Metroseksual VS Uberseksual (sama-sama narsistik)

Ada seorang teman yang menurut saya, dia sangat terobsesi dengan bentuk tubuh yang atletis, berotot dan menggelembung di setiap lekuknya. Setiap waktu, dihabiskannya untuk nge-GYM setelah pulang kantor.
Beberapa kali, diriku diajak untuk ikut fitness ala selebritis. “Selain sehat, bentuk badan juga bisa bagus,” katanya suatu saat. Tapi aku menolak halus.
Sehat itu penting, bahkan sangat penting. Saya berusaha menjaga kesehatan, meskipun dengan cara sederhana. Misalnya, berlari pagi keliling kompleks kos, dan cukup mengangkat 5 set x 2 kg dumble setiap pagi, untuk tangan kanan dan kiri.
Tujuannya, supaya tangan dan kaki saya cukup lincah untuk bekerja, berjalan dan beraktivitas.
Menjaga keberagaman makanan juga menjadi perhatian yang penting. Saya selalu berusaha agar tidak makan daging ayam berlebihan, cukup sayuran, dan beristirahat yang nyaman. Tetapi saya tidak terlalu tertarik dengan bentuk tubuh yang atletis penuh gelembungan otot.
Saya cuma menduga-duga, bahwa dirinya memang lebih percaya diri dengan tampil berotot, sexy dan lebih metrosexual, kali ya… Ini ada sebuah kalimat dalam berita: “Pria metroseksual menjadikan penampilan yang prima sebagai obsesi mereka. Tanpa rasa risih, mereka masuk ke salon; memasang kawat gigi, sampai operasi plastik agar penampilannya terlihat prima”. Wuih.. di Jakarta banyak sekali kita jumpai pria-pria seperti ini.
Tapi akhir-akhir ini, ada istilah baru di antara kaum pria, yaitu: uberseksual. Uber diambil dari kosa kata jerman yang berarti “di atas” atau “superior”. Sedangkan sexus berarti “gender”.
Sebuah berita menuliskan bahwa: “Pria uberseksual adalah pria yang menggunakan aspek positif maskulinitas, seperti kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap orang lain dalam kehidupannya. Pria uberseksual sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Pria jenis ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya di sela-sela waktu kosong yang ia miliki”
Apa bedanya?
METROSEKSUAL
1. Metroseksual lebih bergairah pada masalah diri sendiri serta penampilan dan gaya rambut mereka.
2. Metroseksual selalu ingin didekati wanita dan berada di antara mereka.
3. Metroseksual terinspirasi oleh berbagai produk dan penampilan model-model terkenal.
4. Metroseksual peduli pada masalah berapa kalori yang diserapnya setiap hari.
5. Metroseksual secara emosi kosong.
6. Metroseksual menginvestasikan uang untuk perawatan kulitnya.
7. Metroseksual terobesesi pada masalah dandanannya.
UBERSEKSUAL
1. Uberseksual lebih bergairah pada masalah bisnis, politik dan dunia
2. Uberseksual sangat menghormati wanita, tapi memilih pria sebagai sahabat terbaiknya.
3. Uberseksual mengikuti pengalaman dan sebab musabab serta alasan-alasan.
4. Uberseksual sangat peduli pada masalah di lingkungan sekitarnya.
5. Uberseksual secara emosional selalu terbuka dan tersedia.
6. Uberseksual menginvestasikan uangnya untuk strategi bisnis selanjutnya.
7. Uberseksual terobsesi pada kualitas dan integritas.
Keduanya adalah usaha para pria untuk mendapatkan pengakuan atas eksistensi diri. Sekarang, Anda mau pilih mana: menjadi pria metroseksual atau uberseksual?
Lelaki MetroseksualAda seorang teman yang menurut saya, dia sangat terobsesi dengan bentuk tubuh yang atletis, berotot dan menggelembung di setiap lekuknya. Setiap waktu, dihabiskannya untuk nge-GYM setelah pulang kantor.
Beberapa kali, diriku diajak untuk ikut fitness ala selebritis. “Selain sehat, bentuk badan juga bisa bagus,” katanya suatu saat. Tapi aku menolak halus.
Sehat itu penting, bahkan sangat penting. Saya berusaha menjaga kesehatan, meskipun dengan cara sederhana. Misalnya, berlari pagi keliling kompleks kos, dan cukup mengangkat 5 set x 2 kg dumble setiap pagi, untuk tangan kanan dan kiri.
Tujuannya, supaya tangan dan kaki saya cukup lincah untuk bekerja, berjalan dan beraktivitas.
Menjaga keberagaman makanan juga menjadi perhatian yang penting. Saya selalu berusaha agar tidak makan daging ayam berlebihan, cukup sayuran, dan beristirahat yang nyaman. Tetapi saya tidak terlalu tertarik dengan bentuk tubuh yang atletis penuh gelembungan otot.
Saya cuma menduga-duga, bahwa dirinya memang lebih percaya diri dengan tampil berotot, sexy dan lebih metrosexual, kali ya… Ini ada sebuah kalimat dalam berita: “Pria metroseksual menjadikan penampilan yang prima sebagai obsesi mereka. Tanpa rasa risih, mereka masuk ke salon; memasang kawat gigi, sampai operasi plastik agar penampilannya terlihat prima”. Wuih.. di Jakarta banyak sekali kita jumpai pria-pria seperti ini.
Tapi akhir-akhir ini, ada istilah baru di antara kaum pria, yaitu: uberseksual. Uber diambil dari kosa kata jerman yang berarti “di atas” atau “superior”. Sedangkan sexus berarti “gender”.
Sebuah berita menuliskan bahwa: “Pria uberseksual adalah pria yang menggunakan aspek positif maskulinitas, seperti kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap orang lain dalam kehidupannya. Pria uberseksual sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Pria jenis ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya di sela-sela waktu kosong yang ia miliki”
Apa bedanya?
METROSEKSUALLelaki Metroseksual
1. Metroseksual lebih bergairah pada masalah diri sendiri serta penampilan dan gaya rambut mereka.
2. Metroseksual selalu ingin didekati wanita dan berada di antara mereka.
3. Metroseksual terinspirasi oleh berbagai produk dan penampilan model-model terkenal.
4. Metroseksual peduli pada masalah berapa kalori yang diserapnya setiap hari.
5. Metroseksual secara emosi kosong.
6. Metroseksual menginvestasikan uang untuk perawatan kulitnya.
7. Metroseksual terobesesi pada masalah dandanannya.
UBERSEKSUAL
1. Uberseksual lebih bergairah pada masalah bisnis, politik dan dunia
2. Uberseksual sangat menghormati wanita, tapi memilih pria sebagai sahabat terbaiknya.
3. Uberseksual mengikuti pengalaman dan sebab musabab serta alasan-alasan.
4. Uberseksual sangat peduli pada masalah di lingkungan sekitarnya.
5. Uberseksual secara emosional selalu terbuka dan tersedia.
6. Uberseksual menginvestasikan uangnya untuk strategi bisnis selanjutnya.
7. Uberseksual terobsesi pada kualitas dan integritas.
Keduanya adalah usaha para pria untuk mendapatkan pengakuan atas eksistensi diri. Sekarang, Anda, para pria, mau pilih mana: menjadi pria metroseksual atau uberseksual?
Iklan

