06
Jul
09

Dan akupun tidak pernah bebas

Dan akupun tidak pernah bebas
Blog itu sebuah kebebasan untuk bertutur melalui video, gambar dan tulisan. Tapi aku sendiri merasa tidak bebas, lho… Selalu saja ada yang kusembunyikan dari setiap ungkapan kata-kataku (di balik setiap hal yang kuposting di blog). Entah untuk membuat netralisir tulisan, atau memang merahasiakan sesuatu yang orang lain tak perlu. Artinya, kebebasan yang aku ciptakan adalah kebebasan yang terbatas.
Memaknai sebuah keterbatasan akan kebebasan, selalu berujung pada ketidakpuasan untuk mengungkapkan. Ya kan? Kalau aku sudah mengungkapkan di blog seharusnya aku mengalami kelegaan dalam mengungkapkan ide. Semua pemikiranku harusnya bisa tertuang dalam blog. Tapi nyatanya, selalu saja ada rahasia-rahasia pemikiranku, perasaanku yang tak pernah dan bisa terungkapkan ketika menulis. Kalau ini, aku tahu kenapa. Aku masih mempunyai perasaan dengan orang-orang yang nanti membacanya.
Setiap kesempatan bertemu dengan kawan, aku selalu mengutarakan arti pentingnya blog dalam kehidupan cyber dan realitas kehidupan. Akupun selalu mendengungkan kata-kata kemerdekaan dan kebebasan berekspresi melalui media ini. Tapi aku tetap merasakan ada yang tidak merdeka dalam hidupku. Memang sulit untuk menerima keterbatasan.
Ini adalah media untuk bertutur sehingga orang yang membacanya bisa mengenal kita lebih jauh. Aku pernah belajar sedikit tentang teori komunikasi. Salah satu bagian dari teori komunikasi interpersonal adalah Teori Penetrasi Sosial. Salah satu term yang termuat dalam teori tersebut adalah Self Disclosure atau dalam bahasa Indonesia Keterbukaan Diri.
Kita bisa menilai diri kita melalui sejauh mana kita akan membuka informasi kepada orang lain. Lapisan keterbukaan tersebut digambarkan bagai lapisan-lapisan bawang (onion metaphor). Jika orang lain tau banyak tentang diri kita, maka bisa jadi orang tersebut sudah jauh mengenal kita hingga ke lapisan bawang paling dalam.
Di dalam Teori tersebut juga dikatakan ada 4 kamar yang bisa dikategorikan:
1. Open Pane: Kita tahu, orang lain tahu
2. Blind Pane: Kita tidak tahu, tapi orang lain tahu
3. Hidden Pane: Kita tahu, tapi orang lain tidak tahu
4. Unknown Pane: Kita tidak tahu, orang lainpun juga tidak tahu
Beginilah kalau aku persenkan menurut keterbukaan diriku di blog:
Open Pane: 20%
Blind Pane: 30%
Hidden Pane: 35%
Unknown Pane: 15%
Open pane sudah seringkali didengungkan. “Jangan menilai sebuah buku dari covernya”. Bisa disimpulkan, bahwa apa yang terbaca dalam blog ini, adalah bukan aku. Tetapi “Aku” yang banyak tertutupi oleh “bukan aku”. Media ini mengcreate aku yang bukan 100% aku, karena bukan keterbukaan yang utuh yang kusampaikan. Apa yang orang lain ketahui tidak semuanya milikku dan bukan itulah aku. Ingin tahu tentangku? Lebih baik tak perlu mengetahui siapa aku.
Blog itu sebuah kebebasan untuk bertutur melalui video, gambar dan tulisan. Tapi aku sendiri merasa tidak bebas, lho… Selalu saja ada yang kusembunyikan dari setiap ungkapan kata-kataku (di balik setiap hal yang kuposting di blog). Entah untuk membuat netralisir tulisan, atau memang merahasiakan sesuatu yang orang lain tak perlu. Artinya, kebebasan yang aku ciptakan adalah kebebasan yang terbatas.
Memaknai sebuah keterbatasan akan kebebasan, selalu berujung pada ketidakpuasan untuk mengungkapkan. Ya kan? Kalau aku sudah mengungkapkan di blog seharusnya aku mengalami kelegaan dalam mengungkapkan ide. Semua pemikiranku harusnya bisa tertuang dalam blog. Tapi nyatanya, selalu saja ada rahasia-rahasia pemikiranku, perasaanku yang tak pernah dan bisa terungkapkan ketika menulis. Kalau ini, aku tahu kenapa. Aku masih mempunyai perasaan dengan orang-orang yang nanti membacanya.
Lapisan bawangSetiap kesempatan bertemu dengan kawan, aku selalu mengutarakan arti pentingnya blog dalam kehidupan cyber dan realitas kehidupan. Akupun selalu mendengungkan kata-kata kemerdekaan dan kebebasan berekspresi melalui media ini. Tapi aku tetap merasakan ada yang tidak merdeka dalam hidupku. Memang sulit untuk menerima keterbatasan.
Ini adalah media untuk bertutur sehingga orang yang membacanya bisa mengenal kita lebih jauh. Aku pernah belajar sedikit tentang teori komunikasi. Salah satu bagian dari teori komunikasi interpersonal adalah Teori Penetrasi Sosial. Salah satu term yang termuat dalam teori tersebut adalah Self Disclosure atau dalam bahasa Indonesia Keterbukaan Diri.
Kita bisa menilai diri kita melalui sejauh mana kita akan membuka informasi kepada orang lain. Lapisan keterbukaan tersebut digambarkan bagai lapisan-lapisan bawang (onion metaphor). Jika orang lain tau banyak tentang diri kita, maka bisa jadi orang tersebut sudah jauh mengenal kita hingga ke lapisan bawang paling dalam.
Di dalam Teori tersebut juga dikatakan ada 4 kamar yang bisa dikategorikan:
1. Open Pane: Kita tahu, orang lain tahu
2. Blind Pane: Kita tidak tahu, tapi orang lain tahu
3. Hidden Pane: Kita tahu, tapi orang lain tidak tahu
4. Unknown Pane: Kita tidak tahu, orang lainpun juga tidak tahu
Beginilah kalau aku persenkan menurut keterbukaan diriku di blog:
Open Pane: 20%
Blind Pane: 30%
Hidden Pane: 35%
Unknown Pane: 15%
Open pane sudah seringkali didengungkan. “Jangan menilai sebuah buku dari covernya”. Bisa disimpulkan, bahwa apa yang terbaca dalam blog ini, adalah bukan aku. Tetapi “Aku” yang banyak tertutupi oleh “bukan aku”. Media ini mengcreate aku yang bukan 100% aku, karena bukan keterbukaan yang utuh yang kusampaikan. Apa yang orang lain ketahui tidak semuanya milikku dan bukan itulah aku. Ingin tahu tentangku? Lebih baik tak perlu mengetahui siapa aku.
(gambar diambil dari: qitori.files.wordpress.com)

