JELAJAH PULAU TIMOR [BAGIAN 5]: DARI DILI HINGGA MANATUTO

Suasana perjalanan menuju distrik DILI

Suasana perjalanan menuju distrik DILI

Saya benar-benar menikmati perjalanan saya dari Mota Ain ke Dili. Capek tergantikan dengan pemandangan alam yang cukup menggairahkan untuk diambil gambarnya. Saya sama sekali tidak tidur, meskipun badan rasanya lemas karena  hampir menempuh perjalanan 7 jam. Saya banyak bercerita dengan saudara saya di mobil. Kami reunian. Menceritakan kisah-kisah Timor jaman pertama kali dia menginjakkan kaki di sini, sampai mengajari saya bagaimana menggunakan beberapa kata-kata sederhana dengan Bahasa Tetun, bahasa yang mayoritas digunakan warga Timor Leste.

Jika Anda memang berniat melakukan perjalanan darat dari perbatasan Mota Ain ke Dili, lebih baik jangan tidur. Banyak pemandangan luar biasa yang bisa dijadikan obyek foto di sana. Sepanjang perjalanan, Anda disuguhi dengan pemandangan pinggir pantai, perbukitan yang hijau, rumah-rumah tradisional yang sangat eksotik, hingga penjual-penjual pinggir jalan yang bervariasi, mulai dari ikan-ikanan, buah-buahan, hingga barang-barang bekas.

Tiga jam perjalanan dari perbatasan Mota Ain ke Dili. Melewati 3 Distrik yang ada di Timor Leste: Bobonaro, Liquica (Likuisa) dan Dili. Dan kini saya bisa menikmati Kota Dili yang terletak di pinggir pantai. Kami benar-benar baru memasuki Kota Dili sekitar pukul 17.00 Waktu Indonesia Bagian Tengah atau pukul 18.00 Waktu Bagian Timor Leste. Sejak merdeka, Timor Leste yang dulunya menggunakan Waktu Indonesia Bagian Tengah, kini menggunakan waktu sendiri, dan satu jam lebih cepat dari WITA. 

Jualan ikan di pinggir jalan sepanjang jalan Mota Ain ke Dili

Jualan ikan di pinggir jalan sepanjang jalan Mota Ain ke Dili

***

Patung Paus Yohanes Paulus II di Tasitolu - Distrik Likuisa.

Patung Paus Yohanes Paulus II di Tasitolu – Distrik Likuisa.

Taman sekitar Patung Paus Yohanes Paulus II

Taman sekitar Patung Paus Yohanes Paulus II

Sebelum memasuki Dili, saya diajak untuk mengunjungi patung Paus Yohanes Paulus II di atas bukit di daerah Tasitolu. Tasitolu adalah daerah yang berada di perbatasan antara Distrik Likuisa dan Distrik Dili. Yang terkenal di situ adalah Danau Tasitolu. Di sebelah danau tersebut terdapat sebuah bukit yang menjulang. Di ujung bukit itulah dibangun sebuah patung Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2008. Patung ini diresmikan oleh Presiden Ramos Horta. Patung itu sebagai sebuah tanda kenangan warga Timor atas kunjungan Bapa Suci ke Timor Timur saat itu pada tahun 1989. Maklum, 96,9% penduduk Timor Leste adalah Katholik. Dari atas bukit tempat patung itu berdiri, kita bisa melihat dengan jelas gambaran kota Dili dan juga Patung Kristus Raja yang sangat terkenal itu (meskipun sangat amat kecil.. hihihi)

Di atas bukit tempat patung Yohanes Paulus II itu juga terdapat sebuah kapel. Jika mobil ingin naik ke atas bukit, maka melewati jalur mobil yang sudah disediakan. Jika ada pejalan kaki yang ingin mendaki bukit, ada ratusan anak tangga yang siap untuk dinaiki dari. Mobil yang saya tumpangi akhirnya naik ke atas bukit, supaya kami ngga terlalu capek untuk naik ke atas. Kira-kira saya 1 jam menikmati keindahan Dili dari atas bukit di Tasitolu ini. Setelah itu saya kelaparan… hahahaha… SE CA RA.. seharian saya belum makan…

 

***

Suasana warung bakso di DILI

Suasana warung bakso di DILI

Mencari makan di pinggiran jalan Dili cukup banyak, terlebih jika kita berjalan di tengah kota dan pinggir pantai. Banyak jajanan pinggir jalan yang bisa ditemui. Hanya saja, untuk rasa dan kenikmatan memang berbeda. Oiya… bayarnya pake dollar Amerika ya. Jangan pake daun singkong. Hihihi…

Berputar-putar kota Dili, melihat dimana-mana banyak orang nongkrong, main bilyard di café-café sambil tertawa-tawa memegang minuman kaleng. Kayaknya hidup mereka bahagia-bahagia aja gitu. Bhahak… Beberapa ujung jalan di Dili terlihat seperti….. bayangkan dulu… Anda nonton Telenovela Maria Marcedes atau Rosalinda?… nah… situasinya mirip-mirip Amerika Latin gitu. Dan akhirnya ya, jauh-jauh ke Dili, kami makan BAKSO… hahaha… Mengapa kami memilih bakso? Kata saudara saya, Bakso hanya bisa ditemui di Dili. Sedangkan dia sendiri jarang ke Dili (karena tidak tinggal di Dili), sehingga ketika ke Dili, Bakso menjadi salah satu makanan yang menyenangkan.. hehehe…

