kamu adalah hobimu

Hobi saya banyak. Tapi kalau disebut hobi, mungkin tidak terlalu cocok. Biasanya, yang namanya hobi itu sudah mendalam dan bisa dikatakan holic dan gila-gilaan. Saya sih tidak punya hobi yang amat mendalam seperti itu… saya cuma senang pada sesuatu…

Okelah.. berarti kita sebut sebagai kesenangan saja…

Saya punya banyak kesenangan (agak aneh kedengarannya kalau pakai kata kesenangan, tapi ya… ngga apa-apa).

Beberapa kesenangan saya adalah: menggambar, melukis, menyanyi, browsing, chating, menulis, bermain musik, bercerita, bersepeda, memotret-motret, jalan-jalan menelusuri kota, dan olahraga lari. Banyak kan??? (Kalau ‘berbohong’ termasuk salah satu hobi ngga ya??? hehehe… sepertinya ini kebiasaan buruk, bukan hobi)

Mengapa saya menulis tentang kesenangan saya?

Begini ceritanya…

Awal Desember ini, saya tiba-tiba ingin merasakan warna-warni dunia dan kehidupan. Dan biasanya, warna-warni itu identik dengan keceriaan, kebahagiaan dan pesta. Nah, keceriaan itu bisa kita asosiasikan dengan dunia anak-anak.

Mengingat jaman anak-anak, dulu saya senang sekali menggambar dan melukis. Gambar saya termasuk kategori B (Bagus)… – kalau kategori A: Apik.. B: Bagus.. C: Cakep… (Sebenarnya ga ada bedanya sih.. hehehe….). Pernah juga, saya memenangkan lomba tingkat nasional menggambar dalam rangka Hari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) saat kelas 5 SD. Meski sebagai juara harapan, tapi senangnya minta ampun. Hadiahnya jas hujan anak warna kuning bergambar BOBO.

Ketika SMP, saya juga pernah iseng menggambar wajah Yesus dengan crayon. Hm… Dan lukisan saya itu diminta oleh teman Ibu saya, dipigura dan dipajang. Senangnyaaa…

Di akhir tahun 2009 ini, saya kembali mengingat sebuah kesenangan yang pernah saya lakukan itu. Hm… Sangat menyenangkan sekali melihat warna-warni dunia dalam sebuah kertas. Impian dan imajinasi itu seakan tidak berhenti di otak saya… Selalu ingin menggambar dan menggambar…

Entah apa yang mendorong perasaan saya untuk kembali melukis dan menggambar. Mungkin saya butuh sebuah keceriaan yang benar-benar colorfull. Saya kangen dengan hal itu. Karena, selama ini, kehidupan saya.. ya.. begitu-begitu saja… Saya tak bisa meluapkan perasaan apa yang ada di dalam hati ini, yang jelas, saya butuh keceriaan. Tiba-tiba saya butuh ekspresi yang berwarna. Saya ingin kebahagiaan.

8 Desember 2009, saya menyempatkan diri pergi ke Toko Buku Gramedia di Puri Indah Mall dengan 2 teman saya. Hm.. sudah bisa dibayangkan, apa yang akan saya beli…

Saya membeli seperangkat alat gambar. Mulai dari pensil gambar, buku gambar, rautan, penghapus, Pensil Warna Faber Castel 24 warna, Spidol Faber Castel 20 warna, dan Crayon Pastel 36 warna.. Total semuanya Rp 183.000 … Mungkin murah dan bukan apa-apa untuk seorang pelukis. Tapi bagi saya sendiri, itu sebuah kesenangan, bahkan harta.

Namanya juga kesenangan.. saya puas membelinya… Sesampainya di rumah… (jam 1 malam…) langsung saya buka buku gambarnya. Saya membuat garis tepi, 1,5 cm. Dan memulai membuat sketsa. Hm… AMAT MENYENANGKAN…

Beginilah kalau sudah mulai menggambar.. Rasa kantuk yang menyerang jadi ilang. Laparpun terasa kenyang. Senyum ceria semakin berkembang. Melihat warna-warni indahnya lukisan.

Gambar pertama memang belum jadi. Tak apa.. Yang penting, masih punya banyak waktu untuk menyalurkan hobi menggambarku. Bukan bagus atau tidaknya lukisan itu, tetapi cukuplah kalau bisa menggoreskan warna-warni pada kertas.

