Arsip dari penulis : anwariksono

16
Okt
09

Saat Ajal Hampir Menjemputku (Part I)

(Bayangan Kematian – Part 1)

Lama sekali tidak menulis, karena tertumpuk oleh segala pekerjaan yang amat melelahkan. Bagiku, menulis bukan sesuatu yang tak ada gunanya, tapi mengapa aku merasa tak ada waktu untuk meluangkannya. Dan berikut adalah tulisanku mengenai ‘Kematian’. Jangan berpikir menyeramkan, karena aku tidak akan membicarakan proses kematian.

Aku sempat menghadapi ajal saat SD Kelas 4.

Ceritanya begini..

Suatu malam, badanku menggigil, panas dingin dan aku setengah sadar di tempat tidur. Ibuku panik karena di rumah memang hanya kami berdua. Ayahku sedang tidak ada di situ karena dia hanya ada di rumah saat weekend (sabtu-minggu), karena konsekuensi pekerjaannya sebagai anggota TNI, yang ditempatkan di luar kota. Kepanikan ibuku menjadi-jadi, dia menutupi badanku dengan 4 selimut. Tapi tetap saja aku kedinginan. Ibuku membuat kompres. Tapi juga tak banyak membantu. Tuhan.. Betapa paniknya Ibuku saat itu.

Tiba-tiba aku sudah tertidur lagi. Badanku terguncang… Aku terbangun setengah sadar.. dan aku merasa ada yang menggendongku. Sepertinya aku kenal, dan ternyata saudaraku, adik Ibuku yang bekerja di rumah sakit. Masih setengah sadar. Aku mencium bau rumah sakit. Bau khas obat-obatan dan tetek bengek farmasi di dalamnya. Aku sempat sadar, di rumah sakit mana aku berada. Semua dominasi warna hijau… Itu ciri khas rumah Sakit Brayat Minulyo Solo. Rumah sakit milik suster OSF, tempatku lahir tgl 17 Juli 1986 silam. Rumah sakit itu adalah rumah masa kecil Ibuku.

Lanjutkan membaca ‘Saat Ajal Hampir Menjemputku (Part I)’

25
Sep
09

Header baru, lebih Indonesia

Untuk kedua kalinya… Blog saya harus diganti headernya. Ada tujuannya, lho… Pertama, biar yang punya blog ini dan para pengunjungnya ngga’ bosen melihat header yang lama itu terus. Kedua, header ini ingin agar blog ini adalah benar-benar mencitrakan milik orang Indonesia. Nuansa Batik, wayang dan keceriaan yang ada di dalamnya, adalah sebuah paduan yang menggambarkan suasana Indonesia. Ceritanyapun, seutuhnya tentang Indonesia. Tagline-nya pun tidak berubah: from Indonesian for Indonesia. yang bisa diartikan, bahwa isi blog ini adalah kisah-kisah orang Indonesia untuk orang Indonesia juga. Harapannya, jadi banyak orang yang membaca blog saya.

Ada hal lain yang tidak berubah, yakni foto saya. Selalu ada foto saya di headernya. Saya memang agak narsis. Tapi kan ini blog saya. Boleh dong kalau memajang foto saya di header milik saya sendiri. Ya, kan? Selamat membaca…

Header Blog

*silakan memberikan komentar

04
Sep
09

Lebih asoy kalau basah-basahan ya?

Sekedar berbagi pengalaman ketika aku berbelanja di Superindo-Meruya. Tanggal 2 Agustus 2009 lalu, aku dan sahabatku berbelanja kebutuhan barang sehari-hari di SuperIndo Meruya. Sebenarnya saat itu, aku tidak berniat berbelanja kebutuhan. Aku cukup membeli makanan ringan sebagai teman perjalananku nanti (karena malam harinya, aku harus berangkat dinas ke Jogja). Sahabatku itu yang berbelanja.