***

Suasana Natal di Dili masih terasa. Di setiap ujung-ujung jalan, buanyak sekali pohon-pohon natal dan juga gua natal. Gua-gua Natal bertebaran di mana-mana. Ratusan atau bahkan ribuan pohon Natal kalau mau dihitung di Timor Leste. Semenjak perjalanan saya dari perbatasan Mota Ain ke Dili, saya melihat puluhan gua natal di pinggir-pinggir jalan. Gua-gua natal dan hiasannya dibuat sendiri oleh warga Timor Leste untuk menyambut Natal. Ada pihak gereja yang melombakan gua-gua Natal tersebut. Tidak hanya gua-gua Natal yang menambah suasana Natal di Dili. Warung Bakso tempat saya makanpun juga dihiasi pernak-pernik warna-warni untuk menyambut Natal dan Tahun baru.

Pengaruh barat (Portugis) yang masuk di Timor Leste, khususnya di Dili memang besar. Gadis-gadis menggunakan baju yang hanya bertali kutangpun bisa berkeliaran malam-malam. Masuk ke warung-warung, bersama keluarga-keluarga mereka. Café-café yang buka sampai larut di pinggir pantai. Banyak orang Jawa yang masih tinggal di sini pula, mencari pekerjaan dan bekerja di Dili. Bahkan, ada orang-orang Sragen (Jawa Tengah) yang datang ke Timor Leste untuk berdagang… nanti akan saya ceritakan di kisah selanjutnya ketika di Manatuto.

***

Mobil yang kita tumpangi selama di Timor Leste. Mobil orang sana begini semua.. hihihi..

Mobil yang kita tumpangi selama di Timor Leste. Mobil orang sana begini semua.. hihihi..

Setelah kenyang makan bakso, kami kembali ke keluarga besar di Dili. Saya disambut di sebuah rumah milik saudara dari suami saudara saya… (bingung kan… hahahaha…). Rumahnya besar, luas dan lapang. Tetua di situ adalah seorang Ibu yang tidak bisa bahasa Indonesia, meskipun pernah tinggal lama di Jawa. Kami disambut ramah, dan minuman kaleng tersedia juga. Saat itu, jam di HP saya menunjukkan pukul 20.00 WITA (artinya, jam 21.00 waktu setempat). Saya sengaja tidak mengganti waktu di jam handphone, supaya tetap tahu, jam berapa saya harus kembali ke Kefa – NTT.

Setelah beramah tamah dengan keluarga. Saudara saya bilang… “Malam ini kita akan ke Manatuto, ke rumah saya di sana. Perjalanan sekitar 1,5 jam…” Saya yang masih sangat capek dan lelah itu (+ belum mandi dan masih bau badan menyengat)…langsung shock… saya pikir akan tidur di Dili untuk malam ini… ternyata tidak… perjalanan saya masih dilanjutkan lagi ke distrik Manatuto… 1,5 jam lagi menuju ke sana… Saya bertanya pada ayah saya: “Bapak capek?” Bapak saya cuma tersenyum.. saya tahu dia capek.. tapi dia amat sangat senang sepertinya… Saya lanjut ceritakan: “Malam ini kita berangkat lagi ke Manatuto, dan kita tidur di sana. Perjalanan kita 1,5 jam. Sanggup?” Bapak saya bilang “Gapapa!” yeaaaaaayyyy… SAYA SIAAAAPPPPPPP!!!!!!

Ikuti lagi perjalanan saya ke Timor Leste di tulisan selanjutnya…. JELAJAH PULAU TIMOR [BAGIAN 6]: NAPAK TILAS DI MANATUTO

Danau Tasitolu di Distrik Likuisa

Danau Tasitolu di Distrik Likuisa

Keluarga di Dili. Kami disambut ramah.

Keluarga di Dili. Kami disambut ramah.

Foto: Dok. Pribadi

5 thoughts on “JELAJAH PULAU TIMOR [BAGIAN 5]: DARI DILI HINGGA MANATUTO

  1. tulisan yg mnarik. Saya pernah ke Dili lewat jalur darat dari Kupang, Belu. Perjalanan sangat mencengangkan, terutama pemandangannya yg luar biasa/

  2. Saya pernah ke Dili tahun 2010 perjalanan mengingatkan saya saat -saat saya di Timor Leste dari tahun 1981 sampai dengan 2009.Banyak kolega alumli SMEA Negeri Dili sekarang jadi pejabat, Khusunya kolega pajak. Dari Ende Flores salam buat kolega iha Baucau , Maliana dan keluarga di Dili Khususnya keluarga besar Mesquita di Bidau, Lecidere. Terima kasih.

  3. menarik sekali ulasan yang ditulis . membuat saya ingin ke sana.
    tapi untuk transport umum, adakah yang dari Mota Ainke Dili ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s