9 Jam, 9 Gua Maria dan 9 Novena

Tiba-tiba saya diajak seorang teman untuk berdoa. Cara doanya sedikit unik. Dia ingin berdoa di depan 9 Gua Maria di Jakarta dalam sehari. Saya pikir ini adalah sesuatu yang tidak biasa. Saya iyakan untuk bergabung dengannya. Lagipula saya juga sangat amat jarang berdoa devosi khusus pada Bunda Maria, apalagi di depan Gua Maria. Kami berangkat, hanya berdua saja.

Setiap gereja Katholik biasanya memiliki Gua Maria. Bentuknya bisa jadi tidak berupa gua buatan, tetapi hanya patung Bunda Maria dikeliling taman. Akhirnya kami pilih 9 Gua Maria di 9 tempat berbeda. Berbekal buku Novena Tiga Salam Maria, semangat dan sedikit nekat, akhirnya Sabtu (12 April 2014) kemarin, saya dan teman saya ini menyusuri jalanan Jakarta. Panas, Hujan lebat, lapar, kucel dan ngantuk, jadi satu.

Dan inilah petualangan di 9 Gua Maria yang kami kunjungi kemarin:

  1. Gua Maria Gereja Santo Kristoforus Grogol (pkl. 11.53 WIB)

Tujuan pertama adalah Grogol. Karena kami janjian ketemu di Mall Citraland. Jarak Mall Citraland ke Grogol tidak jauh. Naik mobil mungkin hanya 10 menit. Gua Maria ini juga terletak dalam kompleks sekolah BHK.

Gua Maria Gereja Santo Kristoforus Grogol

Gua Maria Gereja Santo Kristoforus Grogol

  1. Gua Maria Gereja Santa Perawan Maria Katedral Jakarta (pkl. 12.34 WIB)

Dari Grogol, kami menuju Gereja Katedral Jakarta, melewati Harmoni, Juanda kemudian memutar di Gedung Kesenian Jakarta. Tibalah kami di Katedral.

Gua Maria Gereja Santa Perawan Maria Katedral

Gua Maria Gereja Santa Perawan Maria Katedral

  1. Gua Maria Gereja Santa Theresia Menteng (pkl. 13.09)

Perhentian ketiga adalah gereja di kawasan elit Menteng. Dari Katedral, kami melewati Juanda, Istana Negara, Medan Merdeka, Sudirman dan berbelok ke kiri ke arah Menteng, setelah Sarinah. Di sini, kita sekalian makan Soto Mie di kantinnya. Hihihi…

Gua Maria Gereja Santa Theresia Menteng

Gua Maria Gereja Santa Theresia Menteng

Selingan: Setelah meninggalkan Gereja Theresia Menteng, hujan deras mendera… Udah mau putus asa, tapi semangat dan niat tidak terkalahkan… hahahaha…

Hujan deras mendera. Semangat tetap membara

Hujan deras mendera. Semangat tetap membara

  1. Gua Maria Immaculata – Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta (pkl. 14.08)

Dari Menteng, kami melewati Bundaran HI menuju ke selatan. Lurus saja untuk mengarah ke Unika Atma Jaya. Di sana ada Gua Maria Immaculata yang diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II waktu kunjungan ke Indonesia.

Gua Maria Immaculata – Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta

Gua Maria Immaculata – Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta

  1. Gua Maria Gereja Kristus Salvator Petamburan (pkl. 15.06)

Sebenarnya ini adalah tujuan keenam. Tetapi ketika melihat putaran di Taman Ria Senayan yang macetnya luar biasa, maka dari Unika Atma Jaya, kami langsung ke Salvator. Dari Unika Atma Jaya, kami melewati Kolong Semanggi, kemudian mengarah ke Senayan dan ke Perempatan Slipi. Dari Slipi ke kanan, sampailah ke Salvator.

Gua Maria Gereja Kristus Salvator Petamburan

Gua Maria Gereja Kristus Salvator Petamburan

  1. Gua Maria Gereja Kristus Raja Pejompongan (pkl. 15.36)

Dari Salvator, kami kembali lagi ke area Pejompongan. Kami kembali ke Slipi, kemudian masuk ke rel kereta menuju pejompongan. Dari Perempatan pertama pom bensin, belok kanan. Lurus saja dan ketemulah Gereka Kristus Raja Pejompongan. Gereja ini seperti oase di tengah keriaan Jakarta yang superpadat.

