Piramizza, bentuk pizza gara baru

piramizza

Pizza, lazimnya disajikan dalam loyang datar berbentuk bundar. Ukurannya bervariasi, tergantung sang pemesannya. Cocoknya lagi, jika pizza disantap bersama-sama, bisa dua orang atau lebih. Makanan khas asal Italia ini memang identik dengan sajian yang disantap bebarengan. Namun, bagaimana jika Pizza disediakan khusus untuk 1 orang? Di beberapa warung pizza mungkin biasa. Tapi tunggu, tak hanya itu, bentuk pizza-nyapun tergolong unik, karena jika makan pizza ini, serasa makan ice cream. Bentuknya lebih personal dan lebih puas tanpa harus dipotong-potong.

Nama pizza unik itu adalah Piramizza, yang merupakan gabungan dua kata ‘pizza’ dan ‘piramid’. Mengapa? Karena memang bentuk produk piramizza adalah sebuah pizza yang menggunakan adonan roti seperti cone yang isinya adalah bahan-bahan pembuat pizza. Ujungnya mengerucut, sama persis seperti makan ice cream, hanya saja, isinya adalah pizza. Menarik, kan?

Produk ini adalah hasil inovasi makanan terbaru dari PT Baba Rafi Indonesia. “Kami ingin membuat sebuah pizza yang praktis dan mudah untuk dimakan, maka terciptalah pizza dengan bentuk seperti ini,” ujar Hendy Setiono Direktur PT Baba Rafi ketika membuka launching Piramizza di Jl. RC Veteran K-8 Bintari, Kebayoran Lama – Jakarta Selatan, 9 Januari yang lalu. Pantas, jika slogan yang ada dalam produk ini adalah Easy to Eat Pizza.

Setelah sukses berinovasi melalui produk Kebab Turi dan Roti Maryam Abu Abi, PT Baba Rafi Indonesia kemudian memikirkan inovasi baru melalui spesies pizza yang praktis ini. PT Baba Rafi kemudian menggandeng Ramadhan Yasmanto, sang penemu konsep piramizza ini, yang juga finalis dari wirausaha mandiri tahun 2008. “Orang bisa makan pizza secara praktis dan bisa mendapatkannya secara mudah,” lanjut Hendy.

Sejak dibuka Oktober 2008 di Surabaya, Piramizza yang juga sebuah brand franchise PT Baba Rafi ini telah menyediakan 4 rasa dan selera yang berbeda, yakni rasa ayam panggang, ayam jamur, burger & papperoni dan sapi lada hitam. “Tiap varian punya ciri khas masing-masing. Dan komposisi isinya jelas mempengaruhi,” tutur Rizky Hening Kurnianto bagian Marketing Piramizza. Jika Anda menginginkan rasa lada hitam yang sedikit menggetarkan lidah, Piramizza Sapi Lada Hitam cocok untuk Anda. Rencananya, akan ada 15 rasa baru nantinya untuk meramaikan varian rasa Piramizza. “Tapi kita tidak bisa menyebutkan sekarang, semua masih dalam proses,” ujarnya.

Proses pembuatan Piramizza tergolong mudah dan cepat, asal sudah tersedia bahan-bahan yang matang dari setiap variannya. Konsep mudah dan cepat, memang jadi andalan franchise ini, karena outlet di pinggir jalan tidak memungkinkan konsumen berlama-lama menunggu proses memasaknya. Ini berbeda jika kita harus memesan pizza berloyang di warung pizza model konvensional. Tinggal buka cone dari roti yang masih tertutup plastik pengaman makanan, dan isikan di dalamnya sesuai variannya.

Sebuah cone roti dikeluarkan dari plastik dan diolesi saus pasta di dalamnya. Kemudian, berbagai isi dimasukkan sesuai varian. Jika memesan Piramizza Ayam panggang, maka potongan ayam panggang dengan bumbu yang khas menjadi bahan dasarnya. Untuk variasi toppingnya, digunakan keju mozzarela serta taburan sayuran segar. Begitu juga dengan varian rasa yang lain, seperti potongan daging sapi kecil-kecil pada Piramizza Sapi Lada Hitam. Juga, campuran bawang bombay segar sebagai pelengkapnya. Semua tergantung variasi yang dipesan.

