Pabrik Anak = Tukang Bikin Anak

Ingin punya Anak? Atau jengah dengan kelakuan Anak Anda? Hm… padahal, mungkin anak Anda cuma 1, tapi capeknya minta ampun untuk mengurusnya. Kadang merasa gerah dengan kelakuannya. Meski demikian, sebagai orangtua, pasti akan merindukannya jika sedetik tak bertemu.

Jangan terlalu mengeluh jika Anda punya anak. Syukurilah jika Anda memiliki anak, apalagi cuma 1. Banyak pasangan yang belum bisa dikaruniai anak.

Ngomong-ngomong soal anak. Ini ada cerita ekstrim tentang Anak. Sebenarnya ini adalah masalah sosial biasa, tapi sepertinya lucu juga…

***

Beberapa waktu lalu saya ke Manila. Di sana, saya dijadwalkan mengunjungi sebuah daerah kumuh (layaknya daerah-derah kumuh Jakarta, khususnya di bantaran kali dan pinggir pantai di Jakarta Utara) di daerah BASECO (Bataan Shipyard Corporation Compound). Orang sering memanggil tempat itu sebagai:

“Calvary of the Urban Poor”

Ya.. itu istilahnya.. bukit kejamnya untuk orang-orang miskin (meski sebenarnya bukan bukit, tapi justru di pinggir pantai) – dan Kalvari adalah Puncak Gunung tempat Yesus disalib.

Hanya ada 1 kata yang terlintas di perkampungan ini…“Mengerikan” – terrible condition – Anak-anaknya super duper buaaanyak.

“Gila nih… Anak kecilnya banyak banget,” Kesan saya pertama kali masuk area ini….

Owh… ternyata ada juga tempat yang menjadi “Factory of Kids” (ini istilah temen saya yang dari Jepang, Satoshi Kasai). Tempat ini serasa jadi pabrik yang memproduksi manusia-manusia mini yang tak tahu nantinya harus jadi apa…

Luas wilayah kumuh ini sekitar 60 hektar. Dan kira-kira, ada 16.000 Kepala Keluarga tinggal di situ. Rata-rata, mereka memiliki 4 sampai 6 anak. Bahkan, banyak juga yang punya anak sampai 10. Ketika dijelaskan oleh pemandu, ada keluarga yang punya 21 anak. Ya… berarti inilah pabrik anak yang sebenarnya.

Kalau rata-rata ada 6 anak (dan ditambah 2 anggota: Ayah dan Ibu) dalam 1 keluarga. Maka, 8 dikali dengan 16.000 Kepala Keluarga. Kira-kira ada berapa ya???? hmmm….. 128.000 ribu jiwa ada di situ.

***

Saya masuk ke dalam salah satu rumah. Di sana saya berbincang dengan Pak Jose, si empunya rumah. (Mungkin namanya Hose, Yose, atau siapa… pokoknya itu deh) Pak Jose ini bekerja sebagai buruh pabrik dan punya 5 anak. Jangan harap, mereka punya 5 kamar untuk setiap anaknya…

Ukuran rumahnya amat sangat kecil (menurut saya). Kalau di Indonesia, mirip RSS (Rumah Sangat Sederhana). Tapi kalau di sana, mungkin namanya RSSSSSSS (Rumah Sangat Sederhana Sekali, Sampai-Sampai Selonjor Saja, Saya Sangat Sulit), esktrimnya sih begitu.

Tiap rumah, disana (paling tidak yang rumahnya bertembok), hanya ada 2 kamar. 1 Kamar untuk orangtua, dan 1 kamar untuk anak-anaknya. 1 Kamar sekitar 2×3 meter. Ditambah 1 ruang tamu yang disekat jadi dua untuk dapur. Jangan bicara soal privacy kalau di sini… Amat sangat low privacy… Ya.. istilahnya.. 1 untuk bersama..

Kamar mandi dan tempat untuk buang hajat harus ramai-ramai dengan para tetangga. Setiap blok, ada kamar mandinya sendiri. Bagi yang sedikit mampu, akan membangun kamar mandi untuk keluarga mereka. Yang tidak punya, ya numpang.

Jadi, ketika saya di sana… saya berharap untuk tidak ke kamar mandi… Nahan pipis dan pup.. hihihi… Karena (maaf) kamar mandinya agak jorok dan sedikit terbuka.

Hm… Sungguh mengenaskan ya… Apalagi, kalau melihat si anak-anak yang berlari-lari ke sana ke mari… Lucu-lucu lho mereka… Bahkan ketika saya ke sana… diberikan sebuah lukisan dari tangan mereka sendiri… Waaah… so swiittt

Saya cuma berpikir, bagaimana cara tiap kepala keluarga ini menafkahi anak-anaknya ya? keheranan saya ini tak berlebihan. Kerjaan mereka sebagai buruh pabrik ataupun kuli, mana cukup untuk membiayai keluarga mereka? Apalagi kalau anaknya sampai 21…

Kita tinggalkan BASECO…

Hal yang dapat dipetik adalah:

Jangan punya anak banyak-banyak. Dunia ini sudah penuh sesak dengan manusia. Cukup 2 anak (halah seperti program KB). Rencanakan dengan matang jika ingin punya Anak. Jangan asal ‘manak’ (melahirkan anak), tapi pikirkanlah, makanan apa yang akan disantapnya jika melahirkannya, apa yang Anda pikirkan untuk Anak Anda.

*) saya juga heran.. mengapa ya, bisa banyak seperti itu ya? Ada sebuah kegagalan yang terjadi… Layaknya di daerah slum Jakarta… Entah kegagalan pendidikan, kegagalan ekonomi, dan kegagalan-kegagalan lain yang terjadi di dunia ini.


Iklan

2 thoughts on “Pabrik Anak = Tukang Bikin Anak

  1. Yup! Aku juga sudah sangat bahagia dengan satu anak saja. Sebenarnya sebel juga kalau ditanyain, kapan ngasih adiknya? Yah, maksudnya baik, sih..nanyain, ngasih perhatian, daripada nggak.. Tapi anak-anak adalah manusia, I’ll do my best, untuk masa kini dan masa depannya..Kalau satu aja puyeng, palagi lebih, ya.. Kalau kebanyakan..hmm, kayaknya aku cuma mikir diriku aja kali, yaaaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s