Kenapa kamu tidak jadi Pastur?

Frater-frater Kentungan di Gereja MBK

Kira-kira 1,5 bulan lalu (sebelum saya menulis tulisan ini), saya mengikuti sebuah misa hari Minggu di Gereja Maria Bunda Karmel – Kemanggisan, Jakarta Barat. Agak sedikit terkejut, karena misa waktu itu sedikit berbeda. Di mana perbedaannya? Ternyata yang bertugas untuk paduan suara dan pemain musiknya adalah para frater dari Seminari Tinggi St Paulus, Kentungan, Yogyakarta. Mereka bertandang ke Jakarta untuk berbagi kebahagiaan dalam ucapan syukur 75 tahun Seminari Tinggi. Bakal meriah nih kayaknya.

Dan memang benar, lagu-lagu yang dinyanyikan serta alunan musik yang dimainkan sangat meriah dan menggugah semangat saya untuk turut berdendang. Beberapa lagu yang mereka nyanyikan cukup saya kenal. Salah satunya adalah lagu dengan judul Aku Melayani Tuhan. Lagu ini mulai saya dapatkan teksnya ketika berada di SMA. Namun, saya sudah mengenal lagu ini ketika SMP sebenarnya, waktu itu, sebuah kelompok paduan suara di gereja saya menyanyikannya. Dan beginilah lirik tersebut

Aku Melayani Tuhan, Aku Melayani Tuhan

Dengan Segala Rendah Hati, Aku Melayani Tuhan

Aku Senantiasa Menjadi Saksi Tuhan

Mewartakan Injil Tuhan Dan Kasih Karunia Allah

 

Aku Melayani Tuhan, Dengan Segala Rendah Hati

Layani Tuhan, Layani Tuhan

 

Biar Banyak Rintangan Yang Datang Menghadang

Aku Tetap Melayani Tuhan

Agar Dunia Bertobat Kepada Allah

Dan Percaya Kepada Yesus Kristus Tuhan

 

Aku Melayani Tuhan Dengan Segala Rendah Hati

Layani Tuhan, Layani Tuhan

Layani Tuhan, Layani Tuhan

 

Saya suka lagu ini. Mengapa? liriknya bagus. Apalagi, yang menyanyi adalah para frater yang notabene, mereka adalah calon-calon imam, sang gembala umat yang merelakan dirinya untuk melayani Tuhan di masyarakat. Mereka tak tahu akan ditempatkan di mana. Mereka tak mengenal siapa yang akan mereka hadapi. Yang penting, mereka bersedia untuk melayani Tuhan, meski banyak cobaan.

Ngomong-ngomong, saya dulu juga berniat jadi romo lho….ciiiieeeeeee… Ini serius. Tapi setelah masuk SMA, kayaknya pikiran saya berubah. Mempunyai pasangan ternyata menyenangkan juga. Sekolah di asrama yang cukup kental dengan nilai keKatholikan, justru membuat saya membuang jauh-jauh cita-cita saya untuk jadi seorang romo.

Kok bisa? ya bisa dong. Dulu kan saya memang jadi Seksi Liturgi di asrama. Jadi, bruder asramapun juga sudah memberikan masukan: “Kalau jadi romo, Anwar cocok masuk ke Serikat Jesus.” Saya cuma manggut-manggut dan senyum dengan teman saya. Eeeaaaa….

Dan gara-gara lagu ini, saya kembali teringat soal pelayanan untuk Tuhan. Selama 3 tahun di Jakarta, saya merasa bahwa pelayanan yang saya lakukan untuk Tuhan sangat-sangat jauh. Saya memang berusaha menyempatkan waktu setiap Minggu untuk ke gereja (meski kadang bolong). Tapi saya sadar, bahwa aktivitas saya ke gereja hanyalah sebuah kebiasaan. Ada hal lain yang tidak bisa saya penuhi dalam hidup ini, pelayanan total pada Tuhan. Bagaimanapun caranya.

Minggu lalu saya ke gereja, lagu ini kembali dinyanyikan oleh sebuah paduan suara. Ooohhh… Lagi-lagi teringat akan pelayanan kepada Tuhan. Dengan segala kerendahan hati, dan dengan keikhlasan. Kapan saya bisa merasakannya? Sering terpikirkan, kenapa saya tidak masuk jadi romo saja? Ah.. jangan berpikir seperti itu lagi. Meskipun secara usia saya masih mampu. Tapi…. sudahlah… lewat pokoknya….

Pelayanan untuk Tuhan bisa berupa apapun, misalnya: aktivitas di gereja, aktivitas di lingkungan, membantu sesama yang membutuhkan. Tapi…itu tidak saya lakukan. Kalaupun sudah, porsinya kecil. Apalagi kalau kolekte di gereja, saya hanya memberikan secuil kecil yang nilainya paling cuma habis buat sekali makan. Ini kan menunjukkan bahwa ternyata, saya kurang ikhlas. Saya kurang berani memberikan untuk Tuhan.

Ah… mungkin ini malah jadi ajang curhatan… Tapi saya punya PR besar untuk hidup saya sendiri. Saya harus punya cara dan jalan yang terbaik, untuk bisa melayani Tuhan. Tentunya dengan keikhlasan dan kerendahan hati. Mohon dibantu ya… prok…prok…prok…

foto: koleksi pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s