18 Tahun Berlalu Begitu Cepat

Ki-Ka: Maria, Om Mikhael, Saya

“…Kapal besar membawa kami ke Pulau Timor. Untuk menyambut mentari lebih awal 1 jam dari biasanya. Dan inilah tanah kelahiranku…”

Setelah menunggu belasan tahun, akhirnya Om Mikhael berkunjung ke Tanah Jawa. 18 tahun sudah kami berpisah. Suami dari bulik saya ini datang dari Kefamenanu (ibukota kabupaten Timor-Tengah Utara, NTT) untuk sebuah acara di Jakarta. Inilah kunjungan pertamanya untuk kembali ke tanah Jawa, setelah beliau dan satu keluarga meninggalkan keluarga besar di Solo ketika saya masih duduk di kelas 4 SD.

Dulu, Om Mikh berbadan kekar, hitam, tinggi dan brewokan. Tapi sekarang, jauh lebih putih kulitnya, lebih kurus dan urusan tinggi badan, sayalah yang jadi juaranya hehehehe…. Waktu seakan cepat berlalu sehingga 18 tahun tak terasa lama untuk memutihkan uban di rambutnya.

Kami berdua menghabiskan waktu untuk ngobrol soal kebiasaan dan kehidupan kami. Saya tak mungkin bisa menceritakan semua kisah 18 tahun yang luput dalam kebersamaan kami. Jakarta adalah topik yang pertama harus saya ceritakan. Karena inilah kota di mana saya tinggal sekarang, dengan segala hiruk pikuknya, macetnya, brutalnya dan hedonnya.

Bagaimana dengan Kefamenanu? Kota kecil itu? Ah.. yang saya bayangkan sih, masih banyak berupa hutan, ketenangan, dan tetap dalam ancaman kelaparan, kemiskinan dan kebodohan. Ini tidak mengada-ada, tapi memang kenyataannya demikian. Sudahlah.. yang penting, saya bertemu dengan Om Mikh untuk pertama kalinya setelah 18 tahun.

Ki-Ka: Maria - Om Mikh - Matius

Om Mikh hanya 4 hari di Jakarta. Belum selesai rindu ini untuk disahur, tapi beliau juga butuh waktu untuk mengunjungi Solo dan Jogja, tempat keluarga besar kami tinggal. Dan hari ini saya mendapatkan SMS dari beliau:

“Selamat siang semua. Puji Tuhan, saya telah mendarat dengan selamat di Bandara El Tari Kupang, dan sekarang mau menuju Kefa. Terima kasih atas segala bantuannya”

Sayonara Om Mikh… Sampai berjumpa lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s