Pari, Aku Merindukanmu

Author Khaled Hosseini, author of "And the Mountains Echoed," poses for a photo before a book signing event at Barnes & Noble on Tuesday, May 21, 2013 in New York. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP) - diambil dari: Denverpost.com

Author Khaled Hosseini, author of “And the Mountains Echoed,” poses for a photo before a book signing event at Barnes & Noble on Tuesday, May 21, 2013 in New York. (Photo by Charles Sykes/Invision/AP) – diambil dari: Denverpost.com

Bahagianya kita sebagai manusia jika suatu hari menemukan seseorang yang telah lama hilang kini kembali. Seseorang yang selalu kita nantikan, seseorang yang selalu ada di dalam hati dan seseorang yang benar-benar menjadi bagian dari hidup kita. Bahkan sampai berpuluh-puluh tahun pada akhirnya kembali ke pelukan kita. Kira-kira itulah inti cerita dari novel Khaled Hosseini yang berjudul And The Mountains Echoed

Ini buku ketiga Khaled Hosseini yang saya baca. Dua buku sebelumnya, The Kite Runner dan A Thousand Splendid Suns pernah saya baca beberapa tahun sebelumnya. Ketiga buku Khaled ini memiliki cerita dengan latar belakang negara yang sama, Afghanistan. Di buku yang ketiga ini, digambarkan juga kisah tentang Eropa dan sedikit soal Amerika.

***

Diceritakan, seorang kakak beradik, Abdullah dan Pari. Pari adalah gadis kecil yang penurut sedangkan kakaknya, Abdullah adalah sosok kakak yang selalu berusaha melindungi adiknya. Sebuah kejadian pilu memaksa mereka harus berpisah. Pari “dibeli” oleh seorang keluarga kaya, pasangan majikan dari Paman Pari. Situasi Afghan yang semakin tidak kondusif membawa Pari dan Nila Wahdati (Ibu Angkat Pari) pergi meninggalkan Afghanistan dan berangkat ke Paris.

Pari tumbuh dewasa di Eropa bahkan sampai di usia tua. Dia hidup bahagia dengan anak-anak dan cucunya. Meski sudah bahagia, Pari masih dibayangi kenangan yang samar-samar tentang masa lalunya. Sepertinya dia punya saudara, sepertinya dia bukan dari tanah Eropa, sepertinya dia memiliki banyak kenangan di Afghan.

Satu persatu, takbir cerita itu terbuka. Keinginan untuk mencari saudaranya yang hilang, Abdullah, semakin menguat di dalam hatinya, meski usia Pari sudah tak lagi muda. Puluhan tahun dia tidak bertemu dengan Abdullah. Sebuah rentetan kejadian membuat Pari -pada akhirnya- bertemu dengan Abdullah. Namun, pertemuan mereka terjadi dalam situasi dan kondisi yang sudah tidak tepat.

Karena penyakit, Abdullah sudah tak lagi mampu mengingat siapa Pari. Pertemuannya dengan Pari digambarkan secara sederhana oleh Khaled, tetapi saya bergidik ketika membacanya. Saya benar-benar bisa merasakan kerinduan pada dua orang yang tidak pernah bertemu puluhan tahun.
***

Buku Ketiga Khaled: And The Mountains Echoed

Buku Ketiga Khaled: And The Mountains Echoed

Satu-satunya alasan mengapa saya membaca buku And The Mountains Echoed ini karena Khaled. Dia mampu membawa saya untuk kembali “menjenguk” Afghanistan dan merasakan betul bagaimana nasib masyarakat Afghan yang selalu digambarkan sebagai korban dari pertikaian sosial di Afghanistan. Bahkan, novel A Thousand Splendid Suns sudah tiga kali saya baca. Berulang dan tetap mengharukan.

Novel  And The Mountains Echoed setebal 512 halaman ini sebenarnya mudah dipahami. Tetapi menurut saya, banyak bagian-bagian yang sebenarnya tidak perlu diceritakan. Mungkin Khaled ingin sesuatu yang berbeda. Kisah-kisah yang tidak biasa ditampilkannya. Jadi, setelah saya selesai membaca, saya berpikir ulang: lantas, cerita yang bagian itu, maksudnya untuk apa? Menceritakan apa?

Novel yang ketiga ini menurut saya tidak sedramatis dua novel sebelumnya. Kalau digambarkan dalam sebuah film, saya merasa bahwa ini novel yang lebih banyak nuansa cinta dibandingkan nuansa dramanya. Tapi saya sih tetap menyarankan untuk membaca novel ini.

***

Pada akhirnya, orang yang selalu ada di hati dan telah mewarnai hidup kita, selamanya akan tinggal di hati. Mereka akan kembali, mengetuk perasaan kita, dan membawa kita kembali pada kebahagiaan abadi. Meskipun pada awalnya, kehilangan itu tetaplah menyakitkan…

 

2 thoughts on “Pari, Aku Merindukanmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s