Mengenang masa kecil di hari anak

Hari ini, 23 Juli 2009 adalah hari anak nasional. Saya ingin mengenang masa kecil.
Semasa berada di bangku kelas 4-6 SD, saya suka mengikuti kegiatan ekstra-sekolah. 2 Kegiatan yang saya ikuti waktu itu adalah kegiatan menari jawa dan menyanyi Waktu di SD, Menari Jawa adalah Muatan Lokal yang wajib diikuti seluruh siswa. Sedangkan ekstra tari jawa, hanya diperuntukkan bagi mereka yang ditunjuk oleh, Pak Sri, guru Tari waktu itu, sebagai sebuah persiapan untuk event-event sekolah, misalnya Natalan, Paskahan, Perpisahan, Ulang Tahun sekolah dan lain sebagainya. Beberapa kali juga ikut lomba tari.
Untuk menyanyi, dulu saya masuk sebuah sanggar musik dan vokal di Bina Vokalia Radio PTPN Solo. Mulai masuk di sana, kelas 3 SD. dan selama 2 tahun, aktif di Bina Vokalia. Suara vibra ketika menyanyi, memang baru muncul ketika kelas 5 SD. Hampir 2 tahun masuk sanggar, baru bisa menyanyi dengan vibra dan pencapaian nada yang tepat. Saya sering tersenyum sendiri ketika mendengarkan suara saya saat pertama kali rekaman di studio PTPN. Beberapa kali mengikuti kejuaraan menyanyi dan beberapa kali menang. Yang paling diingat adalah ketika ada lomba Menyanyi Aksi Anak Surakarta tahun 1997 di Hotel Asia. Saya menang juara 2 dan membawa piala yang tinggi. Teramat menyenangkan untuk seorang anak kecil. Dan ibuku yang mengantarkan lombapun hanya tersenyam-senyum penuh bangga. Sayapun tahu, dia akan bangga.
Selain menyanyi dan menari, saya suka menggambar. Ketika masih SD, saya mendapatkan hadiah dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia karena gambar saya jadi juara favorit nasional. Hadiahnya jas hujan warna kuning yang bagus dan kuat, dan selembar piagam yang gemerlap. Senang sekali dan kaget. Sayapun banyak belajar menggambar dari kakak saya, Anik Hutari. Gambarnya bagus dan lucu-lucu. Buku-buku dia ketika sekolah dulu, banyak sekali gambar-gambarnya. Saya mencoba menirunya. Ditambah lagi, kakak saya Anik Hutari mempunyai suami seorang pelukis dan kartunis. Lukisan dia banyak yang saya tiru. Maklum, waktu itu saya anak SD yang hanya bisa meniru. Tapi dari tiruan tersebut, saya sering mendapatkan hasil gambar sesuai dengan karakter saya sebagai anak SD.
Betapa senangnya ketika mengikuti banyak kegiatan di sekolah Dasar. Apa yang sudah saya lalui ketika menjadi anak-anak, kadang teramat menyenangkan, jika dibandingkan dengan ribuan anak INdonesia yang tidak mampu. Namun, kadang sayapun tidak pernah mensyukuri masa anak-anak yang saya lewati. Saya selalu merasa bahwa perjuangan keras menjadi anak itu adalah usaha saya sendiri dengan minim fasilitas. Tetapi kenyataannya, orangtuapun mendukung saya.
Cukup prihatin jika melihat anak-anak Indonesia tidak bisa melewati masa anak-anaknya dengan menyenangkan. Anak yang belum genap 10 tahun, sering kali terlihat lalu lalang di perempatan jalan untuk meminta uang dari orang lain. Kadang saya mengumpat, mengapa orangtuanya begitu saja membiarkan. Tetapi apa yang bisa saya lakukan? Anak-anak adalah tunas kehidupan. Jangan pernah membiarkan mereka terpuruk dengan keadaan zaman. Kebahagiaan masa kecil adalah keindahan di saat dewasa. Kalaupun saya tidak bisa sebagai seperti sekecil saya dulu. Tentu saya tidak akan bisa mengatakan demikian.
SELAMAT HARI ANAK NASIONAL… Semoga anak INdonesia semakin bahagia dan bisa melewati masa anak-anaknya dengan menyenangkan…

Hari ini, 23 Juli 2009 adalah hari anak nasional. Saya ingin mengenang masa kecil.

