Terima kasih 2013

Selamat Tahun BaruDi tengah keriuhan masyarakat dunia untuk menyambut tahun baru 2014, saya juga ingin larut di dalamnya. Tentunya dengan cara yang berbeda, dengan cara saya sendiri, menulis. Sesuatu yang sebenarnya tidak pernah saya lakukan untuk menyambut tahun baru. Tetapi sekali-kali perlu juga berbagi refleksi. Dan jangan pernah lupa, bahwa bersyukur atas apa yang sudah kita dapatkan di tahun-tahun sebelumnya adalah sebuah kewajiban. Berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung kita dalam setiap pencapaian di tahun 2013 adalah sebuah keharusan. Bayangkan, tanpa merekapun, apalah artinya hidup kita. Demikian intro dari saya.

***

Hingga saya menulis hal ini, saya belum memiliki rencana untuk melakukan hal-hal yang spesial di tahun depan (2014), saya juga belum punya plan dengan cara seperti apa saya akan melakukan selebrasi pergantian tahun. Tetapi mari kita mulai dari hal yang kecil dulu: mengingat-ingat apa yang telah saya dan kita lakukan di 2013: Apa yang sudah saya capai di 2013? Apa yang sudah saya lakukan untuk pengembangan diri dan keluarga saya? Berapakah karya saya yang berguna bagi orang lain? Berapa novel yang sudah saya lahap dalam setahun terakhir ini? Berapa tulisan yang sudah saya masukkan di blog ini untuk sekedar melampiaskan perasaan? Dari hal yang sangat general, sampai dengan pemikiran yang remeh temeh seperti itu.

Di tahun 2013, terdapat ribuan momen yang sudah saya lewati. Awal tahun 2013 adalah masa yang cukup berat, tapi toh saya masih hidup dan (syukurlah) sehat sampai dengan sekarang. Bahkan di pertengahan tahun 2013, saya masih bisa menghirup udara Eropa bersama teman-teman. Akhir tahun juga masih diberi hadiah luar biasa dari perusahaan. Sama seperti tahun 2007, dimana saya mendapatkan penghargaan Mahasiswa Terbaik saat itu di kampus. Jadi, 2013 bagi saya adalah masa yang berwarna-warni, memberikan pengalaman baru dan seru.

Tapi sepertinya 2013 adalah tahun ke-egoisan diri saya yang meningkat. Saya semakin tak memikirkan kesehatan diri, saya merasa semakin tak dekat dengan keluarga, saya semakin urung berkumpul dengan teman-teman. Saya menyadari saya menjadi pribadi yang penyendiri dengan alasan terlalu sibuk dengan pekerjaan. Bukan saya sendiri yang merasa, tetapi ada teman yang juga mengatakan demikian: “Anwar yang sekarang sepertinya berbeda.” Sebuah catatan untuk perjalanan hidup saya. Entah perbedaan itu membuat saya lebih baik atau tidak, saya sulit menganalisisnya. Karena banyak hal yang kita tidak tahu, tapi orang lain lebih tahu.

Belum selesai me-list pencapaian di 2013, kitapun sudah dihadapkan pada daftar pengharapan kita di tahun 2014. Ini juga PR yang berat bagi orang-orang yang menyadari arti penting pencapaian dan pengembangan diri. Dan celakanya, saya termasuk kelompok orang yang ada di dalamnya. Mungkin hanya sebuah bagian euforia pergantian tahun saja, -yang dikonstruksi bagi masyarakat modern- sehingga setiap orang diminta untuk memiliki resolusi. Padahal tidak ada yang memaksa untuk menjadi yang terbaik, atau minimal memberikan yang baik.

Tetapi dalam pikiran dan hati saya, berubah untuk menjadi pribadi yang baik adalah sebuah keharusan. Kalau perusahaan punya Key Performance Indicators (KPI), maka hendaknya setiap pribadi punya KPI sendiri untuk melakukan improvement. Bahkan setiap awal tahun, saya ingin begini dan ingin begitu, tetapi ya pada akhirnya hanya sebuah keinginan. Semua sirna tanpa ada eksekusi yang berarti. Barangkali saya harus belajar banyak dari Pak Jokowi yang cukup lihai untuk soal manajemen eksekusi, meski tujuannya hanya untuk merealisasikan keinginan pribadi.

Ngomong-ngomong soal 2014, saya akan coba membuat hidup saya untuk fokus pada lima hal: keluarga, kesehatan pribadi, keuangan, hobi dan Tuhan. Detailnya, mungkin tak akan saya jabarkan di sini. Tapi saya memang butuh untuk menjadi lebih baik di bagian-bagian tersebut. Bagaimanapun juga, setiap orang membutuhkan kehidupan yang lebih baik, sehat, nyaman dan menyenangkan. Tapi saya bisa cerita sedikit soal hobi: saya akan membuat target untuk berapa novel yang harus saya baca, berapa tulisan yang harus saya share di blog, dan berapa karya-karya tidak penting lainnya yang bisa saya hasilkan.

***

Apapun tujuan dan keinginan kita, kita sebenarnya tahu, semuanya tidak akan ada artinya jika tanpa usaha dan kerja keras kita. Satu lagi, karena kita memiliki iman dan kepercayaan, maka hati dan jiwa kita harus didukung dengan doa dan pemikiran yang positif. Percaya saja, semuanya akan berjalan dengan baik dan lancar di tahun 2014. Selamat menyambut tahun baru, dan sukses untuk kita semua. Amin. *tiup terompet*

2 thoughts on “Terima kasih 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s