Menyanyi dengan Sepenuh Hati

Buset deh, ternyata lama juga saya ga nulis blog ini. Apa ya… mungkin karena kesibukan yang sangat luar biasa. Banyak waktu tersita untuk mengerjakan yang lain, sedangkan “menulis”  menjadi kesempatan yang langka untuk mengekspresikan diri…. ttsaaahhhh…🙂

Menyanyi dengan Sepenuh Hati: Konser Requiem for The Mother of Songs (Bangkok, Juli 2012)

Apapun itu, akhirnya saya kembali menulis untuk sekedar curhat tentang apa yang saya alami. Padahal, rentang waktu antara bulan Maret (terakhir saya nulis blog) sampai September sekarang ini, saya sebenarnya punya berbagai cerita yang cukup menarik. Tapi ya nanti dulu, satu-satu saja yang harus ditulis.

Okeh, saya mulai dari hm….. kesibukan saya setahun terakhir ini.

Sssssttt… Jangan bilang siapa-siapa kalau ternyata setahun terakhir ini saya ikut paduan suara… halah… hahaha… Tapi ini paduan suara yang resmi dan terorganisir dengan baik lho. Menyanyi sih bisa, tapi menyanyi dengan aturan dan partitur yang kadang tebelnya kayak skripsi itu kadang bikin setres sendiri. Padahal niatnya ikut paduan suara biar ga setres, lha ini malah jadi tambah mumet…

***

Vox Angelorum di Bangkok

Sekitar setahun lalu, saya bergabung dengan paduan suara VOX Angelorum. Huaduuh… Namanya berat, sedara-sedara!!! Paduan suara yang –kalau dibayangkan– isinya malekat-malekat semua. Bahahahak… SE CA RA…. ANGEL itu kan artinya MALEKAT…. Eh tapi, setahun yang lalu ketika memutuskan untuk bergabung dengan paduan suara ini sama sekali tidak memperhitungkan soal nama.

Terakhir ikut paduan suara itu jaman SMA, itupun cuma buat seneng-seneng di asrama, biar ga setres, bisa nyanyi-nyanyi sama temen-temen, penontonnya juga sekitaran sekolah aja. Ga ada yang namanya konser terbuka dan dipanggil buat ngisi-ngisi acara. Paling pol adalah disuruh buat jadi paduan suara 2 guru SMA yang mau nikah…. Nikahannya Pak Dwi (Matematika) dan Bu Nunung (Biologi)… itupun nyanyinya di pucuk desa, satunya di daerah pelosok Kulonprogo dan satunya pelosok Klaten.

Beberapa kali ikut nyanyi-nyanyi pas jaman kuliah, itu juga hanya membantu lingkungan-lingkungan nyanyi di gereja. Yaaaah, hanya itu…pengalaman-pengalaman sederhana saya dengan koor/paduan suara… Nah, Pas di VOX (singkatan VOX ANGELORUM), saya ditanya: “Kamu pasti ikut Paduan Suara Mahasiswa?” idiiihhhh.. boro-boro ikutan PSM di Kampus, dulu mah jaman saya kuliah, saya lebih suka cari duit jadi asisten dosen ketimbang nyanyi-nyanyi gitu. Bhahahak… Udah mata duitan sih pas jaman kuliah….

Acara ziarah keluarga VOX di Gua Maria Kanada

Nah, setelah menjalani kehidupan sebagai karyawan swasta yang padat dan sering penat dengan pekerjaan, saya sadar, bahwa saya butuh hiburan yang kontinyu dan aktivitas yang membuat hidup saya lebih berwarna daripada menyanyi…cieeeeeee…. suit suit…(diwarnai pake crayon aja, war!!)  Apalagi di Jakarta ya, fren! Karyawan-karyawan di Jakarta banyak yang ingin bunuh diri setres karena aktivitas tiap harinya ya begitu-begitu aja. Berangkat pagi, pulang malam. Yang udah punya istri ya ketemu istrinya dan anak-anaknya. Udah, gitu doang.

