Soal Menikah dan “Kapan nikah?”

"Semua akan indah pada waktunya..." (source: http://ashtonphotography.co.uk/)

“Semua akan indah pada waktunya…” (source: http://ashtonphotography.co.uk/)

Di usia saya yang semakin bertambah, pertanyaan sekitar “Kapan menikah?” kerap masuk ke telinga saya. Wajarlah demikian karena rekan-rekan saya (seumuran) yang belum menikahpun juga mendapat pertanyaan yang sama. Tentunya mereka memiliki reaksi sendiri-sendiri, tetapi hampir sebagian besar merasa panas hati dan gerah ketika pertanyaan itu dilontarkan, baik dari orangtua, saudara maupun tetangga. Begitu juga dengan saya, dalam hati sebal dan berpikir: “ngapain sih nanya-nanya”. *kipas-kipas*

Karena saya merasa tidak nyaman dengan pertanyaan demikian, sayapun berusaha tidak bertanya pada teman yang -saya tahu- belum menikah. Saya tahu rasanya ditanya seperti itu, jadi saya tidak melontarkan hal yang sama. Banyak juga, orangtua dari temen-temen saya yang menanyakan hal itu pada saya. Biasanya, jawaban saya adalah: “saya sudah menikah kok…tapi diem-diem…” sambil nyengir.

Suatu ketika, saya ikut misa perkawinan dari 2 sahabat saya, Dena dan Andre. Kemudian sang pastur berkhotbah “Jangan Anda menanyakan pada oranglain ‘Kapan kamu menikah’, ‘Kapan mau punya anak’, dan pertanyaan pribadi lainnya. Anda sungguh tidak sopan karena pertanyaan Anda memasuki wilayah pribadi seseorang dengan Tuhannya”. Saya cengar cengir, semacam punya seseorang yang membela saya (dan membela teman-teman saya yang belum menikah).

Teman saya punya saran yang sebenernya agak kasar “Kalau kamu ditanya kapan menikah, bertanyalah kembali…’kapan kamu mati? Nanti aku dateng deh di pesta pemakamanmu.” Ah… nampaknya jawaban demikian tidak cocok dan tidak sopan kalau dilontarkan pada orang yang lebih sepuh. Tetep jawaban saya adalah: “udah nikah kok…. tapi diem-diem…” *cengar cengir lagi*

Barangkali sudah banyak beredar joke atau lawakan soal “Kapan Nikah?”. Sebuah stasiun radio juga menanyakan pada pendengarnya, apa jawaban kamu kalo ditanya kapan nikah. Di twitter ada banyak orang membuat lawakan soal Kapan nikah. Di path banyak orang posting soal jodoh dan kapan nikah berbentuk meme atau teks. Semua orang sepertinya memiliki kecemasan yang sama soal pertanyaan kapan nikah dan memberikan reaksi dengan lawakan yang membuat kita senyam-senyum.

Tentunya semua sepakat, menikah itu tidak mudah. Jaman juga berubah, kini orangtuapun tak bisa memaksa anaknya untuk menikah. Menjalani pernikahanpun bukanlah hal sederhana (Kalau SEDERHANA, itu namanya warung makan.. begitulah salah satu lawakannya).

Beberapa kata bijak yang seringkali membuat telinga panas (minimal buat 2 telinga saya) adalah: “Semua pasti bisa dilalui, asal kamu punya niat aja…” atau “Terlalu banyak memilih-milih, lama lama hilang semua…” Kalimat bijak di jaman sekarang, bisa jadi tidak bijak jika diterapkan. Semoga yang belum menikah, setuju dengan pernyataan saya ini.

Mengingat beberapa kali saya ditanya demikian, saya jadi memiliki banyak referensi jawaban yang tentunya bisa dipakai. Jangan bertanya kepada saya soal efektivitas jawaban ini pada sikap orang yang bertanya pada Anda. Tapi minimal, jawaban-jawaban ini lebih bijak dibandingkan jawaban teman saya tadi. Inilah contoh jawaban ketika ditanya: kapan kamu nikah?

1. “Saya sudah menikah, tapi diam-diam…” Bohong, tapi dia ga akan bertanya lagi, soalnya nikahnya diam diam. Dan kita hanya diam ketika ditanya. Kan diam-diam? Ya to?

2. “Saya fokus kerja dulu, mau nabung beli BMW 10 biji. Kan enak kalau nanti istri/suaminya diajak naik BMW.” Jika perlu, tunjukkan buku tabungan Anda saat ini, tunjukkan semua investasi yang Anda lakukan, tunjukkan semua kekayaan yang Anda timbun. Pastikan Anda lebih kaya dari orang yang nanya tadi…

3. “Saya belum siap nikah, karena belum ada dananya. Kalau nanti kamu datang ke pernikahan saya, kamu mau konsumsinya sambel sama krupuk” …yang nanya pasti jadi mikir 2 kali. Soal keuangan itu biasanya sensitif.

