya.

“Eh… Aku dari Solo lho,”

“Serius, Rio?” tanyanya kaget

“Iya. Lahir di Solo, besar di Solo. Cuma kuliahnya aja di Jakarta. Solo itu kota yang damai. Masyarakatnya adem ayem. Tapi kalo sekali dibuat emosi, wuiiiihhh… marahnya bukan main,”. Aku memandangnya, wajahnya tersenyum.

“Pengalaman politik orang-orang Solo memang begitu ya. Tahun 1998 kerusuhannya juga berdampak luar biasa. Seluruh bangunan-bangunan di kota-kota hancur. Pasca reformasi, Megawati batal jadi presiden, masyarakatnya membakar kantor walikotanya. Emosinya meluap-luap kalo dipancing,” kata Felis menjelaskan.

“Cerdas! Kamu kok tahu banyak soal Solo? Keluarga di Solo?”. Aku masih penasaran dengan asal-usul gadis ini.

“Ayahku masih keturunan Mangkunegara ketujuh. Kebetulan Solo akan menjadi bahan penelitian masterku nanti. Tata kotanya menarik,”

“Serius?”

“Kok kaget gitu. Biasa aja kali,” katanya tersenyum.

Aku masih ingat betul, senyumannya waktu pertemuan kami pertama kali. Aku juga masih ingat apa saja yang menjadi bahan pembicaraan kami selama lebih dari 12 jam di penerbangan yang sama. Setelah tiba di London, kami saling bertukar e-mail. Berharap bisa bertemu kembali selama kami di London.

Peristiwa itu adalah kunjungan keduaku ke London. Training selama 3 bulan di London membuatku sedikit bernafas lega dari seluruh aktivitas kantor yang sering membuat pusing kepala. Bertemu dengan Felis tentu saja sebagai angin segar.

Di pintu kedatangan bandara, Felis sudah dijemput oleh orang dari universitasnya. Sementara aku masih menunggu kenalan yang juga bersedia menjemputku.

Felis berpamitan kepadaku. Dia harus segera meninggalkan bandara. Dia berlalu bersama dengan orang universitasnya dan satu koper besar yang setia menemaninya menuju Eropa. Aku terus memandang kepergiaannya. “Sebuah awal yang indah untuk perjalanan ke London” pikirku sambil memegang kertas bertuliskan nama lengkap dan e-mailnya. SANG FELISIA CANDRASARI.

Bersambung…

@anwariksono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s