Wanita dan Perjuangan Nujood

Salah satu perempuan terhebat yang saya kenal…. Ia menjadi teladan dengan keberaniannya,” – Hillary Clinton

Ketika datang ke meja seorang rekan di kantor, Rabani Kusuma (Iron), saya melihat ada buku baru di atasnya. Sebuah NOVEL dengan judul “Saya Nujood, Usia 10 dan Janda”. Judulnya tampak sudah jelas dan bisa ditebak isi ceritanya. Tapi saya tak terlalu banyak memikirkan apa yang ada dalam buku itu. Saya lebih tertarik dengan cover yang didominasi foto si perempuan itu. Saya yakin itu adalah si Nujood. Lakon dalam novel.

Lagi-lagi a true story, sepertinya menarik. Jadi teringat Novel yang pernah saya baca sebelumnya, Three Cups of Tea. Yang tetap mempertahankan judulnya dalam bahasa inggris, dibandingkan dengan I’m Nujood, Age 10 &  Divorced, judul asli buku tersebut. Saya kemudian meminjamnya dari sang pemilik buku.

***

Kali ini saya menghabiskan waktu 2 hari untuk membacanya. Tidak 2 hari penuh. Hanya setiap malam ketika pulang dari kantor. Waktu bacanyapun tidak lebih dari 3 jam di tiap harinya. Total mungkin 5 jam untuk melahap buku terbitan alvabeth yang tebalnya 227 halaman ini.

Dari awal melihat buku ini, saya sudah tertarik dengan covernya. Saya suka novel yang bercerita tentang anak-anak. Apalagi perjuangan dan usaha-usaha mereka dalam menghadapi kehidupan. Lebih spesifik lagi, saya suka cerita perjuangan anak-anak di daerah Timur Tengah, dan anak-anak yang tinggal di sekitaran padang Arabia. Three Cups of Tea pun demikian, meskipun masih di seputaran Pakistan.

Nujood Ali, sang lakon, ini berbeda. Si janda usia 10 tahun ini dianugerahi gelar Women of The Year 2008 dari majalah Glamour (Amerika Serikat) karena perjuangannya melepaskan diri dari jeratan (baca: siksaan & kekejaman) sang suami yang berumur 3 kali lebih tua darinya. Perjuangannya agar terbebas dari siksaan ini dibenturkan (baca: dipersulit) dengan situasi Yaman yang mempertahankan sebuah ‘kehormatan’ keluarga dan laki-laki. Nujood berani mendobrak kekejaman yang membelenggunya.

Dia dinikahi oleh seorang lelaki yang tak diinginkannya dalam usia yang masih sangat muda, 10 tahun. Dan dalam kehidupannya sebagai istri, dia disiksa oleh suami dan ibu mertuanya. Kekejaman tidak berakhir di situ. Keluarga Nujood sendiri justru tak membelanya, melainkan tetap mempertahankan nilai ‘kehormatan’ ini. Kekerasan & siksaan itu dilumrahkan, dan dianggap ‘kekejaman’ itulah yang harus dijalani oleh seorang perempuan sebagai istri.

Konflik utama memang pada persoalan pernikahan muda dan siksaan yang diterima oleh Nujood. Tetapi buku ini juga banyak menggambarkan masyarakat Yaman yang masih ultrakonservatif, yang hidup miskin dengan banyak anak, yang mempertahankan budaya yang kuat berdasarkan hukum agama. Nujood sendiri seperti dilelang & diberikan pada lelaki yang memberi ‘mahar’ pada keluarganya agar tetap hidup. Ayahnya sendiri justru merasa bahagia karena berkuranglah satu orang di keluarganya untuk diberi makan.