4. “Saya belum punya jodoh…” Ini jawaban terlalu jujur, tapi tampilkan dengan muka sejelek-jeleknya. Kemungkinan akan ada 2 jawaban dari si penanya: “aku cariin mau ga?” Atau “ya itu derita lo…” Kalau kita tidak sakit hati dengan pernyataan ini, bolehlah dicoba.

5. “Saya sedang mempersiapkan… semoga akhir tahun ini…” Entah mempersiapkan apa, yang penting bilang aja sedang mempersiapkan.

6. “Saya ingin menikah, tetapi dia masih berstatus istri/suami orang lain.” Kemudian bergosiplah dengannya, percayalah…gosip itu selalu menjadi hal yang paling menyenangkan untuk orang yang suka kepo dan yang suka nanya Kapan Nikah. Lebay-kanlah cerita yang Anda karang dan Anda buat sendiri.

7. “Saya sedang berusaha keras!!!! cari sana sini!!!! saya udah deketin terus!!! udah keluar duit banyak!!!! tapi jodoh kan ada di tangan Tuhan.” Sampaikan dengan cara menggebu gebu, seperti sedang orasi di depan istana negara. Percayalah, si penanya akan berkata dalam hati “Sinting!!!!”

8. “Eh si Marshanda dan si Ben mau cerai lho… udah denger ceritanya belum?” Alihkan perhatian pada gosip terbaru di TV, bisa soal perceraian maupun perselingkuhan artis. Dan sedikit terangkan bahwa perceraian dan perselingkuhan adalah musuh pernikahan yang kejam. Hal itu tidak mau terjadi pada Anda.

9. *pura-pura budheg*

Kira-kira begitulah contoh-contoh jawaban kalau ditanya soal menikah. Terserah Anda mau pilih yang mana. Kalau mau ditambahkan sendiri sih boleh aja. Yang penting jawabannya sopan, sedikit bijak dan banyak ngeles. Bhahahahak….Ingat ya kata si pastur, menikah itu urusan individu, jangan menjadi manusia yang suka mengurusi persoalan individu.

Sebagai penutup, saya cuma ingin mengatakan “Semua akan indah pada waktunya…”

16 thoughts on “Soal Menikah dan “Kapan nikah?”

  1. Waehehe keren mas kereen jd nambah referensi jawaban buatkuu hahaha…Jujur aja sapa sih yang ga gerah ditanyain begituan seolah-olah ga laku dan bla bla bla….trus juga “kata bijak“ yang suka muncul dibilang terlalu pilih tuh bikin kesel juga….Apalagi pernikahan Kat****k sekali seumur hidup…gabisa cerai seenaknya kaan….

    Anyway tengkyu tulisannya mas….Semoga menguatkan yg lain juga bahwa semua indah pada waktuNya. “Karena rencanaKu bukan rencanamu dan jalanKu bukan jalanmu“.
    #khotbahdikit^^

  2. Pertanyaan ini sama halnya dgn gua yg ditanya “uda punya anak blm? Nikah nya uda lama kan?”
    Gua uda punya strategi utk jawabannya.
    * kalau gua jawabnya “blm, santai aja sih kita, sedikasihnya Tuhan saja” *konotasi cuek. Reaksi org yg bertanya adalah menyiangi kita dgn ceramahan klise “uda buruannnn…jgn main2 lagi, umur makin tua, nanti anakmu msh kecil ketika kamu pensiun, kasiann….bla bla bla…” intinya di judge sbg pasangan yg blm pengen punya anak

    * kalau gua jawabnya “iya nihhh sedih deh, uda berusaha banget cek ke dokter sana sini, program ini itu tapi yaaa apa mau dikata, blm dipercaya Tuhan untuk memiliki anak” *konotasi curhat tak berdaya
    Reaksi orgnya “oh santai ajaaaa….masih mudah gini, pasti nanti dikasih, nikmati aja waktu berduanya. Pergi jalan2 ajaaa…”

    Keliatan kan bedanya bro? Dan gua lbh banyak pake jawabn kedua. Hahahaha terapin aja ke jawaban “kapan nikahmu” itu lihat perbedaan reaksinya.

  3. Sip…sip…. Jadi tau kalo denger jawaban Anwar, reaksinya mesti gimana…..🙂

    Btw, jadi kapan Nikah War??? *kabooooooorrrrr*

  4. Wuih… Ci Awen ini emang super sekali kalo komen ya. Selalu bikin wah… memang betul, setiap reaksi kita akan selalu mengundang reaksi orang lain. Istilahnya, apa yg kita tabur, pastilah itu yg akan tumbuh….

  5. A: “jadi kapan giliran kamu nikah nih?”
    B:”Papa….anak kita nanyain kamu terus, kapan kamu main ke rumah? aku sudah rela kamu kawin siri, masih kau suruh kawin lagi?sungguh durjana kamu Pa…durjana..!!!”
    (jawab keras2, biar seisi gedung tau)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s