Astaghfirullah… Istriku Teroris

Istriku Teroris (The Attack) - Yasmina Khadra

Dari dulu saya tidak pernah bisa mengerti, apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang melakukan bom bunuh diri. Dan Jakarta adalah salah satu kota di Indonesia yang pernah diguncang bom bunuh diri beberapa kali. Sayapun kembali mempertanyakan: mengapa mereka berani melakukan hal itu? Apa yang sudah ada di dalam pikiran mereka? Motivasi besar apakah yang membuat mereka ingin melakukan seperti itu? Kisah-kisah tentang bom bunuh diripun sudah banyak diceritakan dan dibukukan.

Tapi bagaimana jika ternyata orang yang melakukan bom bunuh diri tersebut adalah orang yang kita sayangi ? Bagaimana jika mereka saudara kita? Atau bahkan suami atau istri kita sendiri? Nah, cerita tersebut bisa kita baca melalui sebuah novel karya Yasmina Khadra yang berjudul Istriku Teroris.

***

Diceritakan dalam novel tersebut, Amin Jaafari, seorang dokter bedah di sebuah rumah sakit di Tel Aviv, memiliki seorang istri yang ternyata menjadi pelaku sebuah bom bunuh diri di Israel. Betapa terpukulnya Amin setelah mengetahui bahwa pelaku bunuh diri yang menewaskan banyak jiwa itu ternyata istrinya sendiri. Orang yang dekat dengan dia. Orang yang setiap harinya hidup bersamanya dalam satu atap. Orang yang bahkan dianggap sangat sempurna sebagai seorang istri oleh Amin. Tak ada kekurangan. 

Novel ini seluruhnya menceritakan mengenai perjalanan Amin mencari jawaban: “Mengapa istriku melakukan tindakan bodoh seperti ini?”, pikirnya. Jawaban itulah yang terdapat pada akhir novel ini, meskipun ia sendiri tetap tidak bisa menjelaskan logika berpikir istri dan kelompok organisasi yang dilakukan istri dan saudara-saudara istrinya.

Tapi bayangkan, bertahun-tahun hidup bersama dalam bahtera rumah tangga, kenyataannya, Amin tidak pernah mengetahui istrinya sudah merencanakan aksi ini jauh-jauh hari. Yang ia tahu, istrinya memang sering pergi ke tempat saudara dan neneknya yang berada di luar kota. Mulai dari sinilah, Amin mencari kepastian jawaban. Amin sendiri terjebak dalam kebingungan: “Apa salahku, sehingga istriku meninggalkannya dengan cara seperti itu?” Keterpurukan Amin ini digambarkan dalam cerita psikologis yang menarik oleh Yasmina Khadra.

Sepucuk surat -yang hanya berisi beberapa kalimat- yang ditulis dan ditinggalkan

Istriku Teroris (Novel dalam Bahasa Indonesia)

oleh Sihem, Istri Amin, menjadi kunci pembuka. Amin mencoba menelusuri dan lagi-lagi mencari jawaban mengapa istrinya melakukan hal itu. Perjalanan keingintahuannya itu membawa Amin hingga ke Bethlehem dan Yerusalem. Diceritakan pula di dalam novel, Amin disandera oleh kaum teroris yang juga berafiliasi dengan istrinya. Amin ditangkap oleh sekelompok orang bersenjata yang ia tak pernah kenal tetapi sangat mengetahui persis siapa istri Amin.

Amin dimasukkan dalam sebuah gua dan ruangan gelap yang membuatnya berpikir bahwa ajalnya akan tiba di tangan orang-orang bersenjata tersebut. Kalau membaca bagian ini, saya jadi ingat kisah penyanderaan Meutya Hafid dan Budiyanto (reporter dan juru kamera Metro TV yang pernah disandera oleh kelompok bersenjata di Irak) Kisahnya mirip-mirip. Tidak heran jika Times Literary Supplement menuliskan bahwa novel ini adalah karya yang memiliki preferensi thriller kelas tinggi.

Novel yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia ini ditulis dalam jumlah 304 halaman. Tulisannya besar-besar. Cukup 5 hari bagi saya untuk membaca novel yang menegangkan ini. Bagi Anda yang punya banyak waktu untuk membaca, paling-paling 2 hari juga sudah bisa selesai. Jangan heran, kalau Anda ingin sekali menyelesaikannya dengan cepat, karena sang penulisnya sendiri cukup hebat untuk merangkai kata-kata sehingga kita berpikir: “setelah ini apa yang akan terjadi…???”

Saya tidak akan menceritakan kisah akhirnya seperti apa. Saya sih berharap, novel ini bisa membongkar bagaimana jaringan teroris ini berjalan. Namun, pada dasarnya si penulis memang tidak ingin menganggap bahwa kisah kegiatan bom-boman ini menjadi sebuah penghakiman. Saya beri clue-nya saja: Kisah ini berakhir sedih. Selamat membaca bagi Anda yang memang tertarik mempelajari dunia terorisme.

Credit photo: 4.bp.blogspot.com, fajarilmubaru.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s