Kisah dalam buku ini kemudian berkembang ketika Nujood memberanikan diri untuk mendatangi pengadilan dan meminta haknya. Kisah pengadilan Nujood ini bahkan diceritakan di awal bagian buku. Ini menandakan, perjuangannya datang ke pengadilan ini adalah tonggak pembongkaran Nujood pada ketidakadilan yang menimpa dirinya. Ini yang akan disampaikan. Nujood menjadi representasi wanita muslim yang berani, yang berjuang agar haknya sebagai anak, sebagai perempuan, istri dan manusia juga dihormati. Menurut saya, Nujood ini lebih dari seorang perempuan perkasa. Dia adalah batu pondasi yang keras dalam menegakkan keadilan bagi wanita muslim, khususnya di wilayahnya, Yaman. Dia menang di pengadilan dan dia menang atas ketertindasan.

Buku ini memang tidak membuat saya menangis bombay seperti ketika saya membaca novel, The Kite Runner (kisah persahabatan 2 anak lelaki di Afghanistan yang juga diwarnai pengkhianatan dengan background suasana perang dan konflik politik di negara itu). Tapi cerita Nujood ini benar-benar menginspirasi. Seorang anak, apalagi perempuan, berusia 10 tahun yang berusaha mati-matian membela hak-haknya sebagai seorang istri dan manusia. Sungguh perjalanan perjuangan yang sangat menyedihkan sekaligus menguatkan.

Delphine Minoui, sang penulisnya, menuliskan dengan alur maju mundur. Seringkali saya menemukan Novel yang bercerita dengan alur demikian, dan saya suka. Bahasanya lugas dan mudah dicerna. Saya melihat detail, tetapi tidak ribet untuk dijabarkan. Satu lagi, buku ini disertai dengan gambar dan foto asli Nujood, aktivitasnya dan keluarganya yang diceritakan detail di sebelas bagiannya. Sehingga saya bisa membayangkan bagaimana mereka tinggal dan berperilaku di Yaman.

Kisah ini benar-benar menarik & menginspirasi saya dalam hal membuat pilihan untuk mendobrak ketidakadilan dalam kehidupan. Seringkali kita melihat ketidakadilan dalam hidup. Tetapi kita tidak mampu atau tidak mau bergerak demi mendapatkan keadilan. Alasannya, karena kita tidak terlibat di situ, karena kita bukan bagian dari mereka, atau karena kita tidak sadar akan ketidakadilan tersebut. Maka, di tahun yang baru ini, ada baiknya kita tetap memperjuangkan keadilan bagi mereka yang terlupakan, mereka yang tertindas, dan mereka yang tidak mampu. Kitalah agen perubahan itu. Selamat membaca. Semoga semangat Nujood ini menggaung di tahun yang baru.

Credit Photo: glamour.com

Iklan

7 thoughts on “Wanita dan Perjuangan Nujood

  1. like n this wes…ngono yo keno 😀

    tapi kowe kurang mendeskripsikan bagaimana ia disiksa….coba dideskripsikan war…im curious..:D

    aku tidak akan mendeskripsikannya. Itu begitu pahit dan menyiksa hati… (halah.. lebay nih…). Di bukunya itu juga tidak menjelaskan secara benar-benar detail penyiksaan. Tetapi cukuplah merasakan, bahwa tulisan itu menggambarkan kekerasan yang sebenarnya…

  2. ketoke cen apik tenan ki.. inspiratif..

    Monggo dibeli bukunya… Hehehe… Bukunya tipis kok, cuman 227 halaman. Cukuplah kalau dibaca pas weekend.

  3. Hi there,
    Salam kenal ya, gw suka bgt baca crita2 sprt di atas, dulu wkt masih tinggal di Indo gw biasa beli di gramed tp sekarang gw tinggal di US. Gmn ya caranya tuk bs beli buku ini tp di kirim ke US? Bs bantu ga?….Thanks alot.

    Respectfully,

    Lukita King

  4. sedikit banyak sebuah cerita yang kita baca
    sedikit banyak pula wawasan yang kita peroleh
    seperti halnya cerita yang ada dalam novel saya nujood usia 10 dan janda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s