Kompas TV adalah Solusi

Saya jenuh dengan program & acara-acara TV yang begitu-begitu saja.  Jangan-jangan, kejenuhan saya ini dirasakan pula oleh jutaan penonton TV di Indonesia…(ya kali ya…..). Pagi hari, sajian musik-musik ala anak ABG menghiasi panggung hiburan TV. Siang sampai sorenya, suguhan inpotainment yang penuh sensasi & dikemas dengan gaya sok bombastis mewarnai layar kaca kita. Malamnya, giliran bermunculan sinetron dan drama-drama tragedi maupun komedi yang penuh dengan ke-lebay-an dan –menurut hemat saya– kurang mendidik pemirsa TV.

Di satu sisi, ada TV yang memang konsen dengan konten informasi dan pemberitaan, ada 2 stasiun TV malah. Kalau di twitter sih sering disebut Si MERAH dan Si BIRU. Dua stasiun TV ini dinilai kurang memberikan warna berbeda dari yang sudah ada. (paling tidak bagi teman-teman saya di twitter) Bedanya hanya konten, tapi aspek politis ternyata merasuki pemberitaan yang lagi-lagi (dan terkadang) dipicu oleh sensasi dan bombastis semata. Kalau kepentingan politik sudah mencengkeram media, ooohhh…jadinya ya, sama aja ya… Tak ada bedanya dengan yang sudah ada.

Saya sendiri merindukan pacar acara-acara TV yang mendidik, sekaligus yang menghibur, yang lain daripada yang lain. Dan harapan saya –dan mungkin juga bersama dengan jutaan pemirsa TV lainnya– akhirnya terpenuhilah dengan hadirnya Kompas TV sebagai penyedia konten / program TV yang sarat dengan informasi dan dikemas secara apik, menarik tetapi juga tetap memiliki esensi padat inpormasi.

Kompas TV mengemas program tayangan news, adventure & knowledge, entertainment yang mengedepankan kualitas. Konten program tayangan Kompas TV menekankan pada eksplorasi Indonesia baik kekayaan alam, khasanah budaya, Indonesia kini, hingga talenta berprestasi.

Kompas TV lahir di bulan September 2011, dan di launchingkan pada tanggal 9 September 2011. Kata orang sih, September selalu ceria. Hadirnya Kompas TV di bulan September ternyata memang menceriakan suasana pertelevisian Indonesia. Konten-konten / program Kompas TV masuk menjadi TV-TV lokal yang sudah ada di 10 kota besar di Indonesia. (Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, dan Makassar). Dan juga bisa kita lihat di TV berlangganan.

Dan menariknya lagi, kualitas gambar di Kompas TV ini berbeda dari kualitas pengambilan gambar di TV-TV lain lho. Kalau Anda pernah melihat tayangan NG Channel (National Geographic Channel) kira-kira begitulah gambarannya. Tajam dan pengambilan gambarnya benar-benar terkonsep dengan apik. Secara teknis, saya juga ga ngerti apa yang bisa membuat gambarnya menarik, jernih dan bagus. Tapi katanya, itu dinamakan “kualitas High Definition (HD)”. Coba search di mbah Google.

Eh, tapi bukan gara-gara saya kerja di Kompas Gramedia kemudian saya membangga-banggakan Kompas TV lho ya. Saya juga tidak terlibat dalam perencanaan dan pengembangan Kompas TV, tapi memang semata-mata kerinduan pribadi saya pada televisi yang memberikan informasi yang mendidik bagi masyarakatnya. Supaya masyarakat kita ini semakin terbuka, semakin pintar, semakin menghargai perbedaan dan semakin terinspirasi akan kekayaan Indonesia.

Oiya, satu lagi, tagline Kompas TV yang diberi disebut “Inspirasi Indonesia” juga menarik. Sementara TV lain ngalor ngidul penuh dengan sensasi, Kompas TV justru menggali informasi-informasi yang memang berasal dari Indonesia Asli, yang orang tidak tahu, yang orang seringkali tidak sadar. Karena perlu kita sadari, Indonesia ini sebenarnya kaya & memiliki banyak inspirasi hidup. Nah, Kompas TV hadir untuk menggali itu semua.

Semoga, dengan adanya Kompas TV, kita semua –penonton TV di Indonesia– semakin menemukan banyak inspirasi, semakin bangga pada Indonesia dan semakin menghargai kekayaan negeri ini.

Btw, streamingnya bisa dilihat di sini ya… 

Gambar dok: tribunnews.com

2 thoughts on “Kompas TV adalah Solusi

  1. Kemana Kompas TV QU…???!! sudah seminggu ini menghilang…aku merindukanmu…padahal kalau channel lain hilang, hampir tak qu hiraukan…hiiiikksss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s