Naaaahhhh, mumpung saya masih belum punya tanggungan keluarga, mending saya ikut aktivitas lain di luar rutinitas yang saya jalani. Istilahnya, sebelum saya harus mengganti popok bayi setiap hari, sebelum saya harus mengantar anak sekolah di pagi hari, sebelum saya harus ngelonin istri di sepanjang malam, sebelum saya harus nemenin pasangan belanja setiap minggunya… alangkah indahnya jika hidup ini kita isi dengan kegiatan positif lain. Sukur-sukur bisa meningkatkan ketrampilan dan meningkatkan kebahagiaan. Ya kan? Kan? Kan? Kan? (udah sih.. setuju aja sama pendapat saya…)

***

Sahabat-sahabat baru di VOX

Sahabat-sahabat baru di VOX

Jadi, setelah 3 tahun di New York Jakarta barulah saya memutuskan untuk ikut kegiatan paduan suara VOX. Latiannya juga cuma 2 kali setiap minggu. Kamis malam (malem jumat… dan ga harus Jumat Kliwon) dan Minggu siang. Secara jadwal, memang tidak mengganggu aktivitas utama saya sebagai karyawan. Kecuali kalau Kamis malam memang saya harus lembur… *pingsan dulu deh…

Sebelumnya, saya sempat berpikir untuk mengikuti aktivitas lain, seperti olahraga bareng temen-temen alumni Van Lith di Jakarta. Seringnya sih badminton. Nah, tapi kan ga rutin juga ya, belum tentu seminggu sekali kita bisa berkumpul. Lagipula, badminton dengan teman-teman alumni VL ya orangnya itu-itu aja. Bayangin aja ya… dulu di asrama 3 tahun udah ketemu. Trus kuliah juga sering ketemu, sekarang pas udah jadi karyawan semua, ketemu lagi. Bosen juga kan ya…

Kita perlu bertemu dengan orang-orang baru. Bahkan ada yang bilang: ada masanya, dimana seseorang sudah tak berniat lagi untuk bertemu dengan orang-orang baru”. Biasanya kalau sudah punya rumah dan keluarga, udah males ikut kumpul-kumpul dengan orang baru. Maunya dengan keluarga saja, atau reunian dengan orang-orang lama. Laaah… itu emang sifatnya orang-orang tua yak…. Hihihi… Mumpung ogut belum jadi orang sepuh, ya ga salah juga bergabung dengan VOX dan bertemu dengan orang-orang baru. (bahasa dengan kata ogut itu terasa sangat jadul sodara-sodara… hihihi)

Cerita saya ini memang sedikit melantur sih… bhahahak.. tapi gapapa, ini adalah efek tidak menulis selama beberapa bulan kan ya… Tolong dicatat janji saya: “SAYA HARUS MENULIS BLOG SELAMA SEMINGGU SEKALI!!! HARUS!!!”…. Okeh…kembali ke topik… wadezzzziiiiiinnnggggg….

Nah, ternyata saya sudah setahun ikut VOX. Ga terasa juga sih. Memang masih tergolong baru. Ada yang udah bertahun-tahun ikut VOX dan masih aja aktif di situ. Padahal sudah berkeluarga dan punya anak. (mungkin biar ga setres kali ya… tiap hari ketemu istri ama suaminya terus…) bhihihik…

Teman-teman VOX yang membahagiakan

Setahun saya bersama VOX, ternyata cukup menyenangkan. Teman-teman saya di situ sangat beragam, mulai dari yang masih SMA, sampai dengan mereka yang sudah menjadi karyawan-karyawan senior di perusahaan-perusahaan. Umurnya juga beragam dan pariatip (kalo orang Sunda kan ga bisa ngomong F dan V ya). Hingga pada akhirnya, VOX mengadakan konser terbuka untuk umum pada tanggal 22 September 2012 dengan tema 15 tahun perjalanan VOX. Jadi, paduan suara ini ternyata berulang tahun pada tanggal 17 Agustus. Ulang tahunnya sama dengan HUT Kemerdekaan RI.

Selain aktivitas rutin berlatih menyanyi, ternyata VOX juga memiliki banyak aktivitas lain, misalnya nyuci baju bareng olahraga atau jalan-jalan bareng. Nah, dengan demikian, kita jadi banyak mendapatkan teman baru dan semakin dekat. Wah, apalagi masuk di group Tenor. Itu group paling gokil dan kocak deh.

2 orang teman saya di Tenor: Ryan dan Eka

Hebatnya VOX itu adalah: “Habis dikasih partitur, kadang sekali not angka, langsung nyanyi pake liriknya”. Waduuuhhh… paling gawat deh… Yang lain langsung cas cis cus nyanyi, lah…saya masih meraba-raba, kalau diibaratkan sih bagaikan si buta dari Goa Hantu tanpa didampingi Kliwon, sang monyet. (wiss…. bunuh diri aja war…..) Akk.. ik.. uk… ga tau harus nyanyi gimana. Clangaaaaappp… ngowooohhh..