Anak-anakSemasa berada di bangku kelas 4-6 SD, saya suka mengikuti kegiatan ekstra-sekolah. 2 Kegiatan yang saya ikuti waktu itu adalah kegiatan menari jawa dan menyanyi Waktu di SD, Menari Jawa adalah Muatan Lokal yang wajib diikuti seluruh siswa. Sedangkan ekstra tari jawa, hanya diperuntukkan bagi mereka yang ditunjuk oleh, Pak Sri, guru Tari waktu itu, sebagai sebuah persiapan untuk event-event sekolah, misalnya Natalan, Paskahan, Perpisahan, Ulang Tahun sekolah dan lain sebagainya. Beberapa kali juga ikut lomba tari.

Untuk menyanyi, dulu saya masuk sebuah sanggar musik dan vokal di Bina Vokalia Radio PTPN Solo. Mulai masuk di sana, kelas 3 SD. dan selama 2 tahun, aktif di Bina Vokalia. Suara vibra ketika menyanyi, memang baru muncul ketika kelas 5 SD. Hampir 2 tahun masuk sanggar, baru bisa menyanyi dengan vibra dan pencapaian nada yang tepat. Saya sering tersenyum sendiri ketika mendengarkan suara saya saat pertama kali rekaman di studio PTPN. Beberapa kali mengikuti kejuaraan menyanyi dan beberapa kali menang. Yang paling diingat adalah ketika ada lomba Menyanyi Aksi Anak Surakarta tahun 1997 di Hotel Asia. Saya menang juara 2 dan membawa piala yang tinggi. Teramat menyenangkan untuk seorang anak kecil. Dan ibuku yang mengantarkan lombapun hanya tersenyam-senyum penuh bangga. Sayapun tahu, dia akan bangga.

Selain menyanyi dan menari, saya suka menggambar. Ketika masih SD, saya mendapatkan hadiah dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia karena gambar saya jadi juara favorit nasional. Hadiahnya jas hujan warna kuning yang bagus dan kuat, dan selembar piagam yang gemerlap. Senang sekali dan kaget. Sayapun banyak belajar menggambar dari kakak saya, Anik Hutari. Gambarnya bagus dan lucu-lucu. Buku-buku dia ketika sekolah dulu, banyak sekali gambar-gambarnya. Saya mencoba menirunya. Ditambah lagi, kakak saya Anik Hutari mempunyai suami seorang pelukis dan kartunis. Lukisan dia banyak yang saya tiru. Maklum, waktu itu saya anak SD yang hanya bisa meniru. Tapi dari tiruan tersebut, saya sering mendapatkan hasil gambar sesuai dengan karakter saya sebagai anak SD.

Betapa senangnya ketika mengikuti banyak kegiatan di sekolah Dasar. Apa yang sudah saya lalui ketika menjadi anak-anak, kadang teramat menyenangkan, jika dibandingkan dengan ribuan anak INdonesia yang tidak mampu. Namun, kadang sayapun tidak pernah mensyukuri masa anak-anak yang saya lewati. Saya selalu merasa bahwa perjuangan keras menjadi anak itu adalah usaha saya sendiri dengan minim fasilitas. Tetapi kenyataannya, orangtuapun mendukung saya.

Cukup prihatin jika melihat anak-anak Indonesia tidak bisa melewati masa anak-anaknya dengan menyenangkan. Anak yang belum genap 10 tahun, sering kali terlihat lalu lalang di perempatan jalan untuk meminta uang dari orang lain. Kadang saya mengumpat, mengapa orangtuanya begitu saja membiarkan. Tetapi apa yang bisa saya lakukan? Anak-anak adalah tunas kehidupan. Jangan pernah membiarkan mereka terpuruk dengan keadaan zaman. Kebahagiaan masa kecil adalah keindahan di saat dewasa. Kalaupun saya tidak bisa sebagai seperti sekecil saya dulu. Tentu saya tidak akan bisa mengatakan demikian.

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL… Semoga anak INdonesia semakin bahagia dan bisa melewati masa anak-anaknya dengan menyenangkan…

(foto diambil dari: http://www.kabarindonesia.com)

Iklan

3 thoughts on “Mengenang masa kecil di hari anak

  1. hari anak nasional…..
    klo bicara soal anak-anak mungkin kisaran umurnya 6-12 th… tp sekarang anak-anak terlalu cepat dewasa deh… ketika kita ajak ngbrl2.. rata2 anak 10th ke atas udah menganggap dirinya ABG hehehe

  2. masa kanak-kanak…….
    selalu menyenangkan seingatku. ada juga yang terasa “nggak adil” tapi, syukurlah tak sampai mempengaruhi pribadiku menjadi seseorang yang “sakit”.

    mirisnya……..
    saat melhat anak-anak sekarang jauh dari ceria dunia bermain yang asyik. mereka dirampas oleh mainan berlayar dan bertombol yang mengutamakan “aku harus menang” itu.

    kapan belajar berbagi? kapan mengenal Fair play? kapan belajar kalah?
    kasihan sungguh kasihan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s