Baru pertama kali ini aku masuk dan membeli barang di supermarket ini. Seperti layaknya supermarket dan hipermarket lainnya, bahwa segala barang bawaan dan jaket, harus dititipkan kepada petugas. Itu sudah harus menjadi kewajiban, salah satu alasannya demi menjaga keamanan dan bahaya pencurian barang di supermarket tersebut.
Tetapi siang itu, ada kejadian yang menurutku tidak biasa sekaligus memiliki nilai moral yang seharusnya bisa aku ambil.
Ada seorang perempuan, mungkin usianya sekitar 20 tahun. Terlihat dari wajahnya yang masih muda. Di foto terlihat, dia berjongkok memakai baju biru dan celana pensil warna hitam, dan menggunakan sandal jepit.
Perempuan ini, ternyata diintip oleh seorang satpam berbadan kekar. Diintip dalam artian, sedang dimata-matai.
Aku mendengar percakapan satpam dan seorang SPG di Superindo itu. “Tolong diliatin, kayaknya dia ngambil barang,”
Pikiranku langsung menuju dugaan, bahwa si perempuan berbaju biru itu sedang diamat-amati oleh Satpam, lantaran si satpam curiga bahwa si perempuan itu mengambil barang dari supermarket tersebut.
Akupun juga kemudian, ikut mengamati gerak-gerik si perempuan tadi. Aku tidak mau menuduh. Tetapi yang kulihat adalah: dia membawa tas yang ia slempangkan di bahu kanannya. tangan kanannya memegang Segelas Fruit tea dan sepertinya sebuah sabun mandi. Tetapi tangan kirinya, ia masukkan terus di dalam tasnya. Tidak dikeluarkan sama sekali. Hatiku semakin panas mengatakan: “Wah, seru banget kalau si mbak ini ketangkap basah mencuri barang.” Aku tidak sabar menunggu ending dari drama intip mengintip ini.
Si perempuan ini hanya bolak-balik di tempat ia berdiri. Dia tidak berpindah-pindah ke lajur tempat belanja lain, layaknya orang berbelanja barang yang sering bolak-balik. dia hanya stay di tempat ia berdiri, dan sesekali melihat kiri dan kanan. Lagi-lagi, peristiwa ini, semakin menguatkan hatiku bahwa: “Dia mencuri,”. Ingin berteriak bahwa dia pencuri. Tapi kan aku tidak punya bukti dia mencuri. Dan sepertinya, pak satpam juga hendak ingin mengetahui ending drama intip-intipan ini. Dia ingin bukti. Makanya, dia menunggu bukti itu dimasukkan dalam tasnya.
aku tidak ingin ikut campur. segera kutinggalkan mereka dalam suasana masih intip-mengintip.
Aku kemudian pergi…
Huh… andai saja, aku masih di situ. Aku ingin sekali melihat akhir dari babak ini. Sudahlah… aku hanya bisa menerka-nerka, apakah si perempuan tadi benar-benar mencuri atau tidak.
Tapi menurutku, ada hal moral yang bisa dipelajari di sini.
Kalau si satpam sudah curiga akan gerak-gerik si perempuan tadi, mengapa dia hanya mengintip? mengapa dia hanya melihat dari kejauhan? Apakah teguran dari awal tidak bisa disampaikan?
memang…bisa jadi ketika si satpam menegur, si perempuan tadi akan merasa dituduh. Tapi yang penting adalah cara komunikasinya dan bahasa yang digunakan. Menurutku, dengan cara intip mengintip, kemudian ketika sudah akan keluar baru dicek, adalah peristiwa yang tidak tepat. Si perempuan akan malu bukan main, kalau ternyata dia mencuri dan mengambil barang. Si Satpam akan bangga dan tersenyum lebar, bagaikan Densus 88 yang sudah bisa menangkap pelaku teror bom.
seringkali, manusia ingin agar sesamanya ini bersalah, sesalah-salahnya, dan dialah yang dianggap pahlawan. Padahal, manusia bisa saling bertegur sapa, saling memperhatikan, agar tidak saling merugikan. Kalau si satpam menegur dari awal, kemungkinan untuk melakukan tindakan pencurian juga akan hilang. si satpam ini justru ingin menangkap sebasah-basahnya orang lain.
Lebih basah lebih baik. Lebih basah lebih dramatis. Lebih basah lebih jadi superhero. aku cuma merasa kasian dengan perempuan itu. Kalau dia mencuri betulan, betapa akan malunya si perempuan tadi. Mudah-mudahan, endingnya tidak demikian. Dan mudah-mudahan, manusia di dunia ini bertegur sapa, supaya bisa saling menghargai orang lain dan tidak merugikan pihak manapun.
Sekedar berbagi pengalaman ketika aku berbelanja di Superindo-Meruya. Tanggal 2 Agustus 2009 lalu, aku dan sahabatku berbelanja kebutuhan barang sehari-hari di SuperIndo Meruya. Sebenarnya saat itu, aku tidak berniat berbelanja kebutuhan. Aku cukup membeli makanan ringan sebagai teman perjalananku nanti (karena malam harinya, aku harus berangkat dinas ke Jogja). Sahabatku itu yang berbelanja.
Baru pertama kali ini aku masuk dan membeli barang di supermarket ini. Seperti layaknya supermarket dan hipermarket lainnya, bahwa segala barang bawaan dan jaket, harus dititipkan kepada petugas. Itu sudah harus menjadi kewajiban, salah satu alasannya demi menjaga keamanan dan bahaya pencurian barang di supermarket tersebut.
Tetapi siang itu, ada kejadian yang menurutku tidak biasa sekaligus memiliki nilai moral yang seharusnya bisa aku ambil.
Ada seorang perempuan, mungkin usianya sekitar 20 tahun. Terlihat dari wajahnya yang masih muda. Di foto terlihat, dia berjongkok memakai baju biru dan celana pensil warna hitam, dan menggunakan sandal jepit.
Perempuan ini, ternyata diintip oleh seorang satpam berbadan kekar. Diintip dalam artian, sedang dimata-matai.
Aku mendengar percakapan satpam dan seorang SPG di Superindo itu. “Tolong diliatin, kayaknya dia ngambil barang,”
Pikiranku langsung menuju dugaan, bahwa si perempuan berbaju biru itu sedang diamat-amati oleh Satpam, lantaran si satpam curiga bahwa si perempuan itu mengambil barang dari supermarket tersebut.
Akupun juga kemudian, ikut mengamati gerak-gerik si perempuan tadi. Aku tidak mau menuduh. Tetapi yang kulihat adalah: dia membawa tas yang ia slempangkan di bahu kanannya. tangan kanannya memegang Segelas Fruit tea dan sepertinya sebuah sabun mandi. Tetapi tangan kirinya, ia masukkan terus di dalam tasnya. Tidak dikeluarkan sama sekali. Hatiku semakin panas mengatakan: “Wah, seru banget kalau si mbak ini ketangkap basah mencuri barang.” Aku tidak sabar menunggu ending dari drama intip mengintip ini.
Si perempuan ini hanya bolak-balik di tempat ia berdiri. Dia tidak berpindah-pindah ke lajur tempat belanja lain, layaknya orang berbelanja barang yang sering bolak-balik. dia hanya stay di tempat ia berdiri, dan sesekali melihat kiri dan kanan. Lagi-lagi, peristiwa ini, semakin menguatkan hatiku bahwa: “Dia mencuri,”. Ingin berteriak bahwa dia pencuri. Tapi kan aku tidak punya bukti dia mencuri. Dan sepertinya, pak satpam juga hendak ingin mengetahui ending drama intip-intipan ini. Dia ingin bukti. Makanya, dia menunggu bukti itu dimasukkan dalam tasnya.
