Senyuman yang Terpaksa

Aku masih di Surabaya..

Ketika menulis kisah inipun, aku masih di Surabaya. Teronggok duduk di pojok kamar hotel nomor 307 (lantai 3 dan kamar nomor 7, tak ada cantik-cantiknya nomor ini), mengetik dengan menyandarkan pada bantal yang diberdirikan di depan sang tembok. Kursi merah panjang dan meja kecil itu kujadikan tempat kerjaku sementara… Sementara kerja, sementara pula aku menulis blog…

Beberapa kali aku sempat merasakan kangen dengan blog ketika pergi ke luar kota. Kadang lupa tidak mengisi, mungkin masalahnya adalah aku yang suka lupa.. ya memang… dari dulu aku suka lupa…. Sudahlah, tak perlu diteruskan, yang penting sekarang aku tidak lupa menyambangi blog-ku tercinta ini….

***

Belakangan, beberapa status twitter teman-teman yang aku follow menunjukkan ketidaknyamanan mereka menghadapi hidup. Dan banyak pula yang menyalahkan bulan Juli. Kasian sekali bulan Juli, sepertinya menjadi bulan yang minim pengharapan. Bulan yang penuh kerepotan. Bulan yang penuh ketidakpastian. Tak ada nikmat-nikmatnya sama sekali… Bulan yang memuakkan…. Sebenarnya tak ada kaitannya antara Juli dengan banyak kegagalan yang terjadi dalam diri teman-temanku… Mungkin momennya memang sedang seperti itu. Sudahlah, lupakan… Itu urusan mereka… Bukan urusanku…

Lalu apa urusanku? Cukup senangkah aku menjalani bulan Juli? Bisa ya, bisa tidak. Juli adalah ulangtahunku. Mengistimewakan ulangtahun barangkali bukanlah aku. Aku merasa ulang tahun adalah hal yang biasa. Akan terjadi setiap tahun. Dan berakhir pada nanti ketika aku dipanggil yang Maha Kuasa. Lalu, apa yang tidak kusenangi di bulan Juli? Sudahlah, lupakan… kali ini urusanku sendiri…

***

Aku masih di Surabaya…

Menikmati malam hari di Bungkul.. Ouch… Kurang lengkap… Lengkapnya adalah Taman Bungkul. Sebuah taman tengah kota yang letaknya di Jl. Raya Darmo, Surabaya. Ya… seperti layaknya taman-taman kota lainnya, Bungkul amat sangat ramai ketika malam hari. Ditambah lagi, di belakang taman Bungkul terdapat wisata kuliner yang amat terkenal ‘RAWON KALKULATOR‘… Rawon yang kasir/penjualnya sangat cepat sekali menghitung jumlah uang yang kita keluarkan untuk makan… cobalah sekali-kali ke sana…

Lupakan si Rawon, dan tarik mata ke pandangan lain… Ada yang menarik dari Bungkul. Di sini adalah tempat berkumpulnya orang yang berpasang-pasangan atau bergerombol. Buanyaaaaakk sekali. Aku sendiri juga heran. Mau-maunya sih, anak-anak muda ini berkumpul  bersama – ada yang memadu kasih – berdua di taman seperti ini. Taman yang amat ramai…. Ya… namanya juga pacaran dan nggabrus bersama teman. Yang namanya pacaran dan nggambleh bersama teman, seperti tak ada habisnya dan serasa dunia hanya milik mereka…

***

Aku masih di Surabaya… dan mengeliling Taman (mbah) Bungkul…

eh… Lihat!!! Ada  seorang pelukis wajah karikatur… Waduh… Mau donk, wajahku dibuat karikatur…. Bayangkan!!! cuma 5 menit.. sret..sret…sret… wajah Anda sudah menempel di kertas ukuran folio. Anda hanya perlu membayar 10 ribu rupiah saja, dan bisa membawa pulang wajah Anda yang sangat ganteng/cantik itu.. hehehe… Aku pun tertarik… Sekarang coba lihat….Wajah saya ala Mas Teguh Wahyudi (si kartunis itu…) hehehe…

Anwar dalam coretan Karikatur (memegang kamera dan berjongkok)

Setelah jadi, saya hanya merenung sebentar… Inikah wajah saya??? Inikah senyum saya yang agak terpaksa??? Mungkin akibat saya mengalami hal yang tak menyenangkan di bulan Juli…

TAMAN BUNGKUL

Iklan

6 thoughts on “Senyuman yang Terpaksa

  1. heh WAR! sek nang SBY ra? aq kost cedak ko Taman Bungkul… Mburine WM… hehehehe…

    btw, tulisanmu yg ini koq tumben beda, hehehe… (yah, maklum, aq mgkn msh membayangkan km jaman kuliah mbiyen) he….

  2. Buat Yuni… aku Melankolis ya??? Hanya dalam tulisan ini,atau semuanya? hihi… Bukan melankolis, tapi mengais-ngais… hihihi… Thanx ya komennya… mas Ebet dan Heny justru menilai tulisan ini LEBAY… hahaha.. biarin deh… yang penting nulis…

    Buat Maria… Weh.. Maria to.. Kapan hijrah ke Mbah bungkul???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s