aku lebih beruntung dari Nicholas Saputra

Hari Kamis malam, 27 Agustus 2009, sengaja tiduran di depan TV di kamarku. Sambil melepas capek dan tangan kananku memencet-mencet remote TV, memilih channel yang mungkin bisa menarik perhatianku. Benar saja, aku berhenti di Metro TV.

Saat itu, program yang baru akan dimulai adalah Just Alvin. Acara ini menarik menurutku. Talkshow dengan narasumber yang memiliki pencapaian prestasi tertentu, dibalut dengan nuansa entertain. Tidak norak dan terlalu lebay untuk menghibur pemirsanya. Pantas, kalau tagline acara ini: Friendship, Trust dan Untold.

Sebagai sang pembawa acara, Alvin juga bukan orang yang terlalu heboh untuk memandu sebuah acara layaknya pembawa acara dengan gaya-gaya norak di TV lain. Praktis, elegan dan memberikan pencerahan. Itulah Just Alvin yang kupahami, seperti seniornya, Andy yang ada di acara Kick Andy.

Nicholas SaputraMalam itu, si narasumber adalah Nicholas Saputra dengan judul: “THE WORLD IS MY PLAYGROUND” Aku rasa agak aneh menghadirkan si Nicholas Saputra. Batinku: “hanya artis biasa, layaknya artis yang lain. Buat apa didatangkan? Paling juga karena iklan.” Dan benar, kehadiran Nicholas Saputra memang didukung oleh Loreal Men Expert.

Sebuah produk kegantengan (bukan kecantikan) berkelas internasional untuk para pria. Di situ, ia mengaku cukup bangga karena disejajarkan dengan si James “Pierce Brosnan” Bond dan Daniel Wu, model berkebangsaan Hongkong yang menjadi Tokoh Tionghoa-Amerika.

Batinku itu kemudian hilang dari menit ke menit, aku mengikuti serius perbincangan dua kaum adam itu. Pernyataan di hatiku ternyata luluh setelah aku mengenal Nicholas Saputra dalam perbicangan yang lama-lama membuatku tertarik. Aku tertarik dengan Nicholas Saputra. Maaf. Aku revisi. Aku tertarik dengan ‘kehidupan’ Nicholas Saputra. Ada satu kalimat yang disampaikan Alvin saat itu. “Nich, kamu orang yang cukup beruntung.” Dan dengan jawaban cool, nicho menjawab kira-kira begini: “Ya.. saya adalah orang yang beruntung.”

Siapa yang tidak kenal Nicholas Saputra? Aktor film tampan dan digandrungi banyak wanita. Lulusan arsitektur UI, yang berprestasi di dunia akting dan meraih banyak penghargaan nasional bahkan internasional.  Di usianya yang ke 25 tahun, dia sudah membintangi beberapa film yang akhirnya lolos dalam berbagai penghargaan. Gie, adalah salah satu film yang dibintanginya. Jangan lupa, fenomena cinta remaja diawali dengan film AADC, yang menyandingkannya dengan Dian Sastrowardoyo. AADC Membuat nama Nicho saat itu menjadi amat populer.

Satu hal pencerahan dari perbincangan di Just Alvin saat itu (bagiku), yakni:

“KEBERUNTUNGAN”

Nicho mempunyai sebuah keberuntungan. Beruntung dianugerahi ketampanan. Beruntung dianugerahi bakat. Beruntung mendapat kesempatan main film. Beruntung mendapatkan berbagai penghargaan. Beruntung mendapatkan apa yang bisa dia raih.

Kadang aku berkhayal untuk mendapatkan sebuah rejeki yang tak terduga entah darimana asalnya

Kadang aku bermimpi, bahwa aku akan bisa main film di layar lebar

Kadang aku melamun, membayangkan diriku bersama dengan para penggemar-penggemarku.

Itulah keberuntungan yang ada dalam frame otakku. Berusaha menyamakan kehidupan beruntung dengan Nicholas Saputra. Nampaknya, aku sendiri tak pernah bisa memahami makna Keberuntungan dalam hidupku

Acara selesai…

Aku melamun… Agak lama… sambil mengganti acara-acara lain. Rasa kantuk menyerang…

Keberuntungan itu masih berlari-lari di otakku. Aku mencoba untuk larut dalam doa malam yang memang kurancang agar aku bisa membaca buah-buah keberuntungan yang sudah aku peroleh.

Dan…

Aha….