aku tidak ingin ikut campur. segera kutinggalkan mereka dalam suasana masih intip-mengintip.
Aku kemudian pergi…
Huh… andai saja, aku masih di situ. Aku ingin sekali melihat akhir dari babak ini. Sudahlah… aku hanya bisa menerka-nerka, apakah si perempuan tadi benar-benar mencuri atau tidak.
Tapi menurutku, ada hal moral yang bisa dipelajari di sini.
Kalau si satpam sudah curiga akan gerak-gerik si perempuan tadi, mengapa dia hanya mengintip? mengapa dia hanya melihat dari kejauhan? Apakah teguran dari awal tidak bisa disampaikan?
memang…bisa jadi ketika si satpam menegur, si perempuan tadi akan merasa dituduh. Tapi yang penting adalah cara komunikasinya dan bahasa yang digunakan. Menurutku, dengan cara intip mengintip, kemudian ketika sudah akan keluar baru dicek, adalah peristiwa yang tidak tepat. Si perempuan akan malu bukan main, kalau ternyata dia mencuri dan mengambil barang. Si Satpam akan bangga dan tersenyum lebar, bagaikan Densus 88 yang sudah bisa menangkap pelaku teror bom.
seringkali, manusia ingin agar sesamanya ini bersalah, sesalah-salahnya, dan dialah yang dianggap pahlawan. Padahal, manusia bisa saling bertegur sapa, saling memperhatikan, agar tidak saling merugikan. Kalau si satpam menegur dari awal, kemungkinan untuk melakukan tindakan pencurian juga akan hilang. si satpam ini justru ingin menangkap sebasah-basahnya orang lain.
Lebih basah lebih baik. Lebih basah lebih dramatis. Lebih basah lebih jadi superhero. aku cuma merasa kasian dengan perempuan itu. Kalau dia mencuri betulan, betapa akan malunya si perempuan tadi. Mudah-mudahan, endingnya tidak demikian. Dan mudah-mudahan, manusia di dunia ini bertegur sapa, supaya bisa saling menghargai orang lain dan tidak merugikan pihak manapun.
mode on: curhatan bermoral..
Belanja di SuperindoSekedar berbagi pengalaman ketika aku berbelanja di Superindo-Meruya, 2 Agustus 2009 lalu. Saat itu, sebenarnya aku tak berniat berbelanja kebutuhan. Aku hanya membeli makanan ringan sebagai teman perjalananku nanti (karena malam harinya, aku harus berangkat dinas ke Jogja). Sahabatku yang berbelanja banyak.
Baru pertama kali ini, aku masuk dan membeli barang di supermarket ini. Seperti layaknya supermarket dan hipermarket lainnya, bahwa segala barang bawaan dan jaket pengunjung, harus dititipkan kepada petugas. Itu sudah harus menjadi KEWAJIBAN, salah satu alasannya (tentunya) demi menjaga keamanan dan bahaya pencurian barang di supermarket tersebut.
Tetapi siang itu, ada kejadian yang menurutku tidak biasa sekaligus memiliki nilai moral yang seharusnya bisa aku ambil.
***
Ada seorang perempuan, mungkin usianya sekitar 20 tahun. Terlihat dari wajahnya yang masih muda. Di foto terlihat, dia berjongkok memakai baju biru dan celana pensil warna hitam, (dan menggunakan sandal jepit –> kalau yang ini kayaknya tak tampak di foto)
Perempuan ini, ternyata diintip oleh seorang satpam berbadan kekar. Diintip dalam artian, sedang dimata-matai.
Aku mendengar percakapan satpam dan seorang SPG yang berdiri di sebelah satpam. “Tolong diliatin, kayaknya dia ngambil barang…”
Mengintip perempuanPikiranku langsung menuju pada dugaan bahwa si perempuan yang sedang diamat-amati oleh si Satpam itu, diduga mengambil barang.
Terbawa rasa penasaran, akupun ikut mengamati gerak-gerik si perempuan tadi. Aku tidak mau menuduh. Tetapi yang kulihat adalah: dia membawa tas yang ia slempangkan di bahu kanannya. Tangan kanannya memegang Segelas Fruit tea dan sepertinya sebuah sabun mandi. Tetapi tangan kirinya, ia masukkan terus di dalam tasnya. Tidak dikeluarkan sama sekali. Hatiku semakin panas mengatakan: “Wah, seru banget kalau si mbak ini ketangkap basah mencuri barang.” Aku tidak sabar menunggu ending dari drama intip mengintip ini.
Si perempuan ini hanya bolak-balik di tempat ia berdiri. Dia tidak berpindah-pindah ke lajur tempat belanja lain, layaknya orang berbelanja barang yang sering bolak-balik. dia hanya stay di tempat ia berdiri, dan sesekali melihat kiri dan kanan. Lagi-lagi, peristiwa ini, semakin menguatkan hatiku bahwa: “Dia mencuri”. Ingin berteriak bahwa dia pencuri. Tapi kan aku tidak punya bukti dia mencuri??? Dan sepertinya, pak satpam juga tak sabar ingin mengetahui ending drama intip-intipan ini. Dia ingin bukti. Makanya, dia menunggu bukti itu dimasukkan dalam tasnya.
Drama mengintip perempuanAku tidak ingin ikut campur. Segera kutinggalkan mereka dalam suasana masih intip-mengintip.
Aku kemudian pergi…
Huh… Andai saja, aku masih di situ. Aku ingin sekali melihat akhir dari babak ini. Sudahlah… aku hanya bisa menerka-nerka, apakah si perempuan tadi benar-benar mencuri atau tidak.
Tapi menurutku, ada hal moral yang bisa dipelajari di sini.
Kalau si satpam sudah curiga akan gerak-gerik si perempuan tadi, mengapa dia hanya mengintip? Mengapa dia hanya melihat dari kejauhan? Apakah teguran dari awal tidak bisa disampaikan?
Memang… Bisa jadi ketika si satpam menegur, si perempuan tadi akan merasa dituduh. Tapi yang penting adalah cara komunikasinya dan bahasa yang digunakan… Menurutku, dengan cara intip mengintip, kemudian ketika sudah akan keluar baru dicek, adalah peristiwa yang tidak tepat. Si perempuan akan malu bukan main, kalau ternyata dia mencuri dan mengambil barang. Si Satpam akan bangga dan tersenyum lebar, layaknya Densus 88 yang sudah bisa menangkap pelaku teror bom.
Seringkali, manusia ingin agar sesamanya bersalah, sesalah-salahnya, dan dialah yang dianggap pahlawan dan yang benar. Padahal, manusia bisa saling bertegur sapa, saling memperhatikan, agar tidak saling merugikan. Kalau si satpam menegur dari awal, kemungkinan untuk melakukan tindakan pencurian juga akan hilang. Si satpam ini justru ingin menangkap sebasah-basahnya orang lain.
Lebih basah lebih baik. Lebih basah lebih dramatis. Lebih basah lebih jadi superhero. Aku cuma merasa kasian dengan perempuan itu. Kalau dia mencuri betulan, betapa akan malunya si perempuan tadi. Mudah-mudahan, endingnya tidak demikian. Dan mudah-mudahan, manusia di dunia ini bertegur sapa, supaya bisa saling menghargai orang lain dan tidak merugikan pihak manapun.
*) Tumben, aku merasa kasihan dengan orang lain
02
Sep
09

