Desember, natal, kelahiran, ibu dan Maria

Natal, identik dengan pesta. Padahal intinya adalah kelahiran. Baru kemudian dimaknai dan dibumbu-bumbui dengan perspektif agama yang lain. Tapi yang namanya kelahiran. Pasti inget sama yang namanya Ibu. Kelahiran, Ibu atau mama adalah kata-kata yang saling menguatkan. Ibu Melahirkan dan Kelahiran dilakukan oleh Ibu. Bingung deh…

Kalau Natal di bulan Desember, bagi orang Kristiani, hadir dan kelahiran Yesus (Sang Nabi Isa) jadi the centre of topic. KelahiranNya, membuat dunia ini memasuki babak baru. Secara imanologi (ilmu keimanan menurut Anwar), gw sendiri ga tahu terlalu mendalam. Tapi gw justru tertarik pada peran Ibu, dalam hal ini adalah Maria atau Mariam (bagi orang muslim menyebutnya). Di dalam ajaran Katholik, katanya, posisi Maria juga tinggi. Secara detail posisi seperti apa, gw juga kurang paham. Meskipun dulu di SMA sudah dijelaskan tetek bengeknya sama Bu Retno, guru agama di SMU van Lith Muntilan.

Nah, gambaran Maria, atau sering disebut Bunda Maria (karena dinilai menjadi Ibu umat manusia yang kehilangan arah), menurut gw menarik. Banyak orang yang melukiskan Maria melalui caranya sendiri. Di bulan Desember yang penuh dengan sindrom Natal ini. Gw cuma pengen mengenang Bunda gw yang selalu terlukis dengan cantik ini. Gw suka lukisan-lukisan Maria dan gw juga suka mendengarkan lagu-lagu Maria. Kebanyakan lagu Maria itu meneduhkan dan menyejukkan hati. Inget lagu “Ave Maria”? Ditulis oleh berbagai macam komposer hebat, antara lain Schubert dan G.Bach. Masih banyak versi lagu Maria yang lain.

Di Indonesia, lagu Maria bagus-bagus. “Ave-ave” yang dimulai dengan kalimat ‘Di lourdes di gua.. Sunyi terpencil..” , “Salam Maria”, “Ratu Rosari”, “Mari Muliakan Maria”, “Perawan Pilihan Allah”…. dan suer.. lagu-lagu itu menenangkan hati. Apalagi, bagi gw yang orang Jawa, lagu “Nderek Dewi Maria” (dalam bahasa Indonesia berarti: Ikut Bunda Maria) amat sangat menyentuh. Secara, lagu itu adalah lagu kebangsaan di keluarga gw. Tiap ada acara arisan keluarga tiap bulan. Lagu itu pasti dinyanyiin. Bukan bosen.. justru malah tambah seneng dan hati ini tenang… Dan gw udah jutaan kali nyanyiin lagu itu di setiap kesempatan.

Nih.. ada foto Maria yang menurut gw rada aneh.. (karena Maria jadi Putri Duyung). Kalau gw, hasil karya untuk Maria adalah berdoa Salam Maria di setiap kesempatan gw bisa doa… (amin deh…). Bagi yang ada yang mau menambahkan bentuk Maria dengan gambar berbeda, silakan lho.. monggo…

maria

Ricardo Frantz: Ave Maria, acrílico sobre reprodução de pintura popular, 1991. Coleção do artista.

Iklan

One thought on “Desember, natal, kelahiran, ibu dan Maria

  1. Ping-balik: Wawancara Imajiner dengan Yesus (Part I) « Anwariksono on Wordpress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s