Kelana Keluarga

keluarga-cemaraAku bukan pengembara. Dan aku tak mau memaklumatkan diriku sebagai seorang musafir. Kalau sosok itu tertempel pada diriku, aku tak segan-segan akan menampar orang yang mengatakannya. Musafir seolah tak punya tujuan hidup. Mengelana bagaikan gelandangan tak punya rumah. Tapi aku punya tujuan hidup pasti. Aku bukan musafir dan bukan hidup untuk menggelandang.

Bagi yang tahu tentang diriku, sejak lulus dari bangku menengah pertama di sebuah sekolah yang dikelola oleh suster-suster ordo santa ursula di kota Solo, diriku sudah jauh dari rumah. SMA kuhabiskan di Muntilan selama 3 tahun. Akupun cuma pulang 1 bulan sekali, setiap minggu kedua di tiap bulannya. Itupun tak pernah kuhabiskan di rumah, dan tak lebih dari 24 jam aku menatap wajah orangtuaku. Tidak lucu, dan maklum, karena aku laki-laki, begitulah setiap ada tetanggaku atau rekan orangtuaku yang menanyakan mengapa diriku jarang di rumah. Parahnya lagi, ketika SMA, aku bahkan sangat jarang berkomunikasi dengan mereka. Meski HP dilarang beredar di daerah asrama (SMA van Lith adalah SMA Berasrama), tapi masih banyak wartel yang berceceran di sekitar sekolah, yang juga tak pernah kukunjungi, kecuali untuk meminta duit karena kehabisan. Jadi, orangtuaku sudah tak kaget jika mengangkat telefon dariku, yang ujung-ujungnya pasti hanya meminta duit. Huh, Cape’ deh… Maklum, anak laki-laki…

Sejak lulus bangku SMA-pun, aku langsung cabut untuk kuliah di Jogja. Lagi-lagi, semakin parah. Jarang pulang dan jarang berkomunikasi. Meski jarak JOGJA dan SOLO hanya sekitar 57km, yang artinya bisa ditempuh dengan waktu kira-kira 2 jam perjalanan menggunakan sepeda motor, atau menggunakan kereta api PRAMBANAN EKSPRESS yang tak lebih dari 1 jam perjalanan. Aku sendiri juga heran, mengapa aku jarang pulang ke rumah. Padahal, banyak orang yang mengatakan, rumah dan orangtua adalah istana indah yang tak terlupakan. Ingat lagu yang menjadi theme song KELUARGA CEMARA?

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara, tiada tara adalah keluarga

Cuplikan lagu itu, kadang mengingatkanku akan situasi keluarga yang tidak pernah akan tergantikan dengan apapun. Mungkin aku bukan keluarga cemara, tetapi keluarga pohon durian, pohon mangga atau pohon pinus. Yang lebih bagus lagi, keluarga pohon jati. (memang Cemara adalah nama anak keduanya, bukan nama pohonnya).

Hidup bersama teman, itu yang menjadi hiburanku. Itulah mengapa aku sering tak pernah pulang ke rumah. Kalaupun di rumah, pasti aku akan pergi bersama teman-temanku. Entah temanku SMP, temanku SMA, maupun teman-teman yang pernah aku kenal di lingkungan rumah, gereja, saudara seumur, yang jelas, bukan teman seks atau teman tidur di ranjang.

Setelah lulus kuliah, aku harus ke Jakarta. Mengapa harus? Ya karena aku diterima kerja di Jakarta. Lagi-lagi aku berkelana dengan tujuan. Aku di jakarta, bukan sekedar hura-hura, meski kadang mengalaminya. Tetapi di Jakarta, aku menemukan berbagai hal yang kudamba-dambakan. Bertemu dengan orang-orang top dan hebat. Cita-citaku. Entah, sampai kapan aku akan menapaki hidup di Ibukota, aku tidak tahu. Tetapi, jika ada yang mengajakku untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus, dan tempat yang lebih nyaman. Diriku takkan menolaknya.

Lalu, aku tetap tak mau dikatakan musafir. Karena aku punya tujuan, dan aku tetap akan berkelana sampai impian-impianku kudapatkan. Entah dimanakah impian itu berada. Di balik gedung bertingkatkah? di balik mejakah? Di bawah lembaran-lembaran kertaskah? atau justru ada di dalam keluargaku yang selalu aku tinggalkan?

(kredit foto: http://desaingrafisindonesia.wordpress.com/)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s