Mungkin sedang berfantasi seksual…

Baru kali ini, aku melihat sebuah kamar hotel yang agak ‘nyeleneh’…
Ceritanya begini:
Temanku datang dari Londo Itali (orang bule selalu dipanggil Londo, meski bukan dari Belanda tapi dari Jerman, Amerika, Prancis, Irak atau afrikapun, dipanggil dengan Londo. Ini penggunaan kata yang merupakan sisa-sisa jaman kompeni dulu kali ya…. Orang Indo memang agak latah untuk masalah penggunaan kata-kata…latahnya ini sampai turun temurun… Goblok banget…!!!)
Tapi, temanku ini bukan Londo, pura-pura jadi londo saja. Sekolah di Polandia, trus pindah ke Itali, tapi aslinya Jowo-Semarang. Ni, ada fotonya…
Tanggal 26 Juli 09, balik ke Indonesia, berniat untuk liburan dan kembali ke kampung halaman.
(ni cerita versia dia ya….)
Singkat cerita, hari itu juga, dia ingin langsung kembali ke rumah tercintanya di Semarang. Tapi gara-gara pesawat dri Dubai terlambat (karena harus ganti cangcut pesawat sekalian di Dubai), maka sampai Jakarta-Indonesiapun terlambat. Sekitar jam 12-an malam baru sampai di Jakarta. Padahal, pesawat yang membawanya ke Semarang sudah terbang…
Maskapai kemudian menyediakan penerbangan di  hari berikutnya ke Semarang. sebagai bentuk pelayanan untuk menunggu pesawat esok harinya. Ditambah menginap di sebuah hotel di Jakarta (dekat Bandara Soekarno Hatta. Untuk mempermudah akses ke bandara, hari selanjutnya)
Nah, hotel yang dipilih si maskapai ini adalah Hotel FM7. (sepertinya hotel bintang 4). Tak tahu kenapa, si temanku ini dimasukkan ke kamar eksekutif. Padahal, tampangnya bukan kayak orang eksekutif dan bukan kelas VIP. Badan cungkring, nampak kurang gizi… hahahaha…
Sebagai teman yang sudah lama tak ketemu. Akupun menyempatkan diri untuk ke hotelnya… sekalian menagih janjinya untuk membawakan oleh-oleh untukku. (Akhirnya dapat kaos dengan tulisan BERLIN dan sebuah gantungan kunci dari Poland bertuliskan POLSKA…thanks, sob..)
Sekitar jam 1 pagi, aku meluncur dengan Blue Bird ke daerah Cengkareng. Mulanya agak heran, kenapa si hotel itu berdiri di tengah-tengah perkampungan warga Cengkareng yang agak tidak nyaman dan aman (menurutku…), tapi ya sudahlah… yang penting aku bertemu dengan sahabatku yang satu itu…
Yap.. akhirnya aku ketemu dengannya…
Masuk ke kamar hotel… Mulanya aku tak heran.. tapi kok ada 1 hal yang menurutku aneh…
Ya…. aku tahu.. KAMAR MANDINYA anehhhhhhhhh….
Kamar mandinya terbuka… berkaca dan tidak ada penutupnya sama sekali… Wah…. SEKSI donk kalau mandi… jadi, kalau kita mandi di kamar mandi itu, tubuh bugil kita akan terlihat orang yang berada di kamar itu. Bahkan kalau harus (maaf), pup-pun.. juga akan terlihat jelas ekspresi dan bagaimana orang yang pup di kamar mandi itu… Jijay deh kalau pup.. (kalau mandi sih masih oke.. hahaha…)
Mau pipis pun juga akan keliatan. aktivitas apapun yang terjadi di kamar mandi, pasti akan terlihat. Hayo loh… gimana nutupinnya??? tak ada gorden, atau sliding pintu penutup kaca. Ya sudah… terbuka saja….
Aku berpikir, sepertinya kamar ini cocok buat pasangan suami istri.. hahaha… pikiran yang sama ada di otak temanku itu… Pantes, yang nginep di situ, pasangan-pasangan londo semua. atau jangan-jangan, itu dibuat untuk Londo mania, yang sepertinya haus akan fantasi-fantasi seksual…
SNAP
Nampaknya, si desain interiornya sedang horni. Mungkinkah dia berfantasi seksual (yang tidak-tidak) ketika mendesain kamar hotel itu????
Baru kali ini, aku melihat sebuah kamar hotel yang agak ‘nyeleneh‘ *)…
Ceritanya begini:
Temanku datang dari negara Londo Itali (orang bule selalu dipanggil Londo, meski bukan dari Belanda tapi mungkin dari Jerman, Amerika, Prancis, Irak atau bahkan Afrikapun, dipanggil dengan Londo. Ini penggunaan kata yang merupakan sisa-sisa jaman kompeni dulu kali ya…. Orang Indo memang agak latah untuk masalah penggunaan kata-kata…latahnya ini sampai turun temurun…  Orang Indo memang goblok pinter banget…!!!)
Tapi, temanku ini bukan Londo, pura-pura jadi londo saja di negri orang. Sekolah master di Polandia, trus pindah ke Itali, tapi aslinya Jowo-Semarang. Ni, ada fotonya…
Tanggal 26 Juli 09, balik ke Indonesia, berniat untuk liburan dan kembali ke kampung halaman (di Semarang)
(ni cerita versia dia ya….)
Singkat cerita, hari itu juga, dia ingin langsung kembali ke rumah tercintanya di Semarang. Tapi gara-gara pesawat dari Dubai terlambat (karena harus ganti cangcut pesawat di Dubai), maka sampai Jakarta-Indonesiapun terlambat. Sekitar jam 12 malam baru sampai di Jakarta. Padahal, pesawat yang membawanya ke Semarang sudah terbang (di hari yang sama)…
Maskapai kemudian menyediakan penerbangan di  hari berikutnya ke Semarang. sebagai bentuk pelayanan untuk menunggu pesawat esok harinya. Temanku ‘diinapkan’ di sebuah hotel di Jakarta (dekat Bandara Soekarno Hatta. Untuk mempermudah akses ke bandara, hari selanjutnya)
Nah, hotel yang dipilih si maskapai ini adalah Hotel FM7. (sepertinya hotel bintang 4, terkesan mewah, tapi bentuknya kaku… Kotak semua…). Tak tahu kenapa, si temanku ini dimasukkan ke kamar eksekutif. Padahal, tampangnya jauh dari kesan eksekutif dan bukan kelas VIP. Badan cungkring, nampak kurang gizi… hahahaha… (peace, pras…)
Sebagai teman yang sudah lama tak bertemu, akupun menyempatkan diri untuk menemani di hotelnya… sekalian menagih janjinya untuk membawakan oleh-oleh untukku. (Akhirnya dapat kaos dengan tulisan BERLIN dan sebuah gantungan kunci lucu dari Poland bertuliskan POLSKA…thanks ya, sob..)
Sekitar jam 1 pagi, aku meluncur dengan Blue Bird ke daerah Cengkareng. Mulanya agak heran, kenapa hotel itu dibangun di tengah-tengah perkampungan warga Cengkareng yang agak tidak nyaman dan aman (menurutku…), tapi ya sudahlah… yang penting aku bertemu dengan sahabatku yang satu itu…
Yap.. akhirnya aku ketemu dengannya…
Masuk ke kamar hotel… Mulanya aku tak heran.. tapi kok ada 1 hal yang menurutku aneh…
Ya…. aku tahu.. KAMAR MANDINYA anehhhhhhhhh….Show di kamar mandi
Kamar mandinya terbuka… berkaca dan tidak ada penutupnya sama sekali… Wah…. SEKSI donk kalau mandi… jadi, kalau kita mandi di kamar mandi itu, tubuh bugil kita akan terlihat orang yang berada di dalam kamar itu. Bahkan kalau harus (maaf), pup-pun.. juga akan terlihat jelas ekspresinya dan bagaimana orang yang pup di kamar mandi itu… Jijay deh kalau pup.. (kalau mandi sih masih oke.. hahaha…)
Kamar Mandi anehMau pipis pun juga akan keliatan. aktivitas apapun yang terjadi di kamar mandi, pasti akan terlihat. Hayo loh… gimana nutupinnya??? tak ada bakpao gorden, atau sliding pintu penutup kaca. Ya sudah… terbuka saja…  SYUR… HOT dan… SEXY….
Aku berpikir, sepertinya kamar ini cocok buat pasangan suami istri.. hahaha… pikiran yang sama ada di otak temanku itu… Pantes, yang nginep di situ, pasangan-pasangan londo semua. atau jangan-jangan, itu dibuat untuk Londo mania, yang sepertinya haus akan fantasi-fantasi seksual?
SNAP!!!
Nampaknya, si desain interiornya sedang horni. Mungkinkah dia berfantasi seksual (yang tidak-tidak) ketika mendesain kamar hotel itu????
*) aneh, lain dari yang lain