Ketika menulis inipun.. saya sudah tak sabar ingin mencorat-coret lagi…

Beginilah laki-laki kalau sudah masuk hobi…Anak istri bisa jadi urusan nanti.. Hehehe…

Saya ingin melukis lagi… dan ingin menghasilkan karya. Saya berjanji pada diri sendiri. Karya pertama saya nanti, akan saya pajang dan pigura di kamar sendiri. Semoga bisa mewarnainya…

Gambar saya di Majalah HotGame tahun 2003 (sewaktu SMA di Muntilan)

diambil dari sini

Note: setiap orang membutuhkan hobi untuk menyalurkan apa yang dia senangi asal positif, itu akan cukup membantu mengembangkan diri

GAMBAR YANG SEKARANG SEDANG SAYA BUAT

judulnya: Love is Abstract

Tahap 1

Tahap 2

*belum selesai… tunggu saja… minggu ini pasti selesai

Iklan

9 thoughts on “kamu adalah hobimu

  1. Bener lho, as.. Ketika mulai menggambar.. Semua penat rasanya hilang. Yang ada hanyalah sukacita dan riang gembira. Trus satu lagi, sebelum tidur, biasanya kan aku menggambar dulu. Nah, imajinasi menggambar ini akhirnya kebawa mimpi. Dan alhamdulillah, mimpiku jadi bagus-bagus dan tidur dengan pulas. Bisa dicoba untuk terapi kesehatan tidur… hehehe…

  2. Hola, Pak Anwar..seneng deh lihat gambarmu! Aku dulu juga suka gambar, tapi publikasinya paling pol sampai papan tulis tembok belakang rumah itu, hehehhe.. Memang menyenangkan melakukan hobi seperti itu, nggak dipublikasi juga oke, diapresiasi lebih oke..
    Aku sekarang lagi hobi keramik (mengikuti irama kursus aja), jadi lebih ke ruang 3 dimensi. Secara bentuk (sebagai pemula banget) termasuk B, deh..hahaha..tapi soal warna..hmmm..masih perlu banyak improvisasi (baca: belajar) glasir..(Kalau pengen lihat, ada foto2nya di FB-ku)
    Keep going..it is a way to express yourself…

    Emak Bawel,
    yang percaya pada KARYA

  3. apik gambarmu.. mbok yo di karyake.. ben dadi duit.. lumayan buat jajan.. gaji biar disimpen anak istri.. hahaha..

    d(^.^)b

  4. Waaahhh.. Asyiknya.. Jadi pengen ke Jerman, mak. Hahaha.. Si Emak Bawel ternyata lagi seneng2nya ngeramik ya? Saya juga pengen nih belajar itu. Tapi kapan ya??? hehehe… Saya cuma hobi kok, kalau pas lagi seneng ya.. nggambar. Kalau pas lagi ga mood.. ya ditinggalin. Saya kan orangnya ‘tergantung mood’… kalau ga mood ya ga akan jadi-jadi… hehehe… Salam buat Suryo dan Keluarga di Jerman ya, mak… Hehehe..

  5. Hahaha.. Kalau ini berarti bisnis oriented.. hehehe… Saya sih cuma pengen menggambar-gambar saja. Saya bukan seorang yang ahli.. cuma kepengen aja mewarnai.

    Nanti pasti akan sangat berguna sekali ketika kita mempunyai anak. Kita akan mudah mengajari anak kita untuk berkreasi. Itulah tujuan saya mengembangkan bakat, supaya anak saya nanti juga bisa berkreasi seperti saya. Bukankah seorang anak biasanya ikut sifat orangtuanya, bung??? hehehe…

  6. Dear Mas Anwar,

    Tul, tuh untuk inspiratifnya. Hobby corat-coret kadang dapat memberikan kepuasan tersendiri.
    Dan lagi sebagai pelarian dari kejenuhan rutinitas keseharian kita, cuman untuk saya medianya lain…saya menggunakan kamera.. mungkin untuk masalah imajinatif saja yg sedikit berbeda.
    Untuk masalah menular kepada anak anda betul sekali, tembok dan media apapun menjadi kajian corat -coret mereka…lain dulu lain sekarang, saya dulu begitu dimarahahi oleh ortu, untuk sekarang saya bebaskan mereka, supaya lebih ekpresif dan sedikit liar imajinatifnya.
    Makasih mas, salut buat anda dan karya2 anda…jangan berfikir untuk bisnis, tapi berfikirlah untuk selalu berkarya dan berkarya.

    Salam kompak,

    Kliwon

  7. Benar sekali om Kliwon… Bagaimana kabar Anda sekarang? hehehe.. Baik to? Lebih baik memang mengajari anak-anak kita hal yang positif. Mengembangkan dua sisi otak, kanan dan kiri. Jangan hanya belajar, tetapi juga berkreasi dan beraktivitas dalam hal seni.

    Berpikir bisnis masih jauh. Yang penting masih tetap bisa menyalurkan hobi untuk mewarnai. Semoga saya tidak bosan dengan hobi-hobi baru saya ini. Saya orangnya bosenan sih… Sukses untuk Anda, mas Kliwon.

  8. Ping-balik: Butuh 1 tahun « Anwariksono on Wordpress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s