Restu Maria

Ada sesuatu yang spesial dalam keluarga besar saya (keluarga besar dari Ibu saya). Setiap bulan, kami berkumpul untuk berdoa bersama dan makan bersama. Keluarga besar Atmo Sudharmo (nama kakek) terus membekas di setiap pribadi kami masing-masing. Inilah yang membuat keluarga besar kami senantiasa saling menolong menghadapi berbagai macam persoalan hidup.

***

Doa adalah hal pokok yang kami lakukan setiap bulan. Dalam setiap doa, kami selalu menyelipkan lagu-lagu pujian. Kami memiliki lagu wajib yang selalu kami nyanyikan setiap bulan di keluarga kami. Lagu itu adalah Nderek Dewi Maria (Meneladan Bunda Maria). Lagu ini sangat indah. Saya suka liriknya yang sederhana. Saya hapal syairnya dari awal hingga akhir. Sejak kecilpun saya sudah hapal. Lagu ini menceritakan tentang keteladanan Bunda Maria.

Ketika Natal 2010 kemarin, kami sekeluarga besar datang ke makam leluhur kami (kakek, nenek dan saudara-saudari) yang ada di Jombor, Klaten. Di sanapun kami berdoa bersama. Mengenang kembali kebersamaan bersama para leluhur. Kamipun tak lupa menyanyikan lagu wajib kami Nderek Dewi Maria.

Beginilah liriknya:

Bahasa Jawa

NDèrèk Dewi Maria, tamtu geng kang manah.

mBoten yèn kuwatosa, ibu njangkung tansah.

Kanjeng Ratu ing swarga amba sumarah samya.

Sang Dewi, Sang Dewi mangèstunana,

Sang Dewi, Sang Dewi mangèstunana.

Nadyan manah getera, dipun goda sètan,

nanging batos èngetnya, wonten pitulungan.

Wit Sang Putri Maria, mangsa tèga anilar.

Sang Dewi, Sang Dewi mangèstunana,

Sang Dewi, Sang Dewi mangèstunana.

Menggah saking apèsnya ngantos kèlu sètan.

mBoten yèn ta ngantosa klantur babar pisan.

Ugeripun nyenyuwun Ibu tamtu tetulung.

Sang Dewi, Sang Dewi mangèstonana,

Sang Dewi, Sang Dewi mangèstonana.

Bahasa Indonesia

Meneladan Maria, hati ‘kan gembira

tidak akan kecewa, ibu ‘kan bersama

ya Maria, ratu surga, kami menyerah semua

O ibu, o ibu, tolonglah kami (2x)

Walau hati tertekan digodai setan

Tapi kami percaya akan pertolongan

kar’na ibu Maria akan beserta kita

O ibu, o ibu, tolonglah kami (2x)

Jika kar’na lemahnya dicobai setan

Tidak akan khawatir akan pertolongan

asal kita meminta, ibu akan terbuka

O ibu, o ibu, tolonglah kami (2x)

Ziarah keluarga besar ke makam leluhur kami

Video Klip Nderek Dewi Maria. (Brian – Jikustik)

Mengapa lagu ini menjadi lagu wajib kami? Ya… Lagu ini adalah lagu yang disenangi oleh almarhum nenek saya. Saya sudah tak ingat lagi wajah beliau karena ketika beliau dipanggil Tuhan, saya masih sangat kecil. Lagu inipun terus terngiang dalam keluarga kami.

Kami diajarkan oleh leluhur, untuk berpasrah pada Tuhan dan meneladan kehidupan Maria, yang penuh kesederhanaan, keibuan dan kebaikan hati. Teladan Maria inilah yang secara tidak langsung digambarkan dalam lagu Nderek Dewi Maria. Dia adalah sosok ibu yang selalu melindungi anak-anaknya, selalu memberikan keteduhan ketika kita ada dalam badai.

Bunda Maria juga mengajarkan pada kita, untuk berpasrah pada Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha sedangkan Tuhan yang akan menentukan. Bunda Maria menjadi perantara doa kita dalam setiap kita meminta. Dia akan melindungi putra putrinya yang tertimpa permasalahan. Doa-doa kita akan disampaikan kepada putraNya yang kudus.

***

Kami akan terus berkumpul sebulan sekali. Kami akan terus berdoa untuk para leluhur kami dan semua orang yang masih berkelana di dunia ini. Kami akan terus menyanyikan lagu Nderek Dewi Maria. Karena Bunda adalah teladan kami.

Iklan

3 thoughts on “Restu Maria

  1. keluargaku juga suka banget ndherek dewi mariyah. apalagi nenekku yang dari bapak.
    inilah keajaiban orang katulik. ibu Sang Penyelamat juga mendapat tempat istimewa di hati setiap umat-Nya.

  2. Ping-balik: 9 Jam, 9 Gua Maria dan 9 Novena | Catatan Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s