siapa bilang saya narsis

 

Saya tidak tau, apakah saya tergolong orang yang suka membanggakan diri sendiri alias narsis, atau bukan. Yang jelas, saya suka difoto. Foto saya sudah ribuan di dalam hardisk komputer. Saking banyaknya, saya harus burn foto-foto saya di dalam CD.

 

Banyak teman yang bilang, saya narsis. Tapi sampai sekarang, sepertinya, tidak ada hubungannya, suka difoto dengan narsis. Teman saya dari taiwan yang baru pertama kali bertemu, bahkan pernah berkata, “Anwar, penganut narsisisme ya? kok suka banget difoto”. Aku jawab saja, “Bukannya aku narsis, tapi keadaan menuntutku untuk demikian,” ujarku. Mungkin dia tak paham situasinya.

 

Bayangkan, jika nanti Anwar Riksono mati. Banyak orang yang akan bilang dan terkenang dengan melihat banyaknya fotoku di dalam komputerku. (semoga ya… Amin…) Mungkin orang yang akan menguburku akan bingung, mana foto yang akan dijadikan untuk pelepasan jenazah. Semua gara-gara fotoku terlalu banyak.

 

Penjelasan narsis menurut Wikipedia:

“Narsisme adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narcissus, yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis

Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis”

 

Satu hal yang tak akan pernah aku hilangkan dalam setiap jepretan kamera. Entah aku memotret dengan kamera sendiri, atau orang-orang yang memotretku. Semua selalu melihatku tersenyum lebar, melihat putihnya gigi-gigiku. Selain aku suka difoto, aku suka tersenyum. Aku tahu pasti, bahwa senyuman lebar kepada semua orang, memberikan berkah luar biasa bagi yang menerimanya.Tersenyumlah, dan tetaplah memotret dirimu sendiri.

 

***

narsis

Iklan

4 thoughts on “siapa bilang saya narsis

  1. lha, emang wajahmu fotojenik gitu loh mas. Hati2 kalau ketahuan sama memburu bakat, bisa2 sampeyan bisa jadi artis atau foto model. keep smiling, deh

  2. war pake odol opo sampeyan…putih tenan untune je….

    gantheng2…

    hihihihihi

    mantabs brooooo….

  3. Ping-balik: Kenalkan, Inilah pendamping hidup saya yang baru « Anwariksono on Wordpress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s