Coklat

Kakao di rumahku

Sepertiga dari tanah di rumah saya di Solo adalah kebun. Di sanalah banyak ditanami bunga, pepohonan dan rerumputan. Salah satu tanaman yang khas berdiri di kebun rumah saya adalah Coklat atau Kakao (Theobroma cacao, L) Tanaman ini ditanam oleh ayah saya sejak tahun 1991. Tahun di mana kami pertama kali menempati rumah tersebut. Dan sampai sekarang, tanaman itu masih ada. Masih berbuah pula.

Ketika masih kecil, seusia SD, saya suka mengambil tanaman coklat yang sudah menguning. Buahnya manis agak masam. Dan saya suka mengunduhnya, jika si buah kakau ini sudah menguning. Nampak sekali matangnya. Bulek saya bahkan pernah membuatnya menjadi serbuk coklat. Saya sendiri tak tahu bagaimana cara membuatnya. Yang penting, saya sih suka menjilati buahnya yang manis asam itu.

Saya sendiri, sampai sekarang juga tak bisa mengolah coklat itu menjadi semacam bubuk untuk minuman. Sepertinya harus disangrai dulu. Dipanaskan. Ditumbuk dan entah diapakan lagi. Saya pun tak tahu apa manfaat tanaman coklat ini. Keluarga saya sampai sekarang juga tidak memanfaatkannya. Kalau sudah coklat dan membusuk, si buah kakau ini aka jatuh sendiri, dan dibuanglah ke tempat sampah.

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan. Tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Dan memang benar. Coklat semacam tak ada matinya. Buahnya selalu muncul. Bunganya yang putih-putih kecil selalu terlihat di batang-batangnya yang kecil. Kakao berasal dari daerah hutan hujan tropis di Amerika Selatan. Kabarnya, orang-orang yang ada di daerah Lombok Utara lebih memilih bertanam coklat daripada bertanam bunga.

Ketika pulang ke rumah pada Natal 2010, Desember lalu. Saya iseng-iseng memotret tanaman coklat di kebun saya. Ketika saya melihatnya, saya selalu teringat ketika masih kecil, sering mengambil buahnya. Menikmati biji-bijinya yang putih dan berasa manis masam itu. Saya mengajak teman-teman rumah untuk menikmatinya. Hm… Nikmat… Dan sekarang, saya tak lagi menikmati langsung buahnya… Saya sih lebih suka diberi coklat… Hehehe…

Jika ada yang berminat untuk mengambil coklat dan menikmatinya, silakan datang ke rumah saya di Solo. Akan saya petikkan kakau terbaik untuk Anda semua…

Kakao mulai menguning

 

Iklan

7 thoughts on “Coklat

  1. Aku baru tahu kalau buah coklat bisa dimakan langsung.. maksudnya daging buahnya atau apanya? di sulawesi ini banyak pohon coklat dan biji2nya dijemur di pinggir jalan.. yang aku tahu coklat diolah isi/bijinya menjadi coklat serbuk. tapi kalau bisa dimakan dan rasanya manis asam, baru kutahu dari postingan ini… kapan-kapan njajal ahhh… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s