semua (bukan) gara-gara Facebook

Akhir-akhir ini, Endonesa kembali dihebohkan dengan berita tentang penculikan seorang gadis SMP di daerah BSD City, Tangerang bernama Nova. Nova dikabarkan diculik oleh seseorang lelaki 18 tahun yang dikenal oleh Nova di Facebook. Nova bukan orang Jakarta. Ketika kebetulan bersama dengan keluarga ke Jakarta, Nova menyempatkan untuk bisa bertemu dengan si lelaki (asal tangerang) karena memang niat bertemu dengan si pelaku penculikan itu untuk bertemu.

Cerita-cerita heboh dan menggegerkan jagad Endonesa raya, yang berawal dari Pesbuk sudah sangat amat banyak sekali. Pernah dengan cerita tentang account Pesbuk yang berusaha menjual anak-anak gadis? Nah, itu juga akhir-akhir ini muncul di media. Di Pesbuk pulalah, Prita mulyasari mendapatkan dukungan berbagai pihak dan para Pesbuker terkait dengan kasusnya dengan RS Omni Internasional. Hancurlah reputasi si RS itu gara-gara isu yang berkembang di FB.

Di luar negeri, gara-gara Pesbuk, seseorang ditolak lamaran kerjanya, karena HRD tahu, di accout Pesbuk sang pelamar itu, terdapat foto-foto dugemnya. Pesbuk pulalah, yang menjadi media untuk menggelontorkan isu penting terkait dengan dengan kasus Bank Senturi, dan lagi-lagi soal Pansus yang belum jelas juntrungannya. (kalau belum baca, postingan saya sebelumnya… silakan baca di sini…)

Pesbuk oh Pesbuk… kadang memang membantu untuk menjaga hubungan kita dengan teman-teman… tetapi kadang menyulitkan dan membawa masalah pribadi yang amat menjengkelkan.


Beberapa waktu terakhir ini… Saya mencoba mengalihkan perhatian bukan di Pesbuk tetapi ke twitter. (promo ni ye… follow saya juga ya… ). Bagi saya, mulai pertengahan tahun 2009, saya sudah merasa tidak nyaman dengan Pesbuk. Saya merasa ruang privasi saya terganggu dan tidak bisa dikendalikan (kecuali harus dgn menarik diri dari komunitas pesbuker, maka saya akan terlepas dari beban ini). Mau tak mau, saya sendiri yang memang mengurangi ber-pesbuk. Bahkan tidak sering mengunjunginya…

Sampai saat ini, ada sekitar 65 permintaan pertemanan yang belum saya konfirmasi (maaf ya… yang belum saya konfim…) . Malas untuk membukanya. Banyak pesan yang masuk, tapi juga tidak saya baca (cukup baca di e-mail notifikasinya…) Saya mengurangi untuk tidak mengomentari status teman. Dan bahkan, saya sudah tidak update status di pesbuk untuk waktu yang cukup lama. Pesbuk saya gunakan untuk mempromosikan blog saya saja, tidak lebih dari itu.

Terakhir update status pribadi di Pesbuk, tercatat tanggal 24 Agustus 2009. Setelah itu, hanya tautan promosi blog yang memang sengaja saya tautkan dengan Blog di wordpress ini. Lagi-lagi, ini menjaga privasi soal ruang diri saya. Cukuplah orang mengenal saya sebatas itu. Tidak lebih dari apa yang sudah saya buat begitu. Saya perlu ruang privasi yang cukup luas.

Saat ini, pesbuk juga saya gunakan untuk bekerja… ya.. mungkin seperti mengamati perilaku-perilaku orang berkomunitas di pesbuk. Cukup itu saja. Lainnya tidak. Foto-foto yang men-tag nama saya, ya… biarlah saya yang tahu. Kegiatan apa yg saya lakukan, ya.. biarlah saya dan teman-teman yang bertemu secara fisik yang tau. Tak perlu diumbar kemana-mana.

***

Btw, Menarik lho.. kalau mengamati semua persoalan-persoalan negatif yang muncul di pesbuk. soal penculikan, jual beli anak, dan hal-hal lain yang muncul setelah pesbuk muncul. Kadang-kadang, berita yang muncul justru mempersoalkan pesbuk-nya, bukan pelakunya. Kalimat pertama dalam berita seringkali diawali dengan kalimat, “Gara-gara Facebook, seseorang bisa.. bla..bla..bla..

Saya cuma mengamati, ternyata ada yang salah dalam pemberitaan seperti itu. Menurut saya, pesbuk adalah benda mati dan tidak bisa menculik orang, membunuh orang, menangkap orang dan embel-embel lainnya… Pesbuk adalah media dan sarana. Yang salah justru orang yang disertai dengan perilakunya yang disebut sebagai pelanggaran… Sama halnya seseorang yang membunuh dengan pisau. Pisau adalah barang bukti yang digunakan sebagai alat untuk membunuh… Bukan pisaunya yang membunuh. Sama kan logikanya?

Saya sih cuma ingin mengatakan, bahwa kita punya ruang privasi yang harus dijaga. Banyak hal yang tak perlu diobral dan dijual ke orang lain. Selama kita bisa menggunakan media dan sarana itu dengan baik, maka tak perlu jadi masalah. Tapi yg seringkali jadi persoalan, kita menggunakan baik-baik, tapi orang lain mengajak tidak menggunakannya dengan baik.. Nah, lho… terjebak dalam masalah seperti ini, ya… mungkin saja terjadi…

Teman saya putus dengan pacarany gara-gara Pesbuk. –> salah… Harusnya, teman saya putus dengan pacarnya karena ternyata pacarnya bermesraan dengan orang lain di pesbuk

Teman saya yang sudah menikah ingin mengajukan gugatan cerai gara-gara pesbuk –> salah… Harusnya teman saya yang sudah menikah ingin mengajukan gugatan cerai pada suaminya gara-gara suaminya ketahuan berselingkuh dengan wanita lain dengan menggunakan media pesbuk.

Selamat ber-pesbuk.. Ber-pesbuk-lah yang sehat… Karena media itu sudah sehat, yang tidak sehat adalah orang-orang yang menggunakannya secara tidak sehat.

Credit photo:

http://lonewolflibrarian.files.wordpress.com/

http://www.ashastd.org/

http://matanews.com/

Iklan

3 thoughts on “semua (bukan) gara-gara Facebook

  1. media apa saja bisa digunakan untuk hal positif dan negatif tergantung pribadi masing2 saja, nice info bro..

  2. Halo, Om AJI.. betul sekali.. semua media memang bisa digunakan sebagai alat yang negatif… Tergantung orangnya masing-masing. Oleh karena itu, diharapkan bukan Pesbuknya yang salah… tetapi perilaku orangnya yang bisa berubah… Salam sukses buat bisnisnya….

  3. betolll… saya setuju… jangan menyalahkan social network nya… jangan sampai situs social network dilarang….

    btw saya tidak punya akun twitter… hehehe… biar kayak emily blunt .. (halah)..

    sedang mencoba , bagaimana rasanya tidak mengikuti trend saat ini… hehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s