Pesta gudangan… Ijo Royo-royo…

Setiap bulan, keluarga besar saya selalu berkumpul bersama, untuk sekedar ramah tamah dan doa bersama. Itu sudah menjadi tradisi kita bersama sejak puluhan tahun yang lalu. Dan setiap bulannyapun selalu ada. Kegiatannyapun cuma 2 jam, tapi diisi dengan full gosip, ngece-ngece, dan tak lupa saling mendoakan… Pastilah, kalau acara kumpul keluarga ini menjadi hiburan sendiri…dan ditutup dengan makan bersama serta membuka jatah arisan…

Di minggu siang bulan juni 2008, bulek-ku kejatahan tempat. Nah, uniknya lagi… Setiap orang sudah membawa makanan sendiri-sendiri, jadi ga merepotkan sang tuan rumah…Nasi dibawa sama siapa, lauknya siapa, buahnya siapa, sayurnya siapa. Sang tuan rumah hanya menyiapkan cangkir teh, tentunya dengan tehnya skalian. Nah, Resikonya… seringkali antara sayur dan lauknya ga pas… Ini sudah bukan rahasia lagi di keluarga saya… misalnya pernah suatu ketika: sayur asem+lauknya gulai ayam… Nah, ga pas kan? pernah juga, sayurnya sop tapi nasinya nasi kuning… yang lebih parah lagi.. pernah juga sayurnya sayur nangka (gudeg) nasinya malah nasi goreng… gedubrak… Karena antara orang yang satu dengan yang lain jarang koordinasi.

Tapi bagaimanapun, yang namanya makanan yang disediakan harus dimakan… Setidak-enak apapun makanan, kalau dimakan bersama-sama, pasti jadi enak. So, kesimpulannya, tidak pernah ada makanan yang tidak enak ketika keluargaku menyediakan makanan. Sama seperti kegiatan bulan Juni 2008 kemaren. Tiba-tiba makanan yang disediakan bisa bener-bener pas dan cocok… wuih.. yummy banget.. Meskipun sangat sedehana.. tapi bener-bener uenak tenan…

Lihat gambarnya aja, ada tempe goreng yang gurih dan tahu bacem yang manis…ditambah dengan sayur hijau nan sehat. Kalau orang Jawa bilang sayur ‘Gudangan’. Seperti urap yang banyak sayur hijaunya…. Wah… enak banget.. Wo iya.. lupa… ada lagi kriuk-kriuknya.. 2 tas kresek diisi karak (krupuk dari nasi yang dikeringkan lalu digoreng). Rasanya asin-asin kriuk… wah… Makannya da di piring lho… lebih natural lagi.. Ibuku bikin pincukan (piring dari daun pisang).. Waktu itu dimakan saat siang hari yang panas.. nasinyapun panas.. pakai sambel yang puedes.. rasanya semakin menggila.. Badanku sampai penuh dengan keringat.. Gembrobyos kotos-kotos… (berkeringat penuh peluh. halah.. mboh gimana membahasaindonesikannya) Satu kata yang bikin ngiler.. Mak Nyus….. (kata Pak Bondan…hahaha). Coba aja deh.. Kalau mau, silakan datang di arisan keluargaku.. Untuk nasi panas dan gudangannya aku kasih:

Poin    : 10 bintang untuk gudangannya (+ nasinya + sambelnya + karaknya + tahu tempenya + siang harinya + gosipnya + hepi-hepinya…)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s