Unik dan Sehat ala Stonegrill

Temaram lampu kuning menyibakkan ingatan saya akan romantisme dengan kekasih. Begitu juga, paduan warna merah, hitam dan putih menjadi dominasi desain interior Stonegrill di Kawasan Pondok Indah. Resto yang menyajikan steak dengan cara dipanaskan di atas batu memang banyak. Tapi inilah Stonegrill yang benar-benar daging segar, benar-benar Australia dan benar-benar Stonegrill. Unik dan Sehat.

Stonegrill merupakan sebuah resto waralaba asal Australia yang menonjolkan steak sebagai menu utamanya. Memasak di atas batu mungkin lumrah. Tapi jika dikonsepkan dengan kesegaran dan kesehatan, nampaknya Stonegrill bakal menang.

Sejak awal, konsep unik dan sehat memang sudah ditawarkan oleh Stonegrill. “Unik karena kita memasaknya di atas batu. Yang memasak juga konsumen sendiri. Dan yang penting adalah sehat, karena kita benar-benar menyediakan daging tanpa MSG dan minyak tambahan. Ini benar-benar murni,” tutur Angelyn Hofker yang merintis bisnis Stonegrill di Indonesia bersama dua kawannya ini.

Pengunjung yang datang tampak menikmati suasana kekeluargaan dan suasana romantisme yang ditawarkan. Mau datang rombongan atau berduaan, kemesraan dan kebersamaan di Stonegrill tidak pernah bisa dihilangkan. “Stonegrill di Pondok Indah memang banyak dipakai untuk pertemuan-pertemuan, seperti arisan,” ujar Angelyn ketika saya temui di Stonegrill Pondok Indah.

Sedangkan di Kuningan, Stonegrill justru didatangi kaum pebisnis. Maklum, Kuningan memang jadi sarang para pebisnis. Berbeda pula dengan gerai di Pluit Juction, Stonegrill banyak dijadikan ajang kumpul anak-anak muda dan keluarga. “Di Pluit, kita gabung dengan mall, jadi kita juga ada akses wifi, orang bisa berlama-lama di sana,” tutur Angelyn yang sudah merintis bisnis waralaba Stonegrill sejak April 2006 ini.

Stonegrill menawarkan dua jenis tempat yakni Express (di Pluit Junction dan Pondok Indah) dan Dining (di Kuningan). “Bedanya hanya pada menunya saja, dan ukuran dagingnya,” tutur Angelyn. Jika memilih menu daging Angus 200 gr yang diolah menjadi steak on stone, misalnya, berarti Anda tepat jika memilih di Stonegrill Dining. Tapi jika kapasitas perut hanya 150 gr, nampaknya Anda harus memilih gerai Stonegrill di Pluit Junction atau Pondok Indah. Hargapun juga menjadi taruhan pilihan Anda.

daging2

daging stonegrill..uhm.. yummy…

Dengan merogoh kocek 89 ribu, Anda sudah bisa menikmati daging sapi asli Australia di Stonegrill Express. Dan dengan menambah 10 ribu saja, sepaket Black Angus Rump Steak 150 gr bisa Anda cicipi. Cukup murah untuk ukuran steak daging impor. “Konsep Express memang kita usahakan agar harganya di bawah 100 ribu,” tutur Angelyn. Beruntung, saya diundang untuk khusus menikmati hidangan favorit di Stonegrill Express Pondok Indah.

Sebagai sajian pembuka, menu yang perlu Anda coba adalah Portobello on Stone. Dari namanya sudah terlihat, bahan utama appetizer ini adalah Jamur Portobello yang ukurannya cukup besar, dengan diameter sekitar 8 cm. Tentu saja, memasaknyapun di atas batu (stone) vulkanik datar yang sudah dipanaskan hingga 400 derajat celcius. Bentuk stonenya kotak biasa. Ukurannya kira-kira 20×15 cm dan setebal batu-bata. “Tapi jangan coba-coba dipegang, setelah disajikan di atas meja, panasnya masih sekitar 300 derajat celcius,” kata Angelyn. Bahkan, semua meja di gerai Stonegrillpun dipesan khusus dari batu, agar cukup tahan dengan panasnya.

Harumnya jamur tercium ketika Anda pertama kali memanaskannya di atas stone yang juga dipesan langsung dari negara kangguru tersebut. Kalau mau rasa asli jamurnya nempel di lidah, jangan campurkan dulu si Jamur dengan Tomato dip yang jadi pelengkap di sampingnya. Dan tepat, kalau Italiano Cream Soda menjadi pasangan mesra si Jamur tersebut. Kalau perlu, anda menambahkan float di dalam minumannya tersebut. Itu untuk minuman berlidah Indonesia. Kalau bicara steak, minum wine untuk menemani makan steak, memang tidak ada yang menggantikan.

jamur

Portobello on Stone

Kalau lidah sudah menelan ludah, bersabarlah untuk menikmati Black Angus Rump Steak sebagai menu utama. “Ini steak spesial yang pernah saya makan,” pikir saya. Black Angus Rump Steak adalah steak daging Angus -sejenis sapi- yang dimatangkan di atas stone yang berukuran sama juga. Bau harum potongan rosemarry yang diletakkan di ujung piring stone sudah membuat hidung bergetar. Jangan takut dagingnya tidak segar, semua daging di Stonegrill tak pernah frozen selama pemotongan hingga pengiriman dari Australia.

