Maaf, Ini Haram!!!!

Makan babi haram ya? Jawabannya Ya! bagi muslim. Tapi maaf, karena saya non muslim, makan daging babi adalah kenikmatan tersendiri bagi saya. Eh, ngomong-ngomong soal haram, beberapa akhir ini, ada isu tentang aktivitas yang diharamkan, yakni: Nonton Infotainment adalah haram… Hihihi.. Lucu ya negeri ini… Konten infotainment memang sekarang ini terlalu ekstrim. Mungkin fakta yang biasa saja, tetapi dilebih-lebihkan dan diekspos terlalu mendalam. Butuhkah kita infotainment? eh, Haram lho kalau nonton….

Mari kita tinggalkan infotainment… sekarang menuju pada omongan soal BABI.

Beberapa kali di Jakarta, saya ngidam pengen makan babi. Ingin sekali. Dulu jaman SD, di depan sekolah (maklum… sekolahnya mayoritas non muslim dan chinese), ada yang jual daging babi. Enaknya bukan main. Daging babi itu direbus dan diberi kuah yang sangat lezat. Apalagi jika ditambah dengan sedikit sambal. Hanya babi dan kuah.. (tanpa nasi). Hm… sampai sekarangpun, saya kangen dengan Babi di depan SD Marsudirini Solo itu…

Keinginan saya di Jakarta itu, justru terpenuhi ketika saya datang ke Surabaya. Ceritanya, malam hari, sekitar jam 10 malam, teman-teman lama (jaman SMA – Julian Ramli, Felix Ari dan Chris By) mendatangi hotel saya di daerah Tegalsari Surabaya. Kami lapar, bak anak jalanan yang sudah kurus kering tidak makan selama 10 hari (ini cerita yang lebay.. supaya terlihat ekstrim dan menarik, seperti infotainment). Akhirnya, dengan bermobil, kita berputar-putar Surabaya mencari makan yang tepat.

Mulanya kami akan mencari iwak asu (daging anjing), tapi menurut mereka, tempat yang enak terlalu jauh. Kemudian ada rawon, tapi saya sendiri sudah sering makan rawon. Di Surabayapun saya pernah makan rawon setan dan rawon kalkulator. Sudah biasa. Pecel? wah, ini juga sudah biasa, pecel surabaya juga sama enaknya dengan pecel madiun. Jadi, apa ya???? Terceletuklah ucapan: BABI!!!!!!

weits…”HARAM.. HARAM…!!!” teriak teman saya… “Yang sekarang bilang haram.. silakan turun dari mobil dan ngga usah ikut…” Hihihi… Itulah jawaban saya… Maklum, sok-sokan mengharamkan, padahal doyan juga… Akhirnya, terpilihlah MIE UJUNG PANDANG ARIES. di manakah itu? Mie ujung pandang terletak di daerah Nginden.

Ramainya bukan main. Saya datang ke sana, hanya ada 1 meja yang kosong. Orang mengantri ingin menikmati Mie yang ukurannya besar-besar ditambah taburan daging BABI di atasnya. Hm… Lezatnya bukan main. Ada porsi besar dan ada porsi kecil. Kalau porsi kecil harganya 16.000 dan kalau porsi besar harganya 17.000. Nah lo??? bedanya cuma 1000 rupiah kan? Mending porsi yang besar sekalian… hihihi… Teman saya agak menyesal karena memesan Mie ukuran kecil…. Kaciaannn deh looo…. untunglah saya pesan yang ukuran besar… Puas deh jadinya..

Alamak, ketika saya datang ke sana. Saya plirak-plirik.. (liat ke kanan dan liat ke kiri)… ternyata saya dan 2 teman saya hitam sendiri (wong jowo peranakan) hihihi… Lah.. Yang lain semua bermata sipit dan kulit putih langsat… Hahaha… Gapapalah.. yang penting makan dan mbayar. Nah, kalo berkesempatan datang ke Surabaya, datanglah ke tempat yang bernama Mie Ujung Pandang

(sssstttt!!!! Ini khusus bagi mereka yang tidak mengharamkan lho… Maaf, ya.. Ini haram…!!)

foto: koleksi pribadi (dari kamera Canon EOS 500D)

Iklan

10 thoughts on “Maaf, Ini Haram!!!!

  1. enak kuwi ketoke ya? ssllllrrpp… :p
    ning Jkt akeh nek babi kok War.. tanjung duren, deket metro tv ada.. 🙂
    tapi nek sengsu cen susah di Jkt.. denger2 di senayan ada.. di ambassador juga..

  2. tul mas,,,sik penting uenaakkkkk…

    di daerah tanjung duren banyak lho mas…

    ada yg chinese food ada yg batakstyle…

  3. Hahaha tulisan yg mantap bung! Biarlah yg laen mengharamkan b2, berdalil ada cacing pitanya lah, bikin bego lah, etc. Toh buktinya di negara2 maju sana yg suka makan b2 gak ada yg kelaparan, kurang gizi dan cacingan 😛

  4. Halo Om Operabiru dan Om red… Makasih lho komentarnya…. Hehehe… Kapan-kapan mari kita makan B2 bersama-sama… hehehe… *semoga tidak mengharamkannya juga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s