Jika komposisi tersebut sudah mencapai pada taburan bahan untuk toppingnya, maka cone tersebut siap untuk dipanaskan dalam oven. Piramizza dipanggang dalam oven selama kurang lebih 10 menit dengan suhu 250 derajat. Piramizza yang sudah matang berwarna kuning tua kecoklatan siap untuk disantap. Konsep hangat dan siap makan merupakan kelebihan dari piramizza. “Kami juga menawarkan sebuah produk easy to eat pizza,” ujar Sang Direktur. Sehingga, tidak sampai 15 menit, pelanggan akan mendapatkan sebuah pizza yang digenggam dengan bau aroma pizza hangat yang merekah dari ujung toppingnya.

Sekali mencoba 1 toping piramizza, bisa langsung kenyang. Soalnya, dari keseluruhan bahan yang ada dalam pizza cone tersebut, yang paling banyak digunakan adalah bahan kejunya. Komposisi keju dalam Piramizza tergolong banyak, sehingga cukup mengenyangkan. Apalagi cone-nya yang berasal dari adonan roti.

Harganyapun tergolong murah. Dengan merogoh kocek 11 ribu rupiah, Anda bisa mendapatkan piramizza dalam genggaman dengan selera dan varian topping yang Anda inginkan. Jika ingin rasa yang lebih pedas, tambahkan saja saus pedas di dalamnya. Meski outlet berada di pinggiran jalan, Piramizza merupakan produk yang bersih dan higienis. Cara penyimpanan cone roti, bahan-bahan, juga proses pembuatannyapun bersih. Ini yang juga telah ditekankan ketika PT Baba Rafi sejak mulai membuka Outlet Kebab Turki.

Saat ini, memang baru ada 2 outlet di Jakarta, yakni di Jl. RC Veteran K-8 Bintaro, Kebayoran Lama dan di Fatmawati, Pondok Labu. Namun, tenang, para penggemar pizza bakal mudah mendapatkan si pizza unik ini karena PT Baba Rafi akan membuka 35 outlet di Jakarta, bulan Januari ini. 35 outlet tersebut dimiliki oleh 6 orang yang sudah join dengan PT Baba Rafi untuk membuka booth Piramizza di tepi-tepi jalan. “Konsep kita memang di pinggir jalan, memudahkan orang untuk menemukan. Selama ini memang belum ada yang di mall,” ujar Rizky. Surabaya memang telah mendahului dengan membuka 5 outlet sejak Oktober tahun lalu, meski semuanya masih dimiliki perusahaan.

(foto: Tresna Nurani-fotografer GATRA)

Iklan

10 thoughts on “Piramizza, bentuk pizza gara baru

  1. bener aku dah nyoba piramizza yang di pondok labu..enak lo….bener-bener inovatif yah?menurut mas anwar sendiri,piramizza tuh gimana siy?

    (ad_edo@in.com)

  2. inovatif…eeekkkk I don’t think so…model Pizza gini sich bukan baru mas…ini mah modal nyontek…aslinya dah lama tu ada di Itali…Konopizza…ato yang di Singapore Conepizza…so yup…congratz for the bisnis…opportunity yes but absolutely not innovative ,…its not a hatred comment …well just so you know

  3. wah aq ud coba in..
    enak bgt, praktis abis…
    ga bkin eneeeeekkkk… pgn nambah mulu ma cobain semua rasa nya.
    aq bal di ITC Surabaya

  4. Love skali sama piramizza,..dlu wkt di magelang suka beli, skr giliran di bireuen aceh ƍäª ada yg jual,..so buka dong di bireuen bro,..atau sya jd marketing dsni,..pasti laku ni..

  5. ok ……jg mas, boleh tuh d buka d padang aq jg mau jd marketingnya d sn, pasti banyak yang suka

  6. Klo yg di pondok labu msh adakah???tepatnya dimana yaaa???lokasinya ada d mn lagi,pengen nyoba bangeeeeet.please replay yaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s