Tahun ini pula, VOX juga mendapatkan kesempatan diundang ke Bangkok untuk bergabung dalam sebuah pertunjukan konser besar di Thailand. Saya juga ikut ke sana lho. Niat untuk konser sih 30%, 70%-nya mempersiapkan jalan-jalan.. Wkwkwkwkw.. *dilempar harpa* Dan tahun 2013, VOX akan memiliki hajatan besar, yakni “VOX Goes to Europe”. Paduan suara ini akan ke Jerman untuk konser dan pertukaran budaya di sana.

Di luar itu semua dan kembali ke curhatan  saya… (cieeeeee), ternyata memiliki aktivitas di luar rutinitas kita itu ternyata penting. Sangat penting malahan. Kita jadi tertantang untuk membagi waktu. Kita menjadi semakin mengasah ketrampilan dan menyalurkan bakat serta hobi kita. Sebelum saya ke VOX, saya sih sebenarnya sempat untuk mau bergabung dengan sanggar tari bali Bulungan. Saya udah nanya-nanya, tapi jadwal untuk latihannya terbentur dengan aktivitas rutin saya sebagai karyawan. Jadi ya saya batalkan.

Nah, sekarang ini… saya malah ingin ikut sanggar tari lagi… (orang labil sodara-sodara)… gara-gara saya baca salah satu tulisan pembaca Readers Digest Indonesia, seorang wanita berusia kepala 3, yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Dia seorang freelance yang akhirnya bergabung bersama anak-anak kecil untuk ikut les tari di Bulungan. Dia menyebutnya sebagai “aktivitas yang mengikuti hasrat hatinya”.

Konser VOX Angelorum: 22 September 2012

Nilai ujian untuk tarinya tidaklah penting, yang terpenting adalah bagaimana ia menikmati sepenuh hati apa yang ingin dilakukannya… (serius nih bahasannya….) Di usia yang tidak lagi dianggap sebagai “pembelajar tari Bali”, dia merasakan babak belur tubuh yang selalu ingin dinikmatinya… Sayapun berharap demikian, saya berusaha untuk bisa mengatur waktu, di sisi lain –dan menjadi yang penting– saya harus mendapatkan sebuah kenikmatan dalam menjalani aktivitas hobi saya ini dengan VOX. Kenikmatan itulah puncak tertinggi dari harapan-harapan saya.

Menyanyi itu bisa dilakukan oleh semua orang. Tetapi menyanyi seperti layaknya malaikat di surga, nampaknya saya harus banyak banyak banyak banyak.. BELAJAR. VOX membantu saya untuk belajar .. lebih dan lebih… membantu saya menikmati kehidupan ini, dan membantu melupakan peristiwa-peristiwa kesedihan yang pernah saya alami. Kata Henry E.P. Sutjipto -konduktor hebat yang melatih di VOX- saat weekend bersama di puncak bogor di depan seluruh anggota VOX: “Kita sering menderita kecemasan-kecemasan… Janganlah kamu cemas terhadap kehidupan dan masa depanmu…” Dan nampaknya, saya mulai sedikit demi sedikit menghilangkan kecemasan terhadap hidup saya. Saya mencoba bahagia dengan menyanyi… Saya mencoba menikmati kehidupan saya untuk ikut bergabung dengan VOX. Menyanyi untuk orang lain. Menyanyi untuk diri sendiri. Dan menyanyi untuk Tuhan.

Jadi… Nampaknya sekarang suara saya sudah sama seperti malaikat, saudara-saudara… tapi kategorinya adalah malaikat pencabut nyawa… !! bahahahahahak….

Requiem for The Mother of Song – Bangkok, Juli 2012

Foto: Chris Photography, Dok Pribadi. 

One thought on “Menyanyi dengan Sepenuh Hati

  1. Biarpun dah berkeluarga n punya anak, sebenarnya aku juga masih menyimpan kerinduan buat come back lagi di Vox. Hanya saat ini koq kayanya agak susah. Tapi klo sekedar ngumpul2, asik2 n hayo2 aja. Kenalan dengan anak2 baru juga fine2 aja. Hehehe……

    Yang pasti menjadi anggota Vox itu bagaikan mendapatkan keluarga kedua. Temen2nya asik2 n gokil2 (beda dengan angkatan dulu ya situasinya-dengan apa yang aku alami waktu pertama kali gabung-Vox yang sekarang lebih friendly n persahabatannya juga sudah terbukti n teruji).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s