Kaos

Ketika saya membereskan lemari pakaian, saya menghitung jumlah kaos yang saya miliki. (tidak termasuk kaos dalam, maupun kaos berkrah lho ya… ). Jumlahnya cukup banyak (untuk saya), sekitar 55 buah. Ada lho, kaos yang sama miliki sejak SMP sampai sekarang masih saya gunakan karena masih bisa dipakai Tetapi ada banyak kaos-kaos baru yang saya dapatkan ketika tinggal di Jakarta.

Menariknya, sekitar 60% kaos yang saya miliki adalah kaos pemberian/kaos hadiah. Dalam artian, kaos tersebut bisa jadi diberikan oleh teman saya (tentunya masih dalam keadaan baru) maupun kaos yang saya dapatkan ketika event atau acara/kegiatan. Saya sendiri sampai heran, jumlah kaos saya yang terlalu banyak dari pemberian orang lain.

Sebenarnya, saya punya kebiasaan, yaitu menitip kaos kepada teman-teman yang ada di luar kota atau yang sedang bepergian ke luar negeri. Biasanya mereka akan saya ganti uang untuk pembelian kaos tersebut. Malahan, banyak dari mereka yang tidak meminta uang ganti kaos, alias secara cuma-cuma diberikan kepada saya. Wah… baik hati sekali teman-teman saya ini…

Nah, berikut ini ada contoh beberapa kaos yang diberikan kepada saya, dari teman-teman yang kebetulan sedang di luar negeri/luar kota. Ketika mereka bertemu dengan saya, mereka memberikannya pada saya…

Misalnya…

Si Prasetyo Anggono, teman saya yang waktu itu kuliah di Polandia dan Italia, memberikan kaos pada saya bertuliskan BERLIN – GERMANY. Bagus… saya suka…. Kemudian, sahabat saya Pupung Arifin ketika berkunjung ke Thailand bersama keluarga, ternyata tidak lupa juga memberikan saya kaos bertuliskan Thailand dengan gambar-gambar ikan. Menarik lho…

Lalu…

Oya, ada beberapa sahabat yang pernah ke Makassar dan memberikan kaos yang mirip-mirip kepada saya, seperti Lani yang memberikan Kaos Toraja warna coklat, Aloy juga memberikan kaos Toraja warna hitam (ini diberikan ketika saya masih kuliah… dan sekarang masih awet), kemudian Ary yang berasal dari Makassar juga memberikan kaos bergambar Kapal Phinisi. Semuanya dari Sulawesi.

Dari kota lainnya juga ada lho yang berbaik hati membelikan kaos untuk saya, seperti Mbak Rahma yang memberikan kaos dari Bali (boleh percaya boleh tidak, tapi saya juga belum pernah ke Bali), kemudian ada Allaq yang memberikan saya kaos JANCUK dari Surabaya. Hihihi.. Lucu deh tulisannya… ada sahabat saya Doni yang memberikan kaos berwarna kuning – MJ yang dibelinya ketika ke Bandung.

Yang paling jauh memang dari Mbak Prima waktu ke Amerika. Kemudian ada sahabat saya Citraningrum yang sekarang masih kuliah di Taiwan. Satu lagi, mas FBI yang secara khusus membeli kaos waktu kunjungan ke Shanghai, China. Hehehe… Terima kasih semuanya…

Ya… saya akan tetap melanjutkan kebiasaan saya untuk nitip beli kaos kepada teman-teman yang jalan-jalan/bepergian ke luar kota atau luar negeri. Jika Anda para pembaca yang mau mengirimkan kaos untuk saya, silakan ya… Jangan sungkan-sungkan untuk memberi lho… hahahaha…

Credit photo: koleksi pribadi donk ya..

 

4 thoughts on “Kaos

  1. Wah kaos dari aku dipajang hehe… walopun ngasihnya sempet ke-pending setahun hahaha

    Wuehehehehe… Ndak apa-apa yang penting kan sekarang udah di tanganku. Jadi, besok aku nitip lagi ya… Hihihihi…

  2. hahaha.. keren juga nih idenya.. dengan pekerjaan yang mengajak saya keliling Indonesia, sepertinya bisa ikut koleksi kaos juga.. #kemarin dapat 1 di Trans Studio.. :p

    Aku titip juga donk kalau pergi-pergi… Aku sih ga koleksi tapi cuma hobi meminta-minta saja… hahaha…

  3. Eh, kaos dariku itu wis dipake blom???

    Sudah sering aku pake kok, say… hehehe… Minta lagi donk… *nodong*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s