tempat pup

28
Agu
09

aku lebih beruntung dari Nicholas Saputra

Hari Kamis malam, 27 Agustus 2009, sengaja tiduran di depan TV di kamarku. Sambil melepas capek dan tangan kananku memencet-mencet remote TV, memilih channel yang mungkin bisa menarik perhatianku. Benar saja, aku berhenti di Metro TV.

Saat itu, program yang baru akan dimulai adalah Just Alvin. Acara ini menarik menurutku. Talkshow dengan narasumber yang memiliki pencapaian prestasi tertentu, dibalut dengan nuansa entertain. Tidak norak dan terlalu lebay untuk menghibur pemirsanya. Pantas, kalau tagline acara ini: Friendship, Trust dan Untold.

Sebagai sang pembawa acara, Alvin juga bukan orang yang terlalu heboh untuk memandu sebuah acara layaknya pembawa acara dengan gaya-gaya norak di TV lain. Praktis, elegan dan memberikan pencerahan. Itulah Just Alvin yang kupahami, seperti seniornya, Andy yang ada di acara Kick Andy.

Nicholas SaputraMalam itu, si narasumber adalah Nicholas Saputra dengan judul: “THE WORLD IS MY PLAYGROUND” Aku rasa agak aneh menghadirkan si Nicholas Saputra. Batinku: “hanya artis biasa, layaknya artis yang lain. Buat apa didatangkan? Paling juga karena iklan.” Dan benar, kehadiran Nicholas Saputra memang didukung oleh Loreal Men Expert.

Sebuah produk kegantengan (bukan kecantikan) berkelas internasional untuk para pria. Di situ, ia mengaku cukup bangga karena disejajarkan dengan si James “Pierce Brosnan” Bond dan Daniel Wu, model berkebangsaan Hongkong yang menjadi Tokoh Tionghoa-Amerika.

Batinku itu kemudian hilang dari menit ke menit, aku mengikuti serius perbincangan dua kaum adam itu. Pernyataan di hatiku ternyata luluh setelah aku mengenal Nicholas Saputra dalam perbicangan yang lama-lama membuatku tertarik. Aku tertarik dengan Nicholas Saputra. Maaf. Aku revisi. Aku tertarik dengan ‘kehidupan’ Nicholas Saputra. Ada satu kalimat yang disampaikan Alvin saat itu. “Nich, kamu orang yang cukup beruntung.” Dan dengan jawaban cool, nicho menjawab kira-kira begini: “Ya.. saya adalah orang yang beruntung.”

Siapa yang tidak kenal Nicholas Saputra? Aktor film tampan dan digandrungi banyak wanita. Lulusan arsitektur UI, yang berprestasi di dunia akting dan meraih banyak penghargaan nasional bahkan internasional.  Di usianya yang ke 25 tahun, dia sudah membintangi beberapa film yang akhirnya lolos dalam berbagai penghargaan. Gie, adalah salah satu film yang dibintanginya. Jangan lupa, fenomena cinta remaja diawali dengan film AADC, yang menyandingkannya dengan Dian Sastrowardoyo. AADC Membuat nama Nicho saat itu menjadi amat populer.

Satu hal pencerahan dari perbincangan di Just Alvin saat itu (bagiku), yakni:

“KEBERUNTUNGAN”

Nicho mempunyai sebuah keberuntungan. Beruntung dianugerahi ketampanan. Beruntung dianugerahi bakat. Beruntung mendapat kesempatan main film. Beruntung mendapatkan berbagai penghargaan. Beruntung mendapatkan apa yang bisa dia raih.

Kadang aku berkhayal untuk mendapatkan sebuah rejeki yang tak terduga entah darimana asalnya

Kadang aku bermimpi, bahwa aku akan bisa main film di layar lebar

Kadang aku melamun, membayangkan diriku bersama dengan para penggemar-penggemarku.

Itulah keberuntungan yang ada dalam frame otakku. Berusaha menyamakan kehidupan beruntung dengan Nicholas Saputra. Nampaknya, aku sendiri tak pernah bisa memahami makna Keberuntungan dalam hidupku

Acara selesai…

Aku melamun… Agak lama… sambil mengganti acara-acara lain. Rasa kantuk menyerang…

Keberuntungan itu masih berlari-lari di otakku. Aku mencoba untuk larut dalam doa malam yang memang kurancang agar aku bisa membaca buah-buah keberuntungan yang sudah aku peroleh.

Dan…

Aha….

Kini aku menemukan jawabannya…

Sekarang mungkin aku tidak memiliki keberuntungan seperti Nicholas Saputra. Tapi aku memiliki banyak keberuntungan, jauh lebih banyak dari Nicholas Saputra. Dan sudah kutambahkan dalam doa malamku…

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan untuk hidup hari ini, atas nafas yang kau berikan hari ini…

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan mendapatkan orangtua yang amat manis menjagaku hingga usia dewasa

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan memiliki sedikit rejeki. Aku tak akan tahu apa yang terjadi jika aku memiliki rejeki yang berlimpah. Mungkin aku tak akan bisa mengelolanya dan akan bangkrut.

