Baca Majalah itu Penuh Sensasi

Majalah Intisari

Bulan Maret 2012 ini, saya memutuskan untuk berlangganan 2 majalah sekaligus, yaitu: Reader’s Digest Indonesia dan Intisari. Kalau dipikir-pikir, hampir setiap bulan sebenarnya saya membeli buku untuk dibaca. Pada dasarnya memang saya suka membaca. Tapi terkadang membaca buku itu membutuhkan usaha yang luar biasa untuk bisa menyelesaikan sampai ujung halamannya. Bahkan ada beberapa buku yang belum saya buka plastiknya karena memang belum sempat dibaca. Itulah yang membuat saya memutuskan berlangganan majalah pengetahuan umum.

Ya kalau bisa dikatakan sih, saya ini cukup haus untuk informasi dan ilmu pengetahuan…(haus ya minum aja kaliii ya…). Bagi saya, membaca buku menjadi hal yang wajib…eciyeeeee…. Tapi, ya itu tadi.. terbentur dengan soal sempat dan tidak sempat, saya terkadang meninggalkan kebiasaan untuk membaca buku, apalagi kalau pas malam-malam udah capek karena pagi sampai sorenya udah kerja.

Dengan membaca majalah, harapannya nanti, saya tetap bisa merasakan sensasi membaca di malam hari dengan materi informasi yang tidak terlalu panjang, tetapi cukup memberikan banyak pengetahuan. Sebenarnya saya ingin berlangganan banyak majalah, misalnya National Geographic (majalah pengetahuan), Travel Fotografi (majalah fotografi yang baru) dan CHIP (majalah IT). Tapi apa daya, uang tak sampai. Hehehehe… Maka, saya putuskan untuk berlangganan 2 majalah saja: INTISARI dan REDAER’S DIGEST INDONESIA.

Mengapa pilihannya jatuh pada 2 media cetak ini? Ya… gimana ya… Saya beberapa kali memang mencoba membaca 2 majalah ini, meskipun tidak membeli, mungkin ada gratisan dari kantor atau mungkin ada teman saya yang membeli. (alias modal dengkul). Dua majalah ini memberikan informasi dan pengetahuan popular yang menurut saya cukup bagus dan dikemas dengan cukup menarik.

Ketika saya ngetwit untuk memberikan informasi bahwa saya berlangganan INTISARI, beberapa kawan saya langsung membalas: “Intisari bukannya untuk bapak-bapak tua ya?”. Dulu ketika masih kecil, ayah saya juga suka membeli, tapi tidak rutin. Namun, INTISARI yang sekarang ini justru menurut saya berbeda. Banyak perubahan besar, informasinya juga lebih anak muda dan gaul. Jadi, ya agak salah kalau pandangan kita mengarahkan bahwa intisari adalah majalah tua. Begitu pula RDI, yang informasi internasionalnya juga lumayan banyak.

Majalah Reader's Digest Indonesia

Waktu saya memutuskan untuk membeli 2 majalah ini, kebetulan di bulan Maret memang sedang ada promo. Saya berlangganan INTISARI per tahun hanya Rp 190 ribuan, dan untuk RDI hanya Rp 168 ribuan. Termasuk murah kan yak? Hehehehe… Ya.. mudah-mudahan aja, setelah berlangganan 2 majalah ini, saya jadi mengurangi membeli buku dan pengetahuannya bertambah. Ya ya ya.

Selain soal harga yang murah, saya juga memikirkan sensasi untuk membaca majalah. Memang sih, di dunia yang serba internet ini, semua informasi bisa saja kita dapatkan. Tinggal buka laptop atau browsing lewat Smartphone atau Handphone, semua informasi bisa kita ambil. Tetapi saya tetap memiliki kerinduan untuk membaca sebuah media cetak. Majalah atau tabloid memungkinkan kita untuk berdiskusi dengan teman, dan kalau lupa, bisa kita buka kapan saja. Kita ulangi lagi membacanya. Tidak takut kehabisan baterai. Yang diperlukan hanya cahaya untuk membuatnya terlihat.

Jadi gimana? Tertarik berlangganan majalah seperti saya?

Credit photo: Facebook RDI & Intisari

3 thoughts on “Baca Majalah itu Penuh Sensasi

  1. Pengalamannya 100% sama dengan saya🙂..alasan akhirnya memilih intisari dan RDI..keinginan langganan national geographic jg.. dan semua ceritanya saya bgt..hehehe..mari membaca…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s