Mencari Kenyamanan Setelah Kehilangan (Ubertwitter)

Sabtu pagi, 19/02/2011…

Di timeline Twitter saya, orang-orang meributkan sesuatu. Aplikasi Twitter yang bernama UberTwitter tidak bisa dijalankan. Banyak dari mereka yang mengeluh dan ngedumel. Apa yang sebenarnya terjadi dengan UberTwitter?

***

Singkat cerita, aplikasi UberTwitter memang sengaja diblok oleh Twitter. Ada beberapa alasan mengapa UberTwitter dihentikan aksesnya. Berikut penjelasan yang saya ambil dari KOMPASTekno:

Pertama, Twitter menyatakan bahwa UberTwitter dan Twitdroyd menggunakan layanan pemanjang tweet tmi.me yang memungkinkan pengguna dapat menulis pesan lebih dari 140 karakter sehingga dengan layanan ini ada kemungkinan tweet berisi pesan pribadi di situs web publik. Untuk itu, pihaknya kini telah menghapus layanan tersebut.

Kedua, Twitter menyatakan bahwa UberCurrent mengubah link yang sebenarnya bagian dari program afiliasi dengan alamat link sendiri. Bill Gross mengatakan pihaknya sebelumnya belum melakukannya, namun untuk mengantisipasi mulai saat ini semua link afiliasi yang diubah telah dikembalikan.


Ketiga, Twitter meminta nama UberTwitter diubah dan pihaknya segera memenuhinya dengan menggantinya dengan nama UberSocial sesegera mungkin.

Orang-orang yang saya follow seringkali mengirimkan status Twitter melalui aplikasi ini di bery bery mereka. Sontak, kejadian ini membuat orang-orang tersebut panas, gerah, merasa tidak nyaman dan bingung harus menggunakan apa untuk mengembalikan rasa nyaman mereka pada UberTwitter. Bahkan UberTwitter sempat menjadi trending topic seharian.

***

Dalam teknologi, kenyamanan itu dibangun karena kebiasaan. (meski kebiasaan itu juga bisa jadi dipaksakan). Contoh –berdasarkan pengalaman pribadi– saya sudah lama menggunakan Microsoft Word. Ketika saya harus berpindah ke aplikasi OpenOffice Writer yang berbasis Opensource, saya merasa tidak nyaman. “Lhah, ini untuk bikin table gimana caranya?” Muncullah kebingungan. Muncullah ketidaknyamanan. Muncullah perasaan yang tidak enak bahkan jengkel dan ingin marah apabila kebingungan kita memuncak.

Aplikasi yang berbentuk software seperti UberTwitter adalah benda yang tak bisa diraba. Tetapi, benda yang tak bisa diraba sekalipun, ketika menghilang –ketika tak bisa kita gunakan lagi– kecenderungannya kita marah-marah dan emosi. Teknologi bukan lagi di luar kehidupan kita. Tapi teknologi itu sudah masuk dalam perasaan kita, logika kehidupan kita, bagian dari siklus kita.

Handphone misalnya, bukan lagi menjadi sesuatu yang ada di genggaman kita. Handphone sudah lama membekas dan menjadi perpanjangan badan kita. (Tentu saja, bagi orang yang sudah terbiasa membawa handphone). Kalau handphone hilang, kita bingung. Kalau ada orang yang membaca isi handphone kita, kita marah karena merasa melanggar privasi, seperti halnya orang yang tiba-tiba mencium atau memeluk kita, tanpa tahu siapa yang mencium dan memeluk kita.

***

Orang mencari kenyamanan hidup. Kalau sudah nyaman, kita agak susah untuk meninggalkannya. Dan berusaha menghindari kenyataan bahwa  that’s not my life’. Sama halnya dengan ‘meninggalnya’ UberTwitter dari kehidupan para BBuser. Kalau sudah nyaman menggunakan UT (UberTwitter), mereka pasti akan membandingkan aplikasi baru yang harus dipelajarinya lagi. Dan cercaanpun kembali menyeruak ketika mereka merasa tak nyaman dengan ‘Sosial Scope’ atau ketika beralih jadi ‘Twitter for BB’. Wajar. Yang baru pasti dibandingkan dengan yang lama.

Sebuah ilustrasi tentang kehidupan

Jika ada orang kaya tiba-tiba jatuh miskin karena merugi. Kenyamanan yang dia dapatkan sebelumnya tiba-tiba hilang dan lenyap. Mungkin orang tersebut akan susah untuk merasakan kehidupan barunya. Karena orang sudah terbiasa dalam kehidupan mewah, terbiasa dengan ketersediaan yang penuh kemakmuran.

Sama halnya dengan diri kita, ketika kita kehilangan sesuatu, ada ketidaknyamanan dalam diri kita. Ada perasaan aneh yang menjalar dalam hati dan otak. Seringkali kita mengeluh. Dan tidak tahu harus mendapatkan dari mana kenyamanan itu. Mempelajari sesuatu kembali, membangun keseriusan lagi mulai dari awal adalah hal yang melelahkan. Kita seperti harus mundur jutaan waktu untuk membentuk kenyamanan.

Nah, kalau soal teknologi, mengganti Ubertwitter menjadi Twitter for Blackberry atau Social Scope adalah soal waktu untuk mempelajari. Tapi jika kita kehilangan orang yang kita sayangi, terlebih orang yang telah membuat diri kita nyaman. Apakah kita akan cepat bisa menyesuaikan diri dengan yang baru? Itulah tantangan hidup yang terkadang harus kita jalani.

*ditulis oleh orang yang bukan pengguna Blackberry tapi bisa merasakan betapa pahitnya kehilangan Ubertwitter

Credit Photo: ngerumpi.com, 3.bp.blogspot.com & feedberry.com

One thought on “Mencari Kenyamanan Setelah Kehilangan (Ubertwitter)

  1. ketika dunia maya sudah terasa nyata🙂
    like today: my laptop suddenly cannot connect to the internet T___T
    and I spend the whole day in a bad mood.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s