Yang buruk bukan cerminnya, tetapi orangnya

“Kekatholikan saya justru dipertanyakan? Saya percaya Tuhan. Dan saya percaya Dia menuntun saya. Tapi saya sendiri tak pernah maksimal dalam melakukan apa yang diperintahkanNya”

2009 akan lenyap dan tak akan pernah bisa diulang. Tahun 2010 akan kita lewati. Apa yang harus kita lakukan di tahun depan? Untuk menentukan langkah selanjutnya, saya ingin menceritakan dulu tentang diri saya saat ini…

***

Saya orang yang ceplas-ceplos. Apapun bisa keluar dari mulut saya. Tapi saya tau, apa yang keluar dari mulut saya, bisa menjadi sebuah bumerang atau senjata yang bakal menyakiti orang lain. Oleh karenanya, saya harus banyak belajar, bahwa ceplas-ceplos saya itu perlu diatur dan ditata dalam lingkungan dan situasi tertentu. Itulah waktu dimana saya belajar untuk memahami orang lain.

Saya bisa berbicara seenak saya sendiri, karena saya merasa mulut saya adalah milik saya. Saya berani menyuarakan yang tidak saya sukai. Ditambah lagi, sifat saya yang keras kepala. Sekali tidak tetaplah tidak. Sekali ‘iya’ akan dilakoni sampai mati-matian. Itulah saya yang seringkali menentang arus tanpa memandang situasi dan kondisi yang ada. Cuma ingin menghalalkan segala keinginan.

Kemudian…

Mengatur dan menata diri sendiri, adalah PR terberat dalam hidup saya akhir-akhir ini. Nampaknya, saya tak pernah menghargai apa yang ada dalam diri saya. Mulut digunakan untuk berkata yang indah. Tetapi seringkali indra saya yang satu ini, menyayat hati banyak orang dan seringkali tak berjalan seiring dengan hati serta otak saya. (salah satunya adalah: kebohongan)

Mengatur waktu dan mengingat janji, juga menjadi kebodohan dan keteledoran saya akhir-akhir ini. Melupakan sesuatu yang dijanjikan, mungkin khilaf, tapi terkadang saya yang malas untuk menepati janji itu. Sengaja? Ya memang. Terkadang karena alasan yang tidak mutu: sedang capek dan tak punya waktu. Kalau demikian, mengapa saya harus membuat janji?

Fakta lain, siraman rohani pada iman saya meredup. Agama masih menjadi sampingan, bukan tindakan yang nyata. Kekatholikan saya justru dipertanyakan? Saya percaya Tuhan. Dan saya percaya Dia menuntun saya. Tapi saya sendiri tak pernah maksimal dalam melakukan apa yang diperintahkanNya. Saya sendiri tak meragukanNya, tapi saya ragu pada diri sendiri untuk mengamalkan perintahNya. Lihat kan? betapa buruknya saya di depan Dia?

Barangkali kalau sifat dan tubuh saya ini, saya bongkar satu per satu, betapa banyak dosa dan kekeliruan yang telah saya lakukan. Nyatanya, saya juga tak bisa membongkarnya satu per satu. Kalau sudah saya bongkar semua, saya akan bingung sendiri, mana dulu yang akan saya perbaiki. Saking banyaknya dan saking tidak terkira. (meskipun banyak orang yang menganggap tidak se hiperbol demikian terhadap saya)

baca juga: Fakta tentang saya

***

Tulisan ini barangkali menjadi sebuah pengakuan dosa saya kepada publik. Dan sayapun berharap penuh mendapatkan penitensi dan pengampunan bagi diri saya sendiri.

Saya selalu tak pernah konkret dan spesifik untuk mendapatkan harapan dan impian di tahun depan. Biasanya, ada saja sesuatu yang tak terduga, yang saya dapatkan dalam perjalanan. Intinya, tahun depan adalah perbaikan dari tahun sekarang. Persoalan mendapatkan dan menciptakan sesuatu, itu adalah jalur lain. Tinggal semangat dan gerakan kita sajalah yang dibutuhkan.

Bukanlah sesuatu yang unik, bahwa tahun baru harus diawali dengan sesuatu yang baru. ‘Dosa’ itu sudah saya paparkan di depan. Oleh karenanya, harapan di tahun 2010, saya mendapatkan sebuah pencerahan untuk bisa mengatur diri, baik itu dalam pemikiran, perkataan, dan perbuatan.

Selamat Tahun Baru 2010. Semoga mendapatkan hikmah dan ilham yang luar biasa dari orang di sekitar Anda. Kesalahan akan terus ada, tetapi perbaikan juga pastinya tidak boleh tertunda. Selamat memperbaiki diri di tahun yang baru. Ingatlah, jangan membelah cerminnya. Cukup diri Anda sajalah yang berubah dari segala kekeliruan yang sudah Anda lakukan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s