Gua Maria Gereja Kristus Raja Pejompongan

Gua Maria Gereja Kristus Raja Pejompongan

  1. Gua Maria Gereja Santo Andreas Kedoya Green Garden (pkl. 16.50)

Dari Pejompongan, kami keluar kembali ke arah Slipi. Kemudian melewati Stasiun Palmerah Patal Senayan dan menuju ke arah Permata Hijau. Dari Permata Hijau tinggal luruuuuuuss aja ke arah Green Garden. Di Perempatan Green Garden masuk ke kiri. Sampai di gereja ini, Misa Sabtu Palma sudah dimulai.

Gua Maria Gereja Santo Andreas Kedoya Green Garden

Gua Maria Gereja Santo Andreas Kedoya Green Garden

  1. Gua Maria Gereja Maria Kusuma Karmel Meruya (pkl. 17.48)

Saya dan teman saya ini tidak hapal jalan ke Maria Kusuma Karmel. Berbekal Google Maps, kami berangkat dari Green Garden melewati Kedoya. Menyusuri pinggir tol sampai Gedung Kawan Lama, kemudian menyeberang kembali, berjalan ke arah Meruya. Gerejanya agak masuk-masuk, harus bertanya kepada beberapa orang. Sampai di sini, udah mulai gelap, jadi fotonya juga gelap.

Gua Maria Gereja MKK

Gua Maria Gereja MKK

  1. Gua Maria Gereja Maria Bunda Karmel Tomang (pkl. 18.51)

Dari Meruya, kami ke perhentian terakhir, di MBK. Dari Meruya, kami melewati jalan yang sebelumnya kami lewati, Menuju arah Kebon Jeruk, melewati samping tol kebon jeruk dan sampailah di MBK. Sampai di sini sudah sangat gelap, Jadi fotonya juga gelap. Hihihi…

 

Gua Maria Gereja MBK

Gua Maria Gereja MBK

Akhirnyaaaaaaaaa… Selesai juga petualangan rohani kita hari ini. Berangkat sekitar pukul setengah 12 siang, dan akhirnya sampai juga di perhentian terakhir sekitar pukul setengah 7 malam. 6 jam lebih di dalam perjalanan rohani. (ga rohani-rohani banget sih… soalnya di tengah jalan sambil ngomongin orang… bhahahahak…). Badan lengket dan kucel. Tapi tetap tidak mematahkan semangat kami untuk mengakhirinya dengan mengikuti Misa Sabtu Palma di Gereja Maria Bunda Karmel pukul 7 malam. Hahahaha… Pas Misanya sih ngantuk-ngantuk. Tak apalah, yang penting kami punya semangat yang sama untuk berdoa dan mempersiapkan Paskah ini dengan setenang mungkin. Fiuuhh… 9 jam sudah dalam dekapan Tuhan dan Ibu Maria.

Perjalanan yang menyenangkan ini, akhirnya berakhir dengan kepuasan batin. Bisa berdoa, bisa berserah pada Bunda. (bisa lihat tulisan saya di Restu Maria) Saya kembali bersenandung Nderek Dewi Mariyah. Ibu Maria itu tidak akan meninggalkan kita dan senantiasa melindungi kita dari segala cobaan, tantangan dan bahaya.

Ndherek Dewi Maria, temtu geng kang manah.
Boten yen kuwatosa, ibu njangkung tansah.
Kanjeng ratu ing swarga, amba sumarah samya.
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana.
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana.

Nadyan manah getera, dipun godha setan.
Nanging batos engetnya, wonten pitulungan.
Wit sang Puteri Maria, mangsa tega anilar.
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana.
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana.

Menggah saking apesnya, ngantos kelu setan.
Boten yen ta ngantosa, klantur babar pisan.
Ugeripun nyenyuwun, ibu tansah tetulung.
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana.
Sang Dewi, Sang Dewi mangestonana.

Selamat mempersiapkan Paskah 2014!!!

Foto: dok. pribadi

4 thoughts on “9 Jam, 9 Gua Maria dan 9 Novena

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s