JELAJAH PULAU TIMOR [BAGIAN 2]: NATAL DI UJUNG TIMUR INDONESIA

Koor wilayah ikut berpartisipasi dalam misa natal.

Koor wilayah ikut berpartisipasi dalam misa natal.


Natal tahun 2012 adalah Natal yang cukup berbeda sepanjang sejarah hidup saya yang sudah berusia lebih dari seperempat abad ini. Cieeee… tuaaak banget ya… hihihi… Mengapa berbeda? Biasanya, ketika Natal, saya merayakannya bersama orangtua, kakak dan saudara-saudara di Solo. Tapi tahun ini, saya melalui malam Natal dan hari Natal di suatu tempat yang jauuuuh dari Solo, yakni di perbatasan Indonesia – Timor Leste, tepatnya di Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Saya akan menceritakan sedikit mengenai acara natalan saya di Kefa.

Gereja Katholik yang ada di Miomaffo Timur adalah Gereja Santo Andreas Tunbaba. Tunbaba itu kayaknya nama kerajaan gitu deh. Hihi… Ga terlalu ngerti juga. Yang Jelas, nama Santo Andreas ga pake embel-embel Tunbaba. Hehehe… Saya tinggal di rumah Pak Mikhael Talan, yang jaraknya sekitar 1 km dari gereja. Seperti biasanya, Natal harus kita lewati dengan perayaan misa ekaristi Malam Natal (24 Desember) di gereja tersebut. Ayah saya yang tidak merayakan Natal, sepertinya ingin ikut juga misa Natal, jadi saya ajak sekalian.

Dari rumah ke gereja, kami berjalan kaki. Kebetulan jalan yang kami lewati adalah jalan trans yang menghubungkan antara Indonesia dan Oecusi – Timor Leste. Meskipun jalannya halus, tapi tidak ada lampu penerangan sepanjang jalan, jadi…dari rumah kita membawa senter untuk ke gereja. Karena berangkat bersama dengan puluhan orang yang juga akan ke gereja, jadi..gelap-gelapanpun akan tetap aman terkendali, karena di jalan cukup ramai. Semua umat ternyata juga bawaannya sama, senter… hahaha… Tapi umat yang datang dari pelosok, biasanya mereka naik mobil bak terbuka yang disewa atau bahkan truk mini untuk bisa ikut misa Natal di sini.

Suasana di dalam gereja Santo Andreas Tunbaba

Suasana di dalam gereja Santo Andreas Tunbaba

Ini adalah foto altar tempat misa di gereja Santo Andreas Tunbaba

Ini adalah foto altar tempat misa di gereja Santo Andreas Tunbaba

Sampai di gereja, jumlah yang membawa mobil pribadi bisa dihitung dengan 2 tangan. Semua kebanyakan berjalan kaki, naik sepeda motor atau nebeng di mobil bak terbuka. Sederhana, tetapi cukup menyenangkan. Baju merekapun sederhana tetapi rapi. Susah mencari umat yang hanya menggunakan kaos. Bahkan tidak ada umat laki-laki yang menggunakan celana pendek. Atau mbak-mbak yang pake baju kutungan. Mereka sangat sopan dalam berpenamilan ketika akan bertemu dan berpesta bersama Tuhan. Cieeeeeeee….

Kalau di gereja-gereja di Jawa, yang menjadi among tamu adalah orang-orang lingkungan. Kalau di sini, para anggota THS (Tunggal Hati Seminari) dan THM (Tunggal Hati Maria) yang jadi penjaga keamanan dan among tamu

Kalau di gereja-gereja di Jawa, yang menjadi among tamu adalah orang-orang lingkungan. Kalau di sini, para anggota THS (Tunggal Hati Seminari) dan THM (Tunggal Hati Maria) yang jadi penjaga keamanan dan among tamu

Ketika saya masuk gereja, woooowwwww… udah penuh gerejanya. Dan ga tau kenapa, ketika saya memasuki gereja… Semua orang kok memandang saya, ya???? Apa ada yang salah dengan pakaian saya??? Perasaan… pakaian yang saya pakai sopan-sopan aja… Baju batik warna coklat-kuning dan jeans biru panjang. Atau Ada yang salah dengan cara saya masuk gereja???..ah… engga juga…. Atau karena saya paling ganteng di sana??? Huuuahahahahaha… Mungkin itu kali ya… Ahhh.. sudahlah… ga penting juga. Kalaupun saya ganteng, itu juga udah dari sononya. Hihihi…

Misa Malam Natal saat itu dimulai pada pukul 7 malam dan bertempat di gedung gereja yang baru. Meskipun baru, gedung ini belum 100% jadi. Lantainya masih disemen biasa. Atapnya belum ada tutup plafonnya. Masih cukup sederhana. Hanya altarnya saja yang masih terlihat mewah. Itupun sepertinya belum maksimal karena terkesan buru-buru agar Misa Natal juga bisa berlangsung.

