sebuah nilai yang tidak terbeli

Mencari angkringan di Jakarta itu susah-susah gampang. Tidak seperti di Jogja. Kalau di Jogja, mencari tempat angkringan amatlah mudah. Dulu, ada beberapa tempat angkringan Jogja yang menjadi tempat langganan saya untuk makan, bersantai dan ngobrol-ngobrol. Biasanya, saya ke angkringan Janti pada sore hari… Untuk malam harinya, kadang saya naik motor dan nongkrong bareng temen-temen di angkringan-angkringan terkenal di Jogja. Salah satunya adalah Angkringan tugu.

Beberapa waktu lalu, saya berkeliling dengan sepeda motor di Jakarta bersama sahabat-sahabat saya: Pupung Arifin, Qmoenk dan Yogya Wiragi. Suatu malam, kita merasakan lapar luar biasa. Dan tiba-tiba kita kangen dengan angkringan dan segala jenis tetek bengek yang di jual di gerobak angkringan.

Pilihan jatuh pada angkringan Palmerah. Kita menyebutnya demikian, karena memang letaknya di daerah palmerah dan dekat pula dengan pasar palmerah. (500 M dari Kompas Gramedia Palmerah kea rah Rawa Belong – tepat di depan BRI Palmerah). Sebelumnya, kita memang pernah kesana.

Dulunya, menemukan angkringan ini adalah sebuah ketidaksengajaan juga. Sewaktu saya pulang dari jalan-jalan dan melewati palmerah, kita menemukan angkringan, ramai dengan pengunjungnya. Hm… Ternyata memang angkringan di Jakarta dinikmati oleh banyak orang. Ini bisa jadi bisnis baru lho…

Kembali ke angkringan Palmerah, menunya seperti angkringan biasanya. ada beberapa macam nasi: nasi bandeng, nasi telur, nasi tempe dan nasi teri.  Satenyapun lengkap, ada sate telur, sate usus dan sate ati. Hm… enak kan… Beberapa kali saya ke sini bersama dengan teman-teman. Anda yang di jakarta harus mencobanya…

Ketika saya di Angkringan, saya memberitahu lewat twiter kepada teman-teman bahwa saya sedang menemukan Oase (baca: angkringan) di tengah padang pasir (baca: Jakarta). Banyak respon yang muncul, ternyata di Fatmawati banyak juga angkringan, di Jl. Panjang – depan Bajaj juga ada, di Kebayoran Lama juga katanya ada. Banyak sekali yang meresponnya…

Dan sayapun mengungkapkan sebuah kesan saya tentang angkringan di twitter:

@anwariksono Ada nilai yang tidak terbeli ketika di Angkringan. Itu adalah tertawa terbahak-bahak sampai perut ini sakit bersama teman-teman.

Makanan di angkringan memang biasa saja. Tetapi nilai itulah yang kami beli.

Iklan

2 thoughts on “sebuah nilai yang tidak terbeli

  1. Wah, angkringan ki penyelamat para mahasiswa berkantong cekak sepertiku dulu di Jogja…baca tulisanmu ini jadi kangen ngangkring…nang kene ra ono je…

  2. Wah foto2 kita masuk juga, jadi artis mendadak ni hehe.. yoi, mantap jaya dah, yang penting tuh suasana obrolan angkringannya, bukan makanannya 😀

    btw aku kirimin foto2 itu dunk war. mau tak upload di fb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s