Kini aku menemukan jawabannya…

Sekarang mungkin aku tidak memiliki keberuntungan seperti Nicholas Saputra. Tapi aku memiliki banyak keberuntungan, jauh lebih banyak dari Nicholas Saputra. Dan sudah kutambahkan dalam doa malamku…

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan untuk hidup hari ini, atas nafas yang kau berikan hari ini…

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan mendapatkan orangtua yang amat manis menjagaku hingga usia dewasa

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan memiliki sedikit rejeki. Aku tak akan tahu apa yang terjadi jika aku memiliki rejeki yang berlimpah. Mungkin aku tak akan bisa mengelolanya dan akan bangkrut.

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan mendapatkan 1 wanita yang menemaniku. Mungkin jika aku mendapatkan banyak orang yang menyukaiku, akan bingung sendiri dan justru akan bunuh diri karenanya.

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan bisa melihat Nicholas Saputra yang menginspirasi hidupku. Tidak seperti Nicholas Saputra, yang tidak bisa melihatku di TV. Aku lebih beruntung dari dia. Amin.

Thanx Nicho, Thanx Alvin and Thanx God!!!

only justAlvin

Just Alvin

gambar diambil dari: izoruhai.files.wordpress.com dan just-alvin.com

Iklan

9 thoughts on “aku lebih beruntung dari Nicholas Saputra

  1. berarti aku lebih beruntung dari Dian Sastro…atau penggemar2 Nicho yg bejibun itu…hahahahaha….

  2. nice posting….
    btw, aku suka lagune d’Masiv.

    *tak ada manusia yang terlahir sempurna….

    *syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah….

    *tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik…

    thx for sharing….

    (OOT: masuk sekali langsug dapat 3 postingan…hajarrrr…..)

  3. Haduh, mbak.. Jangan menyanyikan lagu itu.. Aq sudah bosaaaaannnn.. Mendengarkan lagu itu berulang-ulang… Di TV, di Radio, dan dimanapun… Di angkot juga

    Lagian, kata seorang motivator, lagunya D’masiv itu bikin sentimen negatif pada pikiran kita… Kita tak boleh menggunakan kata ‘JANGAN’. MIsalnya, JANGAN MEROKOK… Amaran itu malah membuat orang justru semakin merokok, karena kata akhir yang diungkapkan adalah MEROKOK. Itulah yang jadi masalah. Coba, kalau anak kecil disuruh: JANGAN NANGIS! maka dia akan tambah nangis sejadi-jadinya. tetapi, AYO SENYUMLAH… itu akan menenangkan hatinya..

    Seharusnya D’masiv jangan membuat judul JANGAN MENYERAH. Tetapi justru dibalik dengan kata: BERUSAHALAH!.. Itu lebih memotivasi daripada penggunaan kata JANGAN dan MENYERAH..

    Itulah kalimat motivasi kita hari ini.. Sekian dan terima kasih… hehehe

  4. Hehe, Mas Anwar, setiap orang emang punya keberuntungan yang beda-beda, ya. Itu bejone Nicholas, tapi bejo kita mungkin beda tapi tetap istimewa, tergantung bagaimana perspektif kita…

  5. Sebenernya td lg nyari video episode Nicholas Saputra di Just Alvin (krn saya blom nonton episode itu), tp malah jd nyasar kemari. Tulisan mas Anwar sangat menyentuh, terutama di bagian akhir tulisan. Yup, manusia memang telah dianugerahi keberuntungannya masing2. Di saat qta menengadah ke atas & berharap memiliki keberuntungan spt yg dimiliki org lain, ada org lain di bawah qta yg mengharapkan memiliki keberuntungan spt yg qta miliki. Toh, kalaupun qta dianugerahi keberuntungan sebanyak yg Tuhan anugerahkan kpd mereka, blm tentu qta sanggup mengelolanya dgn baik. Tiap manusia memiliki kapasitasnya masing2, utk menerima ujian & jg anugerah. Maka bersyukurlah terhadap anugerah & ujian yg telah dianugerahkanNya utk qta. Tuhan Maha Tahu yg terbaik bagi hamba2Nya. Nasihat yg sederhana tp sangat mengena di hati saya, thanks for sharing… 🙂

  6. menarik ulasannya dan saya bersyukur ada viewers yg nonton acara saya dan bisa mendapatkan apa misi yg akan saya sampaikan melalui tayangan program JUST ALVIN..thx again bro…semua manusia itu dilahirkan dengan keberuntungan..tp memang kita harus bisa lebih jeli melihat keberuntungan itu..good nite.thx again

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s