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan mendapatkan 1 wanita yang menemaniku. Mungkin jika aku mendapatkan banyak orang yang menyukaiku, akan bingung sendiri dan justru akan bunuh diri karenanya.

Tuhan, terima kasih atas keberuntungan bisa melihat Nicholas Saputra yang menginspirasi hidupku. Tidak seperti Nicholas Saputra, yang tidak bisa melihatku di TV. Aku lebih beruntung dari dia. Amin.

Thanx Nicho, Thanx Alvin and Thanx God!!!

only justAlvin

Just Alvin

gambar diambil dari: izoruhai.files.wordpress.com dan just-alvin.com

29
Jul
09

Metroseksual VS Uberseksual (sama-sama narsistik)

Ada seorang teman yang menurut saya, dia sangat terobsesi dengan bentuk tubuh yang atletis, berotot dan menggelembung di setiap lekuknya. Setiap waktu, dihabiskannya untuk nge-GYM setelah pulang kantor.
Beberapa kali, diriku diajak untuk ikut fitness ala selebritis. “Selain sehat, bentuk badan juga bisa bagus,” katanya suatu saat. Tapi aku menolak halus.
Sehat itu penting, bahkan sangat penting. Saya berusaha menjaga kesehatan, meskipun dengan cara sederhana. Misalnya, berlari pagi keliling kompleks kos, dan cukup mengangkat 5 set x 2 kg dumble setiap pagi, untuk tangan kanan dan kiri.
Tujuannya, supaya tangan dan kaki saya cukup lincah untuk bekerja, berjalan dan beraktivitas.
Menjaga keberagaman makanan juga menjadi perhatian yang penting. Saya selalu berusaha agar tidak makan daging ayam berlebihan, cukup sayuran, dan beristirahat yang nyaman. Tetapi saya tidak terlalu tertarik dengan bentuk tubuh yang atletis penuh gelembungan otot.
Saya cuma menduga-duga, bahwa dirinya memang lebih percaya diri dengan tampil berotot, sexy dan lebih metrosexual, kali ya… Ini ada sebuah kalimat dalam berita: “Pria metroseksual menjadikan penampilan yang prima sebagai obsesi mereka. Tanpa rasa risih, mereka masuk ke salon; memasang kawat gigi, sampai operasi plastik agar penampilannya terlihat prima”. Wuih.. di Jakarta banyak sekali kita jumpai pria-pria seperti ini.
Tapi akhir-akhir ini, ada istilah baru di antara kaum pria, yaitu: uberseksual. Uber diambil dari kosa kata jerman yang berarti “di atas” atau “superior”. Sedangkan sexus berarti “gender”.
Sebuah berita menuliskan bahwa: “Pria uberseksual adalah pria yang menggunakan aspek positif maskulinitas, seperti kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap orang lain dalam kehidupannya. Pria uberseksual sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Pria jenis ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya di sela-sela waktu kosong yang ia miliki”
Apa bedanya?
METROSEKSUAL
1. Metroseksual lebih bergairah pada masalah diri sendiri serta penampilan dan gaya rambut mereka.
2. Metroseksual selalu ingin didekati wanita dan berada di antara mereka.
3. Metroseksual terinspirasi oleh berbagai produk dan penampilan model-model terkenal.
4. Metroseksual peduli pada masalah berapa kalori yang diserapnya setiap hari.
5. Metroseksual secara emosi kosong.
6. Metroseksual menginvestasikan uang untuk perawatan kulitnya.
7. Metroseksual terobesesi pada masalah dandanannya.
UBERSEKSUAL
1. Uberseksual lebih bergairah pada masalah bisnis, politik dan dunia
2. Uberseksual sangat menghormati wanita, tapi memilih pria sebagai sahabat terbaiknya.
3. Uberseksual mengikuti pengalaman dan sebab musabab serta alasan-alasan.
4. Uberseksual sangat peduli pada masalah di lingkungan sekitarnya.
5. Uberseksual secara emosional selalu terbuka dan tersedia.
6. Uberseksual menginvestasikan uangnya untuk strategi bisnis selanjutnya.
7. Uberseksual terobsesi pada kualitas dan integritas.
Keduanya adalah usaha para pria untuk mendapatkan pengakuan atas eksistensi diri. Sekarang, Anda mau pilih mana: menjadi pria metroseksual atau uberseksual?
Lelaki MetroseksualAda seorang teman yang menurut saya, dia sangat terobsesi dengan bentuk tubuh yang atletis, berotot dan menggelembung di setiap lekuknya. Setiap waktu, dihabiskannya untuk nge-GYM setelah pulang kantor.
Beberapa kali, diriku diajak untuk ikut fitness ala selebritis. “Selain sehat, bentuk badan juga bisa bagus,” katanya suatu saat. Tapi aku menolak halus.
Sehat itu penting, bahkan sangat penting. Saya berusaha menjaga kesehatan, meskipun dengan cara sederhana. Misalnya, berlari pagi keliling kompleks kos, dan cukup mengangkat 5 set x 2 kg dumble setiap pagi, untuk tangan kanan dan kiri.
Tujuannya, supaya tangan dan kaki saya cukup lincah untuk bekerja, berjalan dan beraktivitas.
Menjaga keberagaman makanan juga menjadi perhatian yang penting. Saya selalu berusaha agar tidak makan daging ayam berlebihan, cukup sayuran, dan beristirahat yang nyaman. Tetapi saya tidak terlalu tertarik dengan bentuk tubuh yang atletis penuh gelembungan otot.
Saya cuma menduga-duga, bahwa dirinya memang lebih percaya diri dengan tampil berotot, sexy dan lebih metrosexual, kali ya… Ini ada sebuah kalimat dalam berita: “Pria metroseksual menjadikan penampilan yang prima sebagai obsesi mereka. Tanpa rasa risih, mereka masuk ke salon; memasang kawat gigi, sampai operasi plastik agar penampilannya terlihat prima”. Wuih.. di Jakarta banyak sekali kita jumpai pria-pria seperti ini.
Tapi akhir-akhir ini, ada istilah baru di antara kaum pria, yaitu: uberseksual. Uber diambil dari kosa kata jerman yang berarti “di atas” atau “superior”. Sedangkan sexus berarti “gender”.
Sebuah berita menuliskan bahwa: “Pria uberseksual adalah pria yang menggunakan aspek positif maskulinitas, seperti kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap orang lain dalam kehidupannya. Pria uberseksual sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Pria jenis ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasannya di sela-sela waktu kosong yang ia miliki”
Apa bedanya?
METROSEKSUALLelaki Metroseksual
1. Metroseksual lebih bergairah pada masalah diri sendiri serta penampilan dan gaya rambut mereka.
2. Metroseksual selalu ingin didekati wanita dan berada di antara mereka.
3. Metroseksual terinspirasi oleh berbagai produk dan penampilan model-model terkenal.
4. Metroseksual peduli pada masalah berapa kalori yang diserapnya setiap hari.
5. Metroseksual secara emosi kosong.
6. Metroseksual menginvestasikan uang untuk perawatan kulitnya.
7. Metroseksual terobesesi pada masalah dandanannya.
UBERSEKSUAL
1. Uberseksual lebih bergairah pada masalah bisnis, politik dan dunia
2. Uberseksual sangat menghormati wanita, tapi memilih pria sebagai sahabat terbaiknya.
3. Uberseksual mengikuti pengalaman dan sebab musabab serta alasan-alasan.
4. Uberseksual sangat peduli pada masalah di lingkungan sekitarnya.
5. Uberseksual secara emosional selalu terbuka dan tersedia.
6. Uberseksual menginvestasikan uangnya untuk strategi bisnis selanjutnya.
7. Uberseksual terobsesi pada kualitas dan integritas.
Keduanya adalah usaha para pria untuk mendapatkan pengakuan atas eksistensi diri. Sekarang, Anda, para pria, mau pilih mana: menjadi pria metroseksual atau uberseksual?
kredit foto: www.sendokgarpu.com, cyberman.cbn.net.id
27
Jul
09

