Memilih Tempat Dugem

Para Tamu menikmati Suasana Malam di Sebuah Klub

Bagi sebagian masyarakat urban – ibukota yang hidupnya cukup mampu, pergi ke tempat clubbing atau klub malam adalah salah satu bagian dari gaya hidup. Tapi jujur saja, meskipun saya sudah menjajal beberapa tempat clubbing di Jakarta, saya tetap tak bisa menjadikannya bagian dari hidup saya. Clubbing atau yang dibahasagaulkan oleh masyarakat umum sebagai dugem, bukanlah tempat yang tepat untuk melepaskan kepenatan (bagi saya).

Kalaupun saya tertawa dan ikut bergoyang di lantai dansa, kadang saya tak tenang dengan situasi. Suara musik jedag jedug memang menggeleparkan hati ini untuk larut dalam suasana. Tapi bau rokok, parfum & alkohol yang berlebihan, melihat orang mabuk, muntah, dan tertawa lepas penuh keriangan juga sebenarnya tidak saya sukai… (yaelah.. tempat dugem emang kayak gitu kali, war…..) . Memang, kalau urusan melek mata sampai malam hingga dini hari, saya tak terlalu bermasalah.

Sebenarnya, saya salut pada teman-teman saya yang bekerja di tempat clubbing. Mereka bisa kuat menemani para tamunya, merelakan kerja fisik yang (menurut saya) cukup melelahkan. Bayangkan, harus tertawa, mengumbar senyum, ikut minum, menyapa semua tamu (meski perasaan dan pikiran mereka entah ke mana) adalah pekerjaan yang tidak mudah. Malah, jika mereka (sebagai karyawan) dapat jatah show, mereka harus merelakan diri, menahan malu mungkin, tampil di depan orang untuk menghibur. Tapi kalau memang jiwa mereka sudah penghibur, ya itu lain lagi.

Di Jakarta, tempat clubbingpun bermacam-macam. Ada yang berjenis ‘middle class‘ dan ada yang dikategorikan ‘high class‘. Saya sih belum menemukan tempat ‘clubbing‘ untuk menengah ke bawah. Bukannya saya tidak mau mencari juga sih, tapi kadang saya memikirkan faktor keamanan. Takut juga kan kalau yang datang ke tempat itu adalah preman-preman pasar?

Silakan dinikmati.. hihihi...

Sebenarnya kalau di Jogja, saya pernah diajak ‘hepi-hepi’ di kelas menengah ke bawah. Di mana itu? Itu lho… Prawirotaman… Nah, itu dia… , Tapi saya pernah datang bersama teman SMA ke sana. Siapa yang datang? Ya, mulai dari sopir, tukang-tukang, waria jalanan, dan sebagainya. Lagunya? Dangdut House Music. Seperti apakah itu? Ya pokoknya dangdut jedag-jedug yang bisa dibuat goyang. Ada lantai dansanya? Ya jelas ada dong. Di situlah semua orang berkumpul. Menikmati indahnya malam sampai dini hari. Mabuk, hepi-hepi dan musik yang diputar menambah khas suasananya.

Nah, kalau di Ibukota Jakarta, tempat dugem juga bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Sebenarnya, klasifikasi ini tidak dibagi secara formal. Tetapi image dan kesan tempat clubbing itulah yang membuat ada beberapa pengelompokan. Ada tempat dugem yang memang khusus menampilkan wanita-wanita sexy. Ada tempat dugem yang khusus untuk lesbi atau gay. Ada tempat dugem yang khusus untuk para eksekutif muda. Ya, macam-macamlah. Semua orang yang sering menghabiskan malamnya dengan dunia clubbing pasti tahu.

Acara menantang di klub malam? Ada donk… Misalnya saja, tempat dugem yang digolongkan high class untuk para eksmud. Dalam event di Sabtu malam misalnya: menampilkan cewek-cewek sexy (yang kadang topless), bergoyang dan mungkin menari-nari dengan balutan kain tipis meliuk-liuk di atas tiang. Senang melihat hal itu? Coba saja……  Atau mau menjajal di tempat dugem yang khusus gay / lesbi, didatangkan pula para pemijat khusus pria yang kemudian berjoget telanjang di atas panggung yang dikelilingi para bartender yang melayani tamu-tamunya. Suka? Ya, silakan datang saja… Carilah tempat clubbing yang namanya A****** di daerah Kuningan, atau H***** yang sekarang menjadi N****** atau mungkin S****** di daerah Kota. Penasaran? cari saja di google

Nah, apa yang saya paparkan, adalah gambar kecil tentang kisah masyarakat urban yang berkeinginan melepaskan kepenatan, melepaskan kegalauan hidup. Minum-minum sampai teler. Kalau saya? Minum sih iya, tapi ga pernah tuh sampai teler. Dan hebatnya, saya tidak merokok lho kalau di tempat dugem. Hebat kan? Hehehehe… Bagi Anda yang ingin mencari kesenangan, ya silakan datang ke tempat dugem. Ingatlah, tempat dugem selalu punya image. Siapa yang datang ke situ adalah imagen dari tempat dugem itu sendiri…. Kalau saya penat, lebih baik nonton DVD sambil tiduran. Enak, ga capek, langsung tidur.

Selamat mencoba!!!!

Dug jedag jedug jedag jedug….

Foto: Koleksi pribadi, hasil jepretan saat ikutan menikmati dunia malam

7 thoughts on “Memilih Tempat Dugem

  1. wahhhh situ malah sudah lebih banyak ajep-ajep juga ya :) seumur-umur saya cuma pernah ke almarhum TJ’s itupun tidak betah. Asap rokoknya itu looo..kok ya masih pada bisa bernafas sih? heran…

  2. hmm recommended to read :)
    kok tau seluk beluknya mas,,,penelitian dulu neh ceritanya..:D
    setuju sih kalo tempat dugem bukan satu2nya cara melepas kepenatan :)

  3. Salam kenal mas brow. Saya seorang pecinta dunia malam. Walaupun dulu rasanya kurang klop kalo belum kesana, tapi udah 6 bulan ini saya ga ajojing lg. Dan meskipun udah ga pernah kepikiran buat ketempat seperti itu lagi, tp kl denger musiknya bikin kangeeennnnn… Saya juga salut sama mereka yang kerja ditempat seperti itu. Saya juga punya beberapa kenalan yang bekerja sebagai seorang DJ. Walaupun dia seorang wanita tapi kuat dengan hingar bingar dunia malam. Salute.

  4. setuju! ga kuat sama tempat dugem tuh bau asap rokoknya. bikin sakit kepala. tapi musik dan penampilannya sih asik2 aja..

    (www.kabarjepang.com)

  5. saya juga gk suka clubbing kalau lagi penat. lebih enak di rumah nnton dvd atau membaca buku yg dapat menghibur hati saya dan juga pastinya menambah pengetahuan dan siapa tau dapat inspirasi. paling parah kalau lagi penat paling2 shopping beli ini itu tapi setelahnya nyesel karena abis uang banyak beli ini itu hanya untuk hilangkan penat pikiran…. hehehe

  6. butuh suasana aman saat dugem?, hub gw, dijamin jadi “RAJA/RATU”, saat itu dan aman dari jangkauan orang2 jail, say sorry rombongan pengawal “no drug” (untuk maksimalkan tugas), contac di rbnbins@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s