Surat Cinta di Hari Rabu

Buku The Wednesday Letters - versi Indonesia

“Aku sudah berjanji hari ini di gereja dan aku akan berjanji lagi padamu malam ini. Aku akan menulis surat padamu setiap minggu. Dan, Laurel, aku akan selalu mendampingimu. Tak peduli apa pun yang terjadi. Kita akan selalu bersama. Tanpa rahasia. Tanpa kejutan. Dan aku akan selalu setia kepadamu dalam segala hal” – Jack, 16 Juni 1948

—The Wednesday Letters – Jason F. Wright —

Setiap pasangan kekasih atau suami-istri pasti memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan kasih sayang di antara pasangannya. Ungkapan itu bisa berupa sesuatu yang kecil berbentuk tindakan, ucapan maupun, gerakan tubuh yang menandakan betapa ‘aku ingin memilikimu selamanya’.

Itulah yang terjadi pada Jack Cooper dan Laurel Cooper. Pasangan suami-istri ini memiliki cara mengungkapkan kasih sayang yang berbeda dan unik. Jack selalu menulis surat cinta untuk Laurel setiap hari Rabu. Setelah Jack menikah dengan Laurel, Jack berjanji, akan menulis kisahnya dalam sepucuk surat kepada Laurel setiap pekan. Apapun keadaannya. Apapun perasaannya. Jack ingin mengungkapkannya pada istrinya, setiap hari Rabu melalui surat yang ia tulis dimanapun dan dengan cara apapun.

Jack dan Laurel meninggal di hari yang sama, ketika tiba-tiba Laurel terkena serangan jantung dan Jack meninggal setelahnya, beberapa menit kemudian. Mereka berdua meninggalkan banyak sahabat, rekan dan teman-teman. Mereka meninggalkan 3 orang anak: Matthew, Malcolm dan Samantha. Ketika mereka meninggal, tak ada satupun anak yang ada di samping mereka. Justru sahabat Jack & Laurel-lah yang mengetahui pertama kali mereka meninggal di kamar. Sahabat itu bernama A&P.

Bahkan, Malcolm berada di Brazil saat orangtuanya meninggal. Dia ingin menulis buku dan memang jarang berkomunikasi dengan orangtuanya 2 tahun terakhir. Jack & Laurel juga meninggalkan sebuah penginapan yang mereka kelola sendiri bersama gadis manis yang bernama Rain -orang kepercayaan Jack dan Laurel yang sudah mereka anggap sebagai anak sendiri.

Matthew adalah anak pertama yang sudah menikah dengan Monica. Mereka menikah, tetapi belum dikaruniai anak. Malcolm adalah putra kedua yang memiliki kisah cinta dengan Rain. Namun cintanya terhalang oleh Nathan yang berusaha mencari perhatian dari Rain. Dan Samantha adalah anak terakhir. Samantha sudah bercerai dengan suaminya, dan memiliki seorang gadis kecil bernama Angela.

Novel ini hanya bersetting 4 hari. Dimulai dari meninggalnya Jack dan Laurel, hingga pemakaman mereka. Namun intrik yang dimunculkan begitu bagus. Ketiga anak Jack dan Laurel yang datang ke penginapan Jack & Laurel menemukan surat-surat hari Rabu yang dituliskan ayah mereka untuk sang ibu. Selama hidup, anak-anak mereka tak pernah tahu bahwa selama ini ayahnya selalu menulis surat untuk ibunya.

Dan melalui surat-surat yang mereka baca selama menunggu pemakaman orangtuanya ini…

Terkuaklah banyak rahasia keluarga yang tidak mereka ketahui selama ini. Yang ditutupi dan disimpan rapi oleh kedua orangtuanya. Misalnya: Dulu, Samantha waktu masih remaja pergi meninggalkan rumah untuk mendapatkan sebuah peran penting dalam pertunjukan teater di Kota. Samantha bangga bahwa itu adalah hasil perjuangannya mendapatkan peran utama. Salah satu surat hari Rabu ayahnya menyatakan, bahwa ternyata perjuangan Samantha itu adalah berkat ayahnya yang membayar si sutradara agar anaknya mendapatkan peran. Inipun tak diketahui Samantha.