Doa Bapa Kami: refleksi dan permenunganku

Bagian dari perayaan Ekaristi (misa) yang paling menyentuh jiwaku adalah saat mendoakan atau menyanyikan Bapa Kami. Apapun lagunya, aku selalu berusaha meresapi doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri ini. INi adalah doa terindah dalam hidupku. Aku merasa, doa ini mempunyai kekuatan yang luar biasa. Mampu mengubah kehidupan manusia dan mampu menggerakkan jiwa yang padam semangatnya. Beberapa kali aku meneteskan air mata ketika mendoakan Bapa Kami. Membacakan atau menyanyikan secara tenang dan meresapi secara mendalam doa ini, adalah hal terindah dalam kehidupan rohaniku. Berikut adalah refleksiku yang kutulis sendiri:
Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu (Our Father in heaven,
Hallowed be your name)
Allah selalu memiliki kekuasaan yang tak ternilai. Dialah sumber segala penghidupanku. Namanya sungguh Agung dan Mulia. Tak ada yang menggantikan Allah Sang Abadi. Manusia (dan aku) tunduk kepadaNya. Dialah yang melindungiku. Dialah yang menjadi tumpuan harapan manusia dan diriku. Aku memuji namanya. Sapaan-sapaan Indah kutujukan hanya demi Dia, yang hidup dan selalu berkarya dalam setiap aktivitasku.
Datanglah Kerajaan-Mu (Your kingdom come)
Aku adalah manusia yang mengharapkan kedamaian. KerjaanNya yang kekal, selalu memberikan ketentraman dan kedamaian di dalam Hati. Aku selalu berharap dan memohon, semoga hatiku selalu kaya akan kedamaian karena Dia telah hadir di dalam hatiku. KerjaanNya tak datang dengan kemegahan nan sombong, tetapi hadir dalam jiwa yang lembut dan menyejukkan.
Jadilah kehendak-Mu, Di atas bumi seperti di dalam Surga (Your will be done,
On earth as in heaven)
Aku hanya bisa berpasrah kepadaNya. Hidupku telah diatur oleh KuasaNya, tetapi aku selalu berusaha menjadi manusia yang hidup sesuai dengan kehendakNya. Terkadang aku merasa kehidupanku begitu pahit. Tetapi kepahitan itulah, bentuk cinta kasih Tuhan kepadaKu. Aku diajari untuk merasakan kehidupan yang sebenarnya. Dan aku mengalami keindahan yang luar biasa dalam setiap detiknya. Semua karena Tuhan telah menentukan yang terbaik untukku. Aku percaya, apa yang telah diberikan Tuhan, adalah demi kebahagiaanku di dunia.
Berilah kami rejeki pada hari ini (Give us today our daily bread)
Aku memang selalu serakah. Meminta harta dan kekayaan yang berlebih. Doa ini membuatku semakin rendah hati, bahwa rejeki hanya datang jika kita berpasrah kepadaNya dan berusaha sepenuh hati. Apa yang ada hari ini, perlu disyukuri untuk hari ini. Jika hari ini tak bisa makan. Ada rejeki lain yang pasti telah diturunkan Tuhan. Terkadang kita tidak tahu, seberapa banyak yang kita terima. Akupun selalu merasa kurang. Dan terlebih, kurang mensyukuri apa yang telah kudapatkan. Terima kasih Bapa, Engkau telah mengajariku untuk beryukur pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami (Forgive us our sins as we forgive those who sin against us)
Seringkali Aku berbuat dosa kepada orang-orang yang kutemui. Aku sering berbuat jahat. Kadang memang tak kusengaja, dan bahkan kusengaja agar orang lain terluka. Manusia memang penuh dengan dosa. Aku memang hina di hadapan Allah, untuk itulah, aku perlu penyesalan atas segala kesahalan yang kulakukan. Satu lagi, memaafkan bagiku begitu susahnya. Aku jarang bisa memaafkan orang lain. Doa ini, mengajarku untuk selalu mengampuni juga, kesalahan-kesalahan orang di sekitar kita. Dan setiap mengucapkan bagian ini, aku selalu terharu, betapa aku berdosa di hadapan Allah.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, Tetapi bebaskan kami dari yang jahat. (Save us from the time of trial,And deliver us from evil)
Manusia memang penuh permohonan. Ada jiwa ketakutan di dalam hatiku, jika aku mengalami sebuah kegagalan, kekecewaan, kesedihan, dan pengkhianatan. ‘Bapa Kami’ mengajariku untuk selalu kuat dalam menghadapi semua tantangan dan bisa menyelesaikan dengan cara manusia yang baik.
Amin (Amen)
Tanda keyakinan dan persetujuan. Bahwa Allah memang menyertaiku. Bahwa Allah selalu memberikan rejeki dan pengampunan. Bahwa Allah selalu memberikan kesempatan. Dan aku setuju, bahwa Allah itu baik dan senantiasa aku diajarinya untuk hidup lebih baik. Terima kasih Bapa. Amin
BerdoaBagian dari perayaan Ekaristi (misa) yang paling menyentuh jiwaku adalah saat mendoakan atau menyanyikan Bapa Kami. Apapun lagunya, aku selalu berusaha meresapi doa yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri ini. INi adalah doa terindah dalam hidupku. Aku merasa, doa ini mempunyai kekuatan yang luar biasa. Mampu mengubah kehidupan manusia dan mampu menggerakkan jiwa yang padam semangatnya. Beberapa kali aku meneteskan air mata ketika mendoakan Bapa Kami. Membacakan atau menyanyikan secara tenang dan meresapi secara mendalam doa ini, adalah hal terindah dalam kehidupan rohaniku. Berikut adalah refleksiku yang kutulis sendiri:
Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu (Our Father in heaven, Hallowed be your name)
Allah selalu memiliki kekuasaan yang tak ternilai. Dialah sumber segala penghidupanku. Namanya sungguh Agung dan Mulia. Tak ada yang menggantikan Allah Sang Abadi. Manusia (dan aku) tunduk kepadaNya. Dialah yang melindungiku. Dialah yang menjadi tumpuan harapan manusia dan diriku. Aku memuji namanya. Sapaan-sapaan Indah kutujukan hanya demi Dia, yang hidup dan selalu berkarya dalam setiap aktivitasku.
Datanglah Kerajaan-Mu (Your kingdom come)
Yesus Mengajar doaAku adalah manusia yang mengharapkan kedamaian. KerjaanNya yang kekal, selalu memberikan ketentraman dan kedamaian di dalam Hati. Aku selalu berharap dan memohon, semoga hatiku selalu kaya akan kedamaian karena Dia telah hadir di dalam hatiku. KerjaanNya tak datang dengan kemegahan nan sombong, tetapi hadir dalam jiwa yang lembut dan menyejukkan.
Jadilah kehendak-Mu, Di atas bumi seperti di dalam Surga (Your will be done, On earth as in heaven)
Aku hanya bisa berpasrah kepadaNya. Hidupku telah diatur oleh KuasaNya, tetapi aku selalu berusaha menjadi manusia yang hidup sesuai dengan kehendakNya. Terkadang aku merasa kehidupanku begitu pahit. Tetapi kepahitan itulah, bentuk cinta kasih Tuhan kepadaKu. Aku diajari untuk merasakan kehidupan yang sebenarnya. Dan aku mengalami keindahan yang luar biasa dalam setiap detiknya. Semua karena Tuhan telah menentukan yang terbaik untukku. Aku percaya, apa yang telah diberikan Tuhan, adalah demi kebahagiaanku di dunia.
Berilah kami rejeki pada hari ini (Give us today our daily bread)
Aku memang selalu serakah. Meminta harta dan kekayaan yang berlebih. Doa ini membuatku semakin rendah hati, bahwa rejeki hanya datang jika kita berpasrah kepadaNya dan berusaha sepenuh hati. Apa yang ada hari ini, perlu disyukuri untuk hari ini. Jika hari ini tak bisa makan. Ada rejeki lain yang pasti telah diturunkan Tuhan. Terkadang kita tidak tahu, seberapa banyak yang kita terima. Akupun selalu merasa kurang. Dan terlebih, kurang mensyukuri apa yang telah kudapatkan. Terima kasih Bapa, Engkau telah mengajariku untuk beryukur pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami (Forgive us our sins as we forgive those who sin against us)
Seringkali Aku berbuat dosa kepada orang-orang yang kutemui. Aku sering berbuat jahat. Kadang memang tak kusengaja, dan bahkan kusengaja agar orang lain terluka. Manusia memang penuh dengan dosa. Aku memang hina di hadapan Allah, untuk itulah, aku perlu penyesalan atas segala kesahalan yang kulakukan. Satu lagi, memaafkan bagiku begitu susahnya. Aku jarang bisa memaafkan orang lain. Doa ini, mengajarku untuk selalu mengampuni juga, kesalahan-kesalahan orang di sekitar kita. Dan setiap mengucapkan bagian ini, aku selalu terharu, betapa aku berdosa di hadapan Allah.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, Tetapi bebaskan kami dari yang jahat. (Save us from the time of trial,And deliver us from evil)
Manusia memang penuh permohonan. Ada jiwa ketakutan di dalam hatiku, jika aku mengalami sebuah kegagalan, kekecewaan, kesedihan, dan pengkhianatan. ‘Bapa Kami’ mengajariku untuk selalu kuat dalam menghadapi semua tantangan dan bisa menyelesaikan dengan cara manusia yang baik.
Amin (Amen)
Tanda keyakinan dan persetujuan. Bahwa Allah memang menyertaiku. Bahwa Allah selalu memberikan rejeki dan pengampunan. Bahwa Allah selalu memberikan kesempatan. Dan aku setuju, bahwa Allah itu baik dan senantiasa aku diajarinya untuk hidup lebih baik. Terima kasih Bapa. Amin
Foto kredit: alamohop.com, ofm.netau.net, doabapakami.com
Yesus Di Getsemani



Hi, Friends….Welcome!!!

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Blog adalah upaya pembebasan. Membebaskan mulut untuk bertutur. Membebaskan perasaan untuk berekspresi. Membebaskan mata untuk memelototi. Aku berharap, misi blog ini adalah membebaskan diriku untuk dinilai orang, siapakah aku. Jika ada masukan, saran, atau ide apapun, silakan layangkan ke anwar_riksono@yahoo.com . Atau, mau add saya di Yahoo!Messenger? tinggal add anwar_riksono . Di SKYPE juga ada, dengan id: anwar_riksono . Mengomentari Blog setelah membaca, sangat dianjurkan, kawan! Selamat nge-blog.. Hidup blogger Indonesia!!!

My Twitter

Error: Please make sure the Twitter account is public.

!!!!!my status!!!!!

Kirim Pesan YM

anwar_riksono

Call anwar_riksono from your phone!

My status

anwar_riksono

KIRIM SMS ke ANWAR

Translate language!

For translate, click the flag you choose:

Filipina Photobucket

Jerman Jepang

Spanyol Belanda

Rusia Photobucket

India Cina

Taiwan Perancis

Arab Italia

Hebrew

!!!ANWARTAINMENT!!!

Iklan anwartainment

Gravatar


about Anwar Riksono. If you wanna know about me, click in here

AYO NGEBLOG!!!

Status Blog

  • 50,257 hits

Map Visitor

ip-location

ANTI PORNOGRAFI

Selamat Datang

Welcome

Join My Community at MyBloglog!