2 Tanggapan ke “Dan akupun tidak pernah bebas”


  1. KamUTC56UTC07bUTCThu, 30 Jul 2009 13:09:56 +0000 19, 2006 pukul 1:57 PMJul

    hmmmmm……..tulisan yang menarik ki…
    aku nggak pernah menggambarkan aku seperti apa dalam “kamar-kamar” itu..simple-nya, aku menulis dengan hati. yang perlu dirahasiakan, akan tetap kurahasiakan. yang perlu diperhalus dan dipermak agar nyaman dibaca, akan kubuat sedemikian rupa tanpa mengurangi maksud kalimat-kalimatku.
    untungnya seni nge-blog, kita bisa edit dan nambahin lagi…

    keep blogging yaaa…

  2. KamUTC49UTC07bUTCThu, 30 Jul 2009 13:53:49 +0000 19, 2006 pukul 1:57 PMJul

    Sekali-kali, kita perlu memetakan diri kita seperti apa, lho mbak na… Supaya kita tau, apa yang terjadi dengan diri kita sendiri. Ini penting sebagai upaya kita, untuk berbenah diri dan menentukan pilihan-pilihan hidup kita.

    Tulisan di blog memang sengaja dipermak. Hal ini untuk mengatasi orang-orang dekat yang jauh lebih mengetahui diri kita.. Hehehe… Seringkali, orang mengenalku bukan karena diriku dan tubuhku yang berada di dekatnya, tetapi karena memang tulisanku yang kadang sok-sokan… hahaha..


Tinggalkan Balasan




Hi, Friends….Welcome!!!

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Blog adalah upaya pembebasan. Membebaskan mulut untuk bertutur. Membebaskan perasaan untuk berekspresi. Membebaskan mata untuk memelototi. Aku berharap, misi blog ini adalah membebaskan diriku untuk dinilai orang, siapakah aku. Jika ada masukan, saran, atau ide apapun, silakan layangkan ke anwar_riksono@yahoo.com . Atau, mau add saya di Yahoo!Messenger? tinggal add anwar_riksono . Di SKYPE juga ada, dengan id: anwar_riksono . Mengomentari Blog setelah membaca, sangat dianjurkan, kawan! Selamat nge-blog.. Hidup blogger Indonesia!!!

My Twitter

Error: Please make sure the Twitter account is public.

!!!!!my status!!!!!

Kirim Pesan YM

anwar_riksono

Call anwar_riksono from your phone!

My status

anwar_riksono

KIRIM SMS ke ANWAR

Translate language!

For translate, click the flag you choose:

Filipina Photobucket

Jerman Jepang

Spanyol Belanda

Rusia Photobucket

India Cina

Taiwan Perancis

Arab Italia

Hebrew

!!!ANWARTAINMENT!!!

Iklan anwartainment

Gravatar


about Anwar Riksono. If you wanna know about me, click in here

AYO NGEBLOG!!!

Status Blog

  • 50,257 hits

Map Visitor

ip-location

ANTI PORNOGRAFI

Selamat Datang

Welcome

Join My Community at MyBloglog!