Dan perlu diingat, jika mencoba menu yang satu ini, jangan sering membolak-balik daging yang sudah dipanaskan di atas stone. “Biarkan dulu, paling ngga satu menit, baru dibalik,” ujar Angelyn. Anda bisa membuat si daging nan gurih dan beraroma khusus ala Black Angus menjadi well-done atau mungkin setengah matang (medium dan medium well-done). Setelah si daging berbentuk sesuai pilihan Anda, segeralah memotong dan memakan selagi panas. Rasakan kenikmatan daging Ausie yang tegas tapi manis di lidah.

“Biasanya sih konsumen suka ketika daging itu 7 layer, artinya ada 7 warna dalam daging,” tutur Angelyn.  Warna daging itu mulai dari merah-muda sampai coklat tua di bagian pinggirnya. Harum dan wangi daging di atas stone tidak akan bisa dihilangkan dari penciuman Anda hingga gigitan terakhirnya. Selain itu, daging dari Sapi Black Angus yang diberi makan aneka gandum selama 300 hari ini akan terasa lebih manis dan tidak kering jika dimasak setengah matang.

3 pilihan saos juga menyemarakkan pesta steak alami Anda. Tinggal pilih saja. Kalau masih dirasa kurang, tambahkan sedikit saja merica atau garam ketika dipanaskan di stone. Tapi, lagi-lagi Angelyn menekankan “Coba dulu dagingnya tanpa bumbu dan saos. Rasakan alami dagingnya dan empuknya yang jauh lebih terasa tanpa bumbu,” ucapnya.

daging-1

Black Angus Rump Steak

Bagi pencinta steak yang ingin mencoba sensasi lain, menu Neptune’s Feast yang berbahan seafood alami, juga bisa menggoyang lidah Anda. Empat jenis seafood reuni di atas piring keramik putih, yakni: ikan dori yang banyak di Vietnam, udang pancet asli Indonesia yang segar, kerang Hijau New Zealand yang gurih dan asinnya alami, serta cumi impor Amerika yang kenyal dan gurih. Keempatnya siap untuk dipanaskan di atas stone yang sudah dimasukkan dalam oven dari pagi. Semua tak berbumbu, masih mentah dan alami. “Ketika di dalam mulut, rasa asinnya benar-benar alami. Inilah sehatnya,” kata Angelyn. Harganyapun juga masih tergolong murah untuk ukuran seafood impor.

seafood

Neptune’s Feast yang berbahan seafood alami

Dessert memang bukan keahlian Stonegrill. Tapi sebagai penutup, sangat tidak afdol jika mulut tak merasakan 2 dessert yang biasanya jadi favorit tamu. “Porsi dessert kami buat sekecil mungkin, karena biasanya tamu sudah cukup kenyang dan puas dengan hidangan pembuka dan makan steaknya,” kata Angelyn. Kami disuguhi Orange Creme Brulle, semacam puding rasa orange-vanili dengan topping gula bakar yang khas.

Sadar akan perannya sebagai puding, Orange Creme Brulle tetap tidak menghilangkan rasa telur dan vanili yang menjadi kekhasannya. Topping gula bakar yang kemrenyes jadi pengontras puding yang super lembut. Masih ada sisa tempat di perut Anda? Inilah yang terakhir, Crepes Suzette menjadi penutup dari rangkaian tour kuliner Anda di Stonegrill. Crepes Suzette merupakan pancake tipis dengan saus stroberi dan es krim yang sangat yummy.
minuman

Italiano Cream Soda

Memasak di atas batu yang telah dipanaskan memang memiliki kelebihan. “Dia tidak akan pernah bisa gosong. Kalau langsung di atas api, dia bisa gosong,” kata Angelyn. Stonegrill tak hanya menyediakan tempat untuk Anda yang ingin kumpul-kumpul. Jika ingin mengadakan pertemuan yang private sambil menikmati daging Ausie yang harum di Stonegrill, Anda bisa menggunakan ruangan kecil untuk pertemuan Anda. Meski baru di Jakarta, Angelyn bakal membuka usaha di Denpasar 2009 nanti. “Yang lain boleh-boleh saja di atas Batu, tapi Stonegrill tetap dagingnya paling segar,” tuturnya. (anwariksono.wordpress.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s