Ijinkan Aku dan Aku Ijinkan

Atas ijin dari sahabat perempuan saya di Taiwan, M. Citraningrum, saya post-kan tulisannya dan tentu saja ada balasan dari tulisan saya:

IJINKAN AKU

Ijinkan aku menangis malam ini. Sudah beberapa lama aku berusaha mengerti, mengapa banyak hal yang terjadi. Di antara sekian keping memori, hanya satu yang berusaha kutemui dan kugali. Jawaban atas pertanyaan yang sudah terlalu lama dibiarkan sendiri, menunggu di tengah sepi.

Ijinkan aku berada di tengah kesendirian. Mata yang memerah, dan nafas yang tertahan. Di sela-sela ruang yang ramai dengan celotehan. Tapi aku menutup telinga, menyusup dalam keheningan.

Ijinkan aku untuk tidak membukakan pintu. Aku tidak membutuhkanmu. Aku membutuhkan diriku sendiri, supaya aku tidak lebur dan semu. Karena denganmu, aku tahu, pertemuan terlalu lama untuk ditunggu.

Ijinkan aku berkelana tanpa batas. Karena aku lebih bahagia dalam lepas.

Dan kemudian, ijinkan aku berlalu. Kamu tak perlu lagi mengirimkan rindu.

 

Saya diijinkan untuk membalasnya

dan inilah balasan saya untuknya….


Ijinkan aku. Memelukmu. Sampai mentari terbit, dan kita merasakan kehangatannya. Ya… kita berdua. Merasakan riuhnya kota pagi ini. Melepaskanmu dari belenggu malam yang membuat pikiranmu gelap. Entah tersesat di mana. Rasakan dekapanku.

Ijinkan aku, untuk tetap berada di dekatmu. Sungguh, aku merindukanmu, melebihi malam yang kadang tak memunculkan bulan. Tapi taruhlah kepercayanmu itu pada diriku. aku yakin, kita bisa melangkah bersama. Menggapai cita dan menyempatkan diri melihat kegaduhan anak-anak yang berteriak di malam ini.

Sepi. Kelam, tetapi ijinkan aku, dalam kesendirianku untuk tetap bisa mengingatmu, walau kau jauh di kota itu. Aku tahu, kaupun merindukanku. Melihat wajahmu saja tak bisa mengobati penuh. Masih ada kekosongan. Aku tau, itu adalah kehadiranmu.

Dan untuk yang terakhir, ijinkan aku, pergi meninggalkanmu.

Tidak… tidak selamanya. Hanya sesaat, untuk mengambil bunga sepatu. Yang akan kuselipkan di telingamu.

Tunggulah aku.

 

Jakarta, dalam kelamnya malam,

19 Februari 2011 detik-detik menuju 20 Februari 2011

Dan di Taipe sudah berganti hari


Credit photo: mawarkuning.wordpress.com & 3bp.blogspot.com

 

Iklan

One thought on “Ijinkan Aku dan Aku Ijinkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s