Doa Bapa Kami: refleksi dan permenunganku

Bagian dari perayaan Ekaristi (misa) yang paling menyentuh jiwaku adalah saat mendoakan atau menyanyikan Bapa Kami. Apapun lagunya, aku selalu berusaha meresapi doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri ini. INi adalah doa terindah dalam hidupku. Aku merasa, doa ini mempunyai kekuatan yang luar biasa. Mampu mengubah kehidupan manusia dan mampu menggerakkan jiwa yang padam semangatnya. Beberapa kali aku meneteskan air mata ketika mendoakan Bapa Kami. Membacakan atau menyanyikan secara tenang dan meresapi secara mendalam doa ini, adalah hal terindah dalam kehidupan rohaniku. Berikut adalah refleksiku yang kutulis sendiri:
Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu (Our Father in heaven,
Hallowed be your name)
Allah selalu memiliki kekuasaan yang tak ternilai. Dialah sumber segala penghidupanku. Namanya sungguh Agung dan Mulia. Tak ada yang menggantikan Allah Sang Abadi. Manusia (dan aku) tunduk kepadaNya. Dialah yang melindungiku. Dialah yang menjadi tumpuan harapan manusia dan diriku. Aku memuji namanya. Sapaan-sapaan Indah kutujukan hanya demi Dia, yang hidup dan selalu berkarya dalam setiap aktivitasku.
Datanglah Kerajaan-Mu (Your kingdom come)
Aku adalah manusia yang mengharapkan kedamaian. KerjaanNya yang kekal, selalu memberikan ketentraman dan kedamaian di dalam Hati. Aku selalu berharap dan memohon, semoga hatiku selalu kaya akan kedamaian karena Dia telah hadir di dalam hatiku. KerjaanNya tak datang dengan kemegahan nan sombong, tetapi hadir dalam jiwa yang lembut dan menyejukkan.
Jadilah kehendak-Mu, Di atas bumi seperti di dalam Surga (Your will be done,
On earth as in heaven)
Aku hanya bisa berpasrah kepadaNya. Hidupku telah diatur oleh KuasaNya, tetapi aku selalu berusaha menjadi manusia yang hidup sesuai dengan kehendakNya. Terkadang aku merasa kehidupanku begitu pahit. Tetapi kepahitan itulah, bentuk cinta kasih Tuhan kepadaKu. Aku diajari untuk merasakan kehidupan yang sebenarnya. Dan aku mengalami keindahan yang luar biasa dalam setiap detiknya. Semua karena Tuhan telah menentukan yang terbaik untukku. Aku percaya, apa yang telah diberikan Tuhan, adalah demi kebahagiaanku di dunia.
Berilah kami rejeki pada hari ini (Give us today our daily bread)
Aku memang selalu serakah. Meminta harta dan kekayaan yang berlebih. Doa ini membuatku semakin rendah hati, bahwa rejeki hanya datang jika kita berpasrah kepadaNya dan berusaha sepenuh hati. Apa yang ada hari ini, perlu disyukuri untuk hari ini. Jika hari ini tak bisa makan. Ada rejeki lain yang pasti telah diturunkan Tuhan. Terkadang kita tidak tahu, seberapa banyak yang kita terima. Akupun selalu merasa kurang. Dan terlebih, kurang mensyukuri apa yang telah kudapatkan. Terima kasih Bapa, Engkau telah mengajariku untuk beryukur pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami (Forgive us our sins as we forgive those who sin against us)
Seringkali Aku berbuat dosa kepada orang-orang yang kutemui. Aku sering berbuat jahat. Kadang memang tak kusengaja, dan bahkan kusengaja agar orang lain terluka. Manusia memang penuh dengan dosa. Aku memang hina di hadapan Allah, untuk itulah, aku perlu penyesalan atas segala kesahalan yang kulakukan. Satu lagi, memaafkan bagiku begitu susahnya. Aku jarang bisa memaafkan orang lain. Doa ini, mengajarku untuk selalu mengampuni juga, kesalahan-kesalahan orang di sekitar kita. Dan setiap mengucapkan bagian ini, aku selalu terharu, betapa aku berdosa di hadapan Allah.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, Tetapi bebaskan kami dari yang jahat. (Save us from the time of trial,And deliver us from evil)
Manusia memang penuh permohonan. Ada jiwa ketakutan di dalam hatiku, jika aku mengalami sebuah kegagalan, kekecewaan, kesedihan, dan pengkhianatan. ‘Bapa Kami’ mengajariku untuk selalu kuat dalam menghadapi semua tantangan dan bisa menyelesaikan dengan cara manusia yang baik.
Amin (Amen)
Tanda keyakinan dan persetujuan. Bahwa Allah memang menyertaiku. Bahwa Allah selalu memberikan rejeki dan pengampunan. Bahwa Allah selalu memberikan kesempatan. Dan aku setuju, bahwa Allah itu baik dan senantiasa aku diajarinya untuk hidup lebih baik. Terima kasih Bapa. Amin