Kesederhanaan. Itulah yang saya tangkap selama saya misa disana. Dengan deretan kursi kayu yang lebar dudukannya tidak lebih dari 20 cm, dan dengan sound system yang masih ala kadarnya dengan menggunakan corong-corong TOA, saya cukup nyaman dengan misa di sana. (Masalahnya sih cuman 1… banyak nyamuk… hihihi…..) Umat disana masih sangat banyak yang menggunakan baju-baju tradisional. Gerejapun dipenuhi dengan nenek-kakek yang menggunakan kain tenun Timor. Saat homili atau kotbah…saya kebelet pipis… Nah looo… kamar mandinya kalau malam hari dikunci. Waduuuhhh.. Alhasil, saya akhirnya kencing di kebon gereja, persis di tembok belakang Altar.. hahahaha..

Untuk paduan suaranya, di sana ada yang dinamakan “Koor Sponsor”. Koor sponsor adalah paduan suara utama yang lagu-lagunya mayoritas dinyanyikan oleh paduan suara ini. Di samping itu, ada “koor wilayah”, paduan suara ini bertugas secara bergantian saat komuni berlangsung. Biasanya, proses komuni (penerimaan tubuh Kristus yang dilambangkan dengan Hosti) memakan waktu cukup lama, sehingga jumlah lagu yang dinyanyikan bisa mencapai 6 lagu. Lagu-lagu ini dinyanyikan bergantian oleh “koor wilayah” yang jumlahnya juga banyak. Hal ini untuk mengaktifkan umat di tingkat wilayah.

***

Ini adalah suasana bubaran misa Natal pagi. Hehehe..

Ini adalah suasana bubaran misa Natal pagi. Hehehe..

Pagi harinya, saya dan keluarga Pak Mikhael talan kembali ke Gereja St Andreas Tunbaba untuk merayakan Misa Natal Pagi. Misa Natal Pagi adalah pesta kelahiran Tuhan. Suasananya masih sama, hanya saja, banyak anak-anak kecil yang datang di misa ini. Duduknyapun masih dibagi-bagi per wilayah. Misa pagi ini dibagi menjadi dua kali misa. Saya ikut misa yang pertama, yang dimulai pukul 7 pagi.

Ternyata kalau di sini, umat baru bubar keluar gereja ketika lagu penutup benar-benar sudah usai. Tidak seperti umat di gereja-gereja di Jawa pada umumnya. Lagu penutup baru diberi intro oleh organis, umatnya udah nyelonong pergi dan bubar sendiri-sendiri, pulang. Iya to??? Hayooo ngaku… Hihihi…

Uniknya, setelah acara Natal di gereja selesai, masih ada acara ramah tamah yang amat sibuk bagi umat Katholik di Miomaffo Timur ini. Tidak hanya saling mengucapkan Selamat Natal sambil mempertemukan hidung dengan hidung, tapi juga saling mengunjungi saudara, rekan, teman dan tetangga di sepanjang perjalanan untuk saling berbagi kebahagiaan Natal. Hal ini sama seperti yang banyak terjadi ketika lebaran. Saat Lebaran, biasanya kita saling berkunjung dan bersilaturahmi sambil bermaaf-maafan. Nah, inipun juga sama. Makanan di ruang tamu tersedia komplit. Tinggal makan dan minum saja. Dalam sehari, kalau mau berkeliling-keliling rumah-rumah itu, ya bakal kenyang.

Saya melihat dan merasakan sendiri, merayakan Natal di tempat yang mayoritas memang beragama Kristiani memang sungguh terasa. Semua saling mengucapkan selamat. Semua saling bersorak-sorai gembira. Tidak hanya orang-orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan kaum muda.

Tidak ada yang cukup special sebenarnya ketika saya merayakan Natal di sana, tetapi menjadi berbeda ketika Natal dirayakan dengan kesungguhan hati, kesederhanaan dan saling berbagi. Ahhhh… Indahnya Natal… (Meski nulisnya udah berada di suasana PraPaskah, tapi ya gapapalah.. oleh-oleh dari Timor ini…  hihihi…)

Berkunjung ke rumah-rumah untuk mengucapkan Selamat Natal

Berkunjung ke rumah-rumah untuk mengucapkan Selamat Natal

Ini adalah wajah-wajah pemuda harapan bangsa dari NTT. Hahaha... Fotonya diambil setelah misa...

Ini adalah wajah-wajah pemuda harapan bangsa dari NTT. Hahaha… Fotonya diambil setelah misa…

Berfoto-foto ria setelah misa Natal pagi...

Berfoto-foto ria setelah misa Natal pagi…

Foto: Dok. Pribadi

Ikuti cerita selanjutnya… JELAJAH PULAU TIMOR [BAGIAN 3]: PANTAI WINI DI PERBATASAN INDONESIA (semoga ga males nulisnya ya.. hehehehe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s