3 thoughts on “Metroseksual VS Uberseksual (sama-sama narsistik)

  1. saya jelas lebih memilih mjadi pria uberseksual plus spiritual. saya setuju dng anda. kita olahraga bukanlah untuk punya tubuh atletis spt itu. yang penting sehat, kuat, dan staminanya nggak mudah kendor. saya belum pernah ke gym sama sekali, tapi kalau ke gym-pun suatu saat nanti, saya tidak akan menggunakannya untuk keperluan seperti pria di atas (temen anda itu).

    bagi saya buat apa sih punya tubuh atletis, toh kita nggak selamanya muda dan tak selamanya hidup di dunia ini?

    fisik dan penmapilan nomor dua. isi pikiran dan isi hati itu nomor satu bagi saya.

  2. Mas Adrianto, setiap lelaki memiliki pilihan masing-masing. Dan pilihan Anda nampaknya sangat tepat… hehehe… Spiritualitas memang sangat penting. Bahkan jaman sekarang ini, nilai spiritualitas sudah mulai berkurang, seiring dengan zaman yang makin menggila… Salut dan tetap semangat menjadi lelaki berspirit….

    Salam,

    Anwariksono

  3. Mungkin kawanmu itu gay wan he he just kidding… mereka lebih peduli penampilan untuk menarik sesamanya… tp kita gak boleh menghakimi kalo pun bener temenmu kaya gitu… hidup adalah perjalanan spiritual yang berbeda antara pengalaman satu orang dengan lainnya… kadang seseorang perlu menapaki jalan yang salah untuk tau jalan yang benar… btw soal topik di atas aku sih gak mau milih salah satu coz jujur pengen punya body bagus tp kepala + hatinya juga lebih bagus ha ha… salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s