BerdoaBagian dari perayaan Ekaristi (misa) yang paling menyentuh jiwaku adalah saat mendoakan atau menyanyikan Bapa Kami. Apapun lagunya, aku selalu berusaha meresapi doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri ini. INi adalah doa terindah dalam hidupku. Aku merasa, doa ini mempunyai kekuatan yang luar biasa. Mampu mengubah kehidupan manusia dan mampu menggerakkan jiwa yang padam semangatnya. Beberapa kali aku meneteskan air mata ketika mendoakan Bapa Kami. Membacakan atau menyanyikan secara tenang dan meresapi secara mendalam doa ini, adalah hal terindah dalam kehidupan rohaniku. Berikut adalah refleksiku yang kutulis sendiri:
Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu (Our Father in heaven, Hallowed be your name)
Allah selalu memiliki kekuasaan yang tak ternilai. Dialah sumber segala penghidupanku. Namanya sungguh Agung dan Mulia. Tak ada yang menggantikan Allah Sang Abadi. Manusia (dan aku) tunduk kepadaNya. Dialah yang melindungiku. Dialah yang menjadi tumpuan harapan manusia dan diriku. Aku memuji namanya. Sapaan-sapaan Indah kutujukan hanya demi Dia, yang hidup dan selalu berkarya dalam setiap aktivitasku.
Datanglah Kerajaan-Mu (Your kingdom come)
Yesus Mengajar doaAku adalah manusia yang mengharapkan kedamaian. KerjaanNya yang kekal, selalu memberikan ketentraman dan kedamaian di dalam Hati. Aku selalu berharap dan memohon, semoga hatiku selalu kaya akan kedamaian karena Dia telah hadir di dalam hatiku. KerjaanNya tak datang dengan kemegahan nan sombong, tetapi hadir dalam jiwa yang lembut dan menyejukkan.
Jadilah kehendak-Mu, Di atas bumi seperti di dalam Surga (Your will be done, On earth as in heaven)
Aku hanya bisa berpasrah kepadaNya. Hidupku telah diatur oleh KuasaNya, tetapi aku selalu berusaha menjadi manusia yang hidup sesuai dengan kehendakNya. Terkadang aku merasa kehidupanku begitu pahit. Tetapi kepahitan itulah, bentuk cinta kasih Tuhan kepadaKu. Aku diajari untuk merasakan kehidupan yang sebenarnya. Dan aku mengalami keindahan yang luar biasa dalam setiap detiknya. Semua karena Tuhan telah menentukan yang terbaik untukku. Aku percaya, apa yang telah diberikan Tuhan, adalah demi kebahagiaanku di dunia.
Berilah kami rejeki pada hari ini (Give us today our daily bread)
Aku memang selalu serakah. Meminta harta dan kekayaan yang berlebih. Doa ini membuatku semakin rendah hati, bahwa rejeki hanya datang jika kita berpasrah kepadaNya dan berusaha sepenuh hati. Apa yang ada hari ini, perlu disyukuri untuk hari ini. Jika hari ini tak bisa makan. Ada rejeki lain yang pasti telah diturunkan Tuhan. Terkadang kita tidak tahu, seberapa banyak yang kita terima. Akupun selalu merasa kurang. Dan terlebih, kurang mensyukuri apa yang telah kudapatkan. Terima kasih Bapa, Engkau telah mengajariku untuk beryukur pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami (Forgive us our sins as we forgive those who sin against us)
Seringkali Aku berbuat dosa kepada orang-orang yang kutemui. Aku sering berbuat jahat. Kadang memang tak kusengaja, dan bahkan kusengaja agar orang lain terluka. Manusia memang penuh dengan dosa. Aku memang hina di hadapan Allah, untuk itulah, aku perlu penyesalan atas segala kesahalan yang kulakukan. Satu lagi, memaafkan bagiku begitu susahnya. Aku jarang bisa memaafkan orang lain. Doa ini, mengajarku untuk selalu mengampuni juga, kesalahan-kesalahan orang di sekitar kita. Dan setiap mengucapkan bagian ini, aku selalu terharu, betapa aku berdosa di hadapan Allah.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, Tetapi bebaskan kami dari yang jahat. (Save us from the time of trial,And deliver us from evil)
Manusia memang penuh permohonan. Ada jiwa ketakutan di dalam hatiku, jika aku mengalami sebuah kegagalan, kekecewaan, kesedihan, dan pengkhianatan. ‘Bapa Kami’ mengajariku untuk selalu kuat dalam menghadapi semua tantangan dan bisa menyelesaikan dengan cara manusia yang baik.
Amin (Amen)
Tanda keyakinan dan persetujuan. Bahwa Allah memang menyertaiku. Bahwa Allah selalu memberikan rejeki dan pengampunan. Bahwa Allah selalu memberikan kesempatan. Dan aku setuju, bahwa Allah itu baik dan senantiasa aku diajarinya untuk hidup lebih baik. Terima kasih Bapa. Amin
Foto kredit: alamohop.com, ofm.netau.net, doabapakami.com
Yesus Di Getsemani
Iklan

6 thoughts on “Doa Bapa Kami: refleksi dan permenunganku

  1. Terima kasih karena sudah memilih saya menjadi pemenang. Tapi semuanya adalah pemenang kok.. Andapun juga demikian… Terima kasih karena sudah menyambangi blog saya.. dan terima kasih karena sudah memberikan komentar… Silakan dikunjungi suatu saat…

  2. Ping-balik: Wawancara Imajiner dengan Yesus (Part I) « Anwariksono on Wordpress

  3. Ping-balik: Kisah Tragis Kecelakaan Kereta 3 Tahun Silam | Catatan Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s