Dan banyak lagi rahasia-rahasia keluarga yang terungkap melalui surat hari Rabu yang ditulis Jack Cooper. Salah satu rahasia besar yang terungkap dalam surat tersebut adalah: ternyata, Malcolm bukan darah daging dari Jack Cooper.

Ceritanya, ketika Matthew masih kecil dan Jack sedang pergi reuni bersama teman-temannya di Kota lain selama empat hari, Laurel diperkosa oleh seorang gelandangan pemabuk. Laurel hamil. Meski demikian, saat itu Jack masih menerima Laurel dan membesarkan Malcolm tanpa pilih kasih dan tetap mencintai Malcolm seperti anaknya sendiri. Betapa hancurnya hati Malcolm saat itu setelah membaca surat-surat yang ditulis oleh Jack Cooper. Dia mengalami depresi yang luar biasa. Namun kehadiran Rain mampu menguatkannya.

The Wednesday Letters

Di tengah kesedihan keluarga Cooper atas meninggalnya Jack dan Laurel, terungkaplah pula kebohongan yang dilakukan Nathan kepada Rain, yang akhirnya membuat Rain kembali ke pelukan Malcolm. Selain itu, di hari persiapan pemakaman Jack & laurel, Istri Matthew -si Monica- akhirnya mau datang ke pemakaman setelah mendapatkan informasi bahwa mereka mendapatkan resmi mendapatkan anak angkat. Dan terungkaplah pula, siapa ayah Malcolm yang sebenarnya.

Cerita ini berakhir dengan bahagia dan memiliki kekuatan yang besar untuk memberi inspirasi tentang cinta dan kebahagiaan keluarga. Banyak orang yang kemudian terinspirasi dengan apa yang dilakukan oleh Jack, yakni memberikan surat setiap minggu kepada kekasihnya.

Saya juga merasa terharu, dengan kebesaran hati Jack, yang tetap setia dengan Laurel, hingga ajal menjemput mereka berdua, hingga anak-anak mereka dewasa dan berumah tangga. Saya juga percaya, bahwa setiap insan yang berpasangan, selalu memiliki rahasia, selalu memiliki cara untuk mengungkapkan kasih sayangnya.

Jason F. Wright

Dari novel ini, saya belajar, bahwa setiap keluarga, pasti punya permasalahan, pasti punya rintangan dan tantangan. Jack dan Laurel membuat saya juga paham sekaligus kagum dengan cara bagaimana mereka harus menyelesaikan persoalan keluarga. Bagaimana orangtua seperti mereka harus menghadapi anak-anaknya.

Novel setebal 332 halaman ini diterjemahkan dan diterbitkan oleh Gramedia. Pengemasan novel ini menarik, bentuknya seperti sebuah kumpulan surat yang dimasukkan dalam amplop. Di akhir novel, tertempel sebuah surat yang ditulis oleh Malcolm kepada Rain. Dan surat itu mengartikan bahwa, Malcolm melakukan hal yang sama, yakni menulis surat setiap minggunya kepada Rain, setelah dia menikahinya. Sama seperti apa yang dilakukan Jack kepada Laurel, orangtua mereka.

Catatan: Jack menikahi Laurel pada tanggal 16 Juni 1948, yang jatuh pada hari Rabu. Mereka berdua meninggal di hari yang sama 13 April 1988. Mereka menikah selama 39 tahun 10 bulan. Sehingga, kurang lebih ada 2080-an surat yang sudah ditulis Jack pada Laurel. Hebat ya…

Foto: gatheringbooks.wordpress.com, capcaibakar.blogspot.com, scooterchronicles.com

 

5 thoughts on “Surat Cinta di Hari Rabu

  1. hello,this article is great,I found it on google and I like it very much,I agree with what you have said, lots of things will be learned form your site,but I still have some questions with the last part,can you explain it for me ?I need your answer,and I will be back again!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s