Interview dengan Pemeran Catatan Harian si Boy

Halo pembaca blog saya yang tercinta, beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan salah satu tokoh film layar lebar ‘Catatan Harian si Boy’. Film ini merupakan garapan Putrama Tuta.

Tokoh yang saya temui adalah tokoh yang berperan sebagai PENONTON film tersebut, yakni Anwar Riksono, yang tak lain dan tak bukan adalah diri saya sendiri. Nah, berikut interview saya dengan diri saya sendiri soal film ‘Catatan Harian si Boy’ yang diperankannya sebagai PENONTON.

Saya: Halo, apa kabar, Anwar?

Anwar Riksono (AR): Halo juga. Kabar baik.

Saya: Denger-denger nih, Anda baru saja didaulat untuk berperan sebagai penonton film Catatan Harian si Boy (CHsB) ya?

AR: Ya begitulah. Syukur Alhamdulillah. Saya mendapatkan peran tersebut.

Saya: Bagaimana perasaan Anda saat mendapatkan tawaran menonton tersebut?

AR: Biasa aja sih ya, soalnya saya dapet tiketnya gratis dari kantor. Lumayanlah, gratisan gitu.

Saya: Wow!!!! Kantor Anda sangat perhatian sekali dengan karyawannya ya???

AR: Ah, biasa aja, tuh…. Lha wong saya menang kuis di twitter yang diadakan oleh kantor saya sendiri kok.

Saya: (membantin) Oooo….(tersenyum kecut, sekecut kedondong yang dibawa Paman dari desa)

AR: Mas mau nanya apa lagi? Cepetan dong, saya abis ini mau dapet peran penonton lagi nih.

Saya: Oya, maaf. Lalu, dimana & kapan Anda memerankan sebagai tokoh penonton saat itu?

AR: Hellooowww… Plis deh… (dengan gaya ngondek) Adakah pertanyaan yang lebih penting?????

Saya: Ups, sorry, mas. Ya udah saya ganti deh pertanyaannya. Menurut mas, film CHsB ini bagaimana?

AR: Bagus kok. Kalau diranking satu sampe dengan sejuta limaratus enam, nilainya sejuta setengah deh.

Saya: Dalam konteks apa bagusnya?

AR: Ya, pemainnyalah…. Cucok banget sama setiap perannya. Si Satrio (Ario Bayu) itu misalnya. Meskipun banyak yang bilang dia si Mas Boy jaman sekarang, tapi Satrio tetap Satrio. Bukan Mas Boy.

Saya: (yaeyalah… helloowww)

AR: Lalu tokoh yang diperankan oleh Natasya (Carissa Puteri). Aktingnya agak aneh sih. Dan jalan cerita yang diperuntukkannya juga rada aneh. Masak ibunya sakit, tapi banyak adegan dia yang riang gembira begitu. Tapi ya gapapalah, namanya juga film kan ya??? Dan Mas Boy-nya (Onky Alexander) kayaknya kaku gitu ya. Udah lama kali ga main pilem.

Saya: Film kali mas…

AR: Iya itu maksud saya. Protes aja sih. Ya intinya adalah, film ini sebenarnya mengangkat kehidupan Jakarta juga. Kehidupan gaulnya para mature-mature.

Saya: Mature itu apa ya? Maturebasi?

AR: Itu mastur, bloog… Maksud saya, kehidupan para pemuda pemudi dewasa Jakarta jaman sekarang. Etapi, kayaknya banyak iklan di situ ya? Iklan Radio juga ada. Tiba-tiba aja muncul suara Prambors radio gitu deh. Kayaknya itu yang ga bisa lepas dari zona remaja tahun 80-an dan jaman sekarang ya.

Saya: Hikmah apa yang bisa dipetik dari cerita ini, mas Anwar?

AR: Sebagai tokoh penonton, saya sangat banyak mengambil hikmah setelah melihat pilem ini.

Saya: F.I.L.M, mas!!!

AR: Cerewet!!!

Saya: Hikmahnya apa?

AR: Hikmahnya adalah… ehm… ehm… apa ya….  (garuk-garuk pantat)

Saya: (buset.. katanya hikmahnya banyak… tapi suruh nyebutin aja kagak bisa)

AR: Ya.. pokoknya, kita sebagai lekong-lekong (baca: laki-laki), harus punya keberanian, semangat dan daya juang yang keras untuk mendapatkan apa yang ingin kita dapatkan. Itu sih yang tercermin dari dalam diri si Satrio. Nah untuk si Nina (sahabatnya Satrio) juga sama. Dia itu tipe wanita yang keras dan berjuang untuk maju. Termasuk keberanian dia mengungkapkan perasaan suka terhadap si Satrio. Plus dengan keberanian dia buka bisnis bengkel mobil itu.

Saya: Hebat ya!!

AR: Satu lagi ya, kelebihan dari film ini.

Saya: (nah.. ini baru bener ngomong filemnya)

AR: Baju-baju yang dipake sama aktor sama aktrisnya itu lho. Bagus-bagus ya. Temen saya yang ngondek itu sampe pengen beli bajunya si Albert Halim yang jadi si Heri. Bajunya lucu-lucu. Bajunya si Tasya itu juga. Ya maklumlah ya, dia kan ditampilkan sebagai tokoh yang super duper kaya.

Saya: Ada yang lain lagi?

AR: Persahabatan dan kekompakan diperlihatkan dalam film ini, lho. Bener deh. Saya sendiri sebagai tokoh penonton, sampai terharu melihat mereka berakting di depan kamera dalam suasana keakraban.

Saya: Wah, saya harus nonton nih.

AR: Tenang saja, filmnya di Glodog udah banyak kok.

Saya: Eh, siapa yang mau ke Glodog. Saya mau donlot aja di internet.

AR: Ebuset dah…..

Demikian sedikit cuplikan interview saya dengan diri saya sendiri yang berperan sebagai tokoh penonton di film ‘Catatan Harian si Boy’. Tokoh dalam film ini benar-benar ada dan tidak ada rekayasa. Kalau tak percaya, coba tanya diri saya sendiri.

Foto-foto: Kaskus & catatansiboy.com

2 thoughts on “Interview dengan Pemeran Catatan Harian si Boy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s