23
Agu
11

5 Elang: Cinta Pramuka – Cinta Indonesia

5 Anak dalam film 5 Elang

Eh… sebelum masuk ke resensi film 5 Elang… saya mau cerita dulu… boleh kan… Ketika di SMP, saya termasuk salah satu siswa yang aktif di Pramuka lho. Beberapa kali, ketika sekolah saya ikut dalam kompetisi kepramukaan -baik itu jambore, lomba gerak jalan pramuka, maupun lomba senam semaphore- saya selaku mengikutinya. Meskipun banyak yang -saat itu- ‘menghina’ Pramuka, tapi saya tetap aktif dan terus berkarya melalui pramuka.

Saya diangkat menjadi Pramuka Garuda tingkat Penggalang di sekolah. Itu karena prestasi yang telah saya torehkan dengan mewakili sekolah untuk mengikuti Jambore Daerah ke Sepuluh. Cieeeeee… Pramuka sejati dong saya ini… wkwkwkwkwkwkwk

Ketika menonton film 5 Elang yang disutradari oleh Rudi Soedjarwo. Saya kembali teringat masa SMP saya….ehemm…ehem… Pramuka dan segala kegiatan yang ada di sana. Menyenangkan, bahkan sangat menyenangkan sebenarnya. Saya sendiri banyak mendapatkan ilmu tali-temali yang ternyata saya gunakan sampai sekarang. Hebat kan? Tepuk tangan dong buat saya… hihihi…

Tapi, Pramuka tidak hanya mengajarkan tali-temali, Pramuka mengajarkan lebih dari itu, yakni: persahabatan, pertemanan, kerjasama, gotong royong menyelesaikan persoalan, tanggungjawab dan banyak lagi. Pokoknya, Dasadarma Pramuka itu ada semua. Yakin deh…

Dan ketika saya mendapatkan undangan nonton premiere 5 Elang yang menceritakan tentang kisah anak-anak SD yang ikut Pramuka & jambore daerah di tingkat Kalimantan Timur, saya menjadi teringat masa SMP itu. Saya jadi ingat teman-teman Pramuka dari berbagai daerah. Mereka memiliki semangat untuk membangun negeri ini. Kira-kira, sekarang mereka pada ke mana ya?

Film 5 Elang ini menceritakan seorang anak bernama Baron yang meninggalkan Jakarta untuk tinggal di Balikpapan. Di kota tersebut, Baron harus beradaptasi dengan teman-temannya. Dan iapun ‘dipaksa’ untuk ikut dalam kepramukaan. Sangat berbeda sekali dengan hobinya yang suka balapan RC.

Baron dan teman-teman kelompok Pramukanya (ada Rusdi si Ketua Kelompok, Anton si gendut yang doyan makan dan Aldi si kerdil yang unik) diutus oleh sekolah untuk mengikuti jambore. Keegoisan dan budaya anak Jakarta yang masih dibawa oleh Baron dalam kelompoknya masih terasa. Sampai-sampai, ketika menghadapi salah satu games (mencari jejak di hutan), Baron dengan rasa sok tahunya memberikan pendapat untuk melewati satu jalan yang justru menyesatkan. Kelompok tersebut akhirnya terpecah, karena ternyata, jalan yang diberikan Baron adalah jalan menuju keluar hutan, untuk menuju ke kota. Dia ingin melihat pameran RC di Balikpapan. Rusdi dan Anton tetap kembali melanjutkan games, sedangkan Baron, Aldi dan Sindai –gadis yang juga ingin melarikan diri dari jambore- memisahkan diri.

Ketika kembali melanjutkan games, Rusdi dan Anton melewati jalan yang salah dan justru bertemu dengan penculik anak. Jadilah 2 anak tersebut diculik. Di jalan lain, Baron akhirnya sadar, bahwa ia telah salah untuk mengkhianati teman-temannya. Ia, Aldi dan Sindai berbalik arah dan kembali ke jalan semula.

Di tengah jalan, mereka bertiga menemukan kejanggalan. Baron segera sadar, bahwa 2 temannya diculik oleh penjahat. Dengan bekal kepramukaan dan bantuan dari 2 teman pramukanya, Baron berusaha melawan penculik tersebut dengan sekuat tenaga dan strategi. Akhirnya, penculik tersebut berhasil dibekuk dan dikalahkan oleh anak-anak pramuka ini.

***

Pramuka sekarang menghadapi tantangan jaman. Pengaruh teknologi dan perubahan jaman lainnya membuat nilai rasa untuk kebersamaan, gotong royong dan kecintaan pada negeri luntur. Saya terkesan pada salah satu pembina pramuka di film tersebut yang mengatakan: “Pramuka tidak bisa diwajibkan. Pramuka harus muncul dari dalam diri sendiri”.

Kira-kira, nilai itulah yang ingin disebarkan di film ini. Film keluarga ini cocok untuk putra-putri Anda di saat libur lebaran ini. Harapan lebih jauh lagi mungkin, banyak anak-anak Indonesia yang mencintai Pramuka, karena Pramuka adalah awal kita mencintai negeri ini.

5 Elang merupakan sebuah film anak-anak hasil kerjasama SBO Films dengan Kompas Gramedia Production, Majalah Bobo, Indika Picture, dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Foto: christoffernelwan.blogspot.com, inilah.com, rasikafm.co.id


1 Tanggapan ke “5 Elang: Cinta Pramuka – Cinta Indonesia”



Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


WELCOME

Blog adalah upaya pembebasan. Membebaskan mulut untuk bertutur. Membebaskan perasaan untuk berekspresi. Membebaskan mata untuk memelototi. Jika ada masukan, saran atau ide apapun, silakan kirim ke anwar_riksono@yahoo.com . Atau, add di Yahoo!Messenger? anwar_riksono . Di SKYPE juga ada, dengan id: anwar_riksono . Mengomentari Blog setelah membaca, sangat dianjurkan, kawan! Selamat nge-blog.. Hidup blogger Indonesia!!!

Gramedia Majalah

My Twitter

  • Nonton 2012-----7 hours ago
  • Yak.. Mending pesen lulur banci aja nih... -->RT @Mak_Ren: anwariksono jual lulur banci juga laku koq-----7 hours ago
  • RT @armela13: Klo disetrika kain dalemny aja jgn karetnya nanti jd molor RT @anwariksono: celana dalam disetrika ga sih? Kok kolorku jad ...-----9 hours ago
  • Bagi yang cowok, kalo abis nyuci celana dalam, disetrika ga sih? Kok kolorku jadi molor semua gini.-----9 hours ago

STATUS

Kirim Pesan YM

anwar_riksono

Call anwar_riksono from your phone!

Masukkan alamat e-mail Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui e-mail.

Bergabunglah dengan 11 pengikut lainnya.

POLLING